Senin, 14 Mei 2012

REFLEKSI BURAM DUNIA KAMPUS KITA HARI INI


Dosen dan mahasiswa adalah civitas akademika yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan. Mereka memiliki korelasi yang penting dalam sebuah mata rantai dunia keilmuan di era modern saat ini. Walaupun sebenarnya mereka telah hadir sejak zaman kuno dalam bentuk yang berbeda, namun memiliki esensi yang sama, yaitu karena kebutuhan manusia akan pengetahuan.
Namun, seiring dengan perkembangan pemikiran dan tingkat kebutuhan manusia di era modern, maka terjadilah pergeseran makna seorang dosen dan seorang mahasiswa (para cendikiawan) menjadi sangatlah murah dan hampir tidak membawa arti apa-apa dalam perkembangan dunia pendidikan zaman sekarang. Termasuk di kampus tercinta kita STAIDA Blokagung hari ini, hanya menjadi sebuah profesi yang tiada arti dan tiada merubah apapun.
Kehadiran seorang dosen seharusnya mampu menggerakan roda keilmuan yang dimiliki mahasiswa. Mahasiswa sendirilah yang bertanggung jawab atas keilmuan yang dimilikinya. Sedangkan dosen hanya bertanggung jawab atas proses bergeraknya roda keilmuan di sebuah dunia akademik. Tetapi realita dunia kampus kita hari ini, masih jauh dari hal itu, dikarenakan dunia kampus kita hari ini telah terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran kapitalisme, pragmatisme dan hedonisme.
Sebagai contoh kita lihat saja setiap ada kegiatan yang berupa diskusi dan seminar membayar beberapa ribu, berapa persenkah dosen dan mahasiswa yang datang dan aktif dengan penuh kesadaraan diri? Boleh dibilang masihlah minim. Sedangkan contoh lain, sudahkah dosen dan mahasiswa memanfaatkan Ujian Tengah Semester (UTS) dengan sebaik-baiknya? Ada dosen yang tidak memperdulikan hal seperti itu, bahkan terkadang mereka memberikan tugas lalu dibiarkan begitu saja dan seakan-akan tidak mau tahu. Tapi kesalahan yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa itu sendiri, mereka sering ngeloyor entah kemana saat UTS berlangsung, entah mereka muak ataukah juga tidak mau tahu? padahal UTS itu merupakan katrol nilai bagi para mahasiswa itu sendiri. Dari hal terkecil saja sudah seperti ini apalagi hal terbesar? Lihat saja sewaktu diselenggarakannya Ujian Akhir Semester (UAS), sudah efektifkah dengan keadaan seperti itu? Saya rasa masih belum sama sekali.Kita yang merasa menjadi civitas STAIDA Blokag ung saat ini harusnya malu dan prihatin dengan keadaan kita tersebut, jangan malah dicuekin dan dibiarkan membusuk. Tidak masalah bila masalah itu membusuk dan akhirnya musnah, namun bayangkan saja bila masalah tersebut membusuk dan menyebabkan penyakit keilmuan di mana-mana, mau dibawa kemana arah eksistensi kampus kita terhadap tanggung jawab sosial, moral dan edukasi dikemudian hari.

Maka dari itu marilah civitas STAIDA Blokagung bangkit dari kenyamanan yang mengancam kalian dan generasi yang akan datang. Pekalah terhadap diri kalian sendiri namun jangan lupakan sekitar kalian sehingga kalian tidak mengalami dekadensi moral dan rasio. Karena kiamat cukup jauh dan ribuan tahun lagi kampus kita masih akan berdiri. Masa depan itu adalah tanggung jawab kalian hari ini, karena hari esok itu bukan yang akan datang atau yang telah berlalu, namun hari esok itu adalah hari ini dimana kalian sedang berdiri.

3 komentar:

Rindang Darka mengatakan...

Artikeln yg nih OK bgt gan...bisa di copas ga? thx

Fortuner SUV Terbaik mengatakan...

mantaps gan...trus gue harus Gue bilang WaW gitu...

FORTUNER TERBAIK mengatakan...

Theme blognya bagus juga...trus gue harus bilang WAW GITU!!

Poskan Komentar