Minggu, 01 Juli 2012

METODE PENELITIAN


BAB III
METODE PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
Dasar utama dalam penelitian ini untuk memilih lokasi di Pondok Modern Al-Rifa’ie  Gondanglegi Malang adalah karena :
1.       Secara sistematis pondok ini berbasis pada sistem pendidikan pondok modern.
2.       Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang juga menyelenggarakan pendidikan formal (jalur sekolah), santrinya adalah siswa tingkat SMP, SMA, dan Program D1. Maupun pendidikan non formal (kepesantrenan) yang mengajarkan kitab-kitab klasik, serta ditunjang dengan berbagai pendidikan ketrampilan
3.       Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang terlihat begitu pesat perkembangannya, sehingga sering dijadikan percontohan bagi pondok pesantren yang ada di sekitarnya.
Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang tepatnya terletak di Desa Ketawang No: 1 Gondanglegi Kabupaten Malang. Sekitar 15 KM dari pusat kota Malang.
B. Pendekatan Penelitian
40
 
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk menjelaskan fenomena-fenomena secara proporsional untuk menggambarkan keadaan suatu obyek. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif beberapa kata tertulis/lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati.[1]  Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Adapun karakteristik penelitian kualitatif adalah: (1) Latar ilmiah/natural, (2) Manusia sebagai alat (instrument), (3) Metode kualitatif, (4) Analisis data secara induktif, (5) Teori dari dasar (grounded theory) berdasarkan perolehan lapangan, (6) Deskriptif (gambaran apa adanya di lapangan), (7) Lebih mementingkan proses daripada hasil, (8) Adanya batas yang ditentukan oleh “fokus”, (9) Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data, (10) Desain yang bersifat tentatif (sementara), (11) Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.[2] Dalam hal ini studi diarahkan pada studi kasus yakni mencari kasus-kasus dari masalah yang berkembang berdasarkan judul & obyek studi yaitu di Pondok Modern Al-Rifa’ie  Gondanglegi Malang.
C. Data Dan Sumber Data
            Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.[3]  Jadi sumber data ini menunjukkan pusat informasi. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah kata-kata, dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai. Orang-orang yang diamati dan diwawancarai dalam peneltian ini meliputi kiai, ketua pondok modern, para guru, santri dan karyawan Pondok Modern Al-Rifa'ie. Sumber data utama dicatat melalui catatan tertulis atau melalui perekaman CD, pengambilan foto atau film.
 Sedangkan sumber tertulis diambil dalam bentuk sumber buku, majalah, arsip, dan dokumen resmi. Sumber tertulis lainnya adalah dokumen pribadi, yaitu tulisan tentang diri seseorang yang ditulis sendiri. Dokumen pribadi bisa juga berupa surat, buku harian, anggaran penerimaan dan sebagainya.[4] Sumber tertulis dalam penelitian ini meliputi buku profil Pondok Modern Al-Rifa'ie, brosur, makalah-makalah arsip-arsip dan dokumen resmi.
Sekarang ini foto juga lebih banyak dipakai sebagai alat untuk keperluan penelitian kualitatif karena dapat dipakai dalam berbagai keperluan. Foto menghasilkan data deskriptif yang cukup berharga dan sering digunakan untuk menelaah segi-segi subjektif dan hasilnya dianalisis secara induktif. Ada dua kategori foto yang dapat dimanfaatkan dalam penelitian kualitatif, yaitu foto yang dihasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri.[5] Oleh karena itu dalam penelitian ini juga memanfaatkan foto dalam berbagai bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Pondok Modern Al-Rifa'ie.
Penelitian kualitatif ini dilaksanakan untuk memburu dan memperoleh informasi atau data seluas mungkin. Hal ini dimaksudkan agar apa yang ingin diketahui bisa terwujud dan terpenuhi semua. Dalam penelitian ini populasinya adalah semua pengasuh, dewan guru, dan santri Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang.
D. Teknik Pengumpulan Data
1.  Observasi / Pengamatan
Adalah suatu cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut.[6] Dalam penelitian ini, peneliti sebagai pengamat Berperan serta Secara Lengkap, pengamat/peneliti menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya. Dengan demikian peneliti memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkan termasuk yang dirahasiakan sekalipun. Jadi metode observasi ini digunakan untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan kondisi obyektif dan makro mengenai Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang. Dan secara khusus pula adalah mengamati proses peningkatan profesionalisme santri di Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang. Dan sebagai upaya untuk menjelaskan kondisi intra sosial santri termasuk juga dalam mencapai tujuan, sasaran peningkatan profesionalisme santri dari konteks pola perilaku yang diterapkan di Pondok Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang. Dalam hal ini peneliti ikut tinggal di dalam lingkungan Pondok Modern Al-Rifa'ie dan mengikuti semua kegiatan yang dilakukan oleh Pondok Modern tersebut.
2. Interview / Wawancara
Yang dimaksud dengan interview adalah percakapan atau dialog antara peneliti dengan informan dengan tujuan untuk menggali data atau informasi yang dibutuhkan.[7] Sejalan dengan hal itu wawancara adalah proses perolehan keterangan untuk tujuan penelitian dengan jalan tanya jawab sambil tatap muka antara si penanya dan responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).[8] Dalam penelitian ini penulis menggunakan interview tidak terstruktur. Interview tidak terstruktur adalah peneliti mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lebih bebas dan leluasa tanpa terikat dengan susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.[9] Adapun tahap pertama dari interview tidak terstruktur ialah menemukan siapa yang akan diwawancarai. Mereka adalah yang berperan, yang pengetahuannya luas tentang daerah atau lembaga tempat penelitian. Langkah kedua, mencari tahu bagaimana cara yang sebaiknya untuk mengadakan kontak dengan mereka. Langkah ketiga, mengadakan persiapan yang matang untuk pelaksanaan wawancara.[10] Dengan menggunakan teknik ini peneliti dan obyek penelitian dapat mengembangkan ide-idenya/gagasan secara bebas dan terarah. Akan tetapi tetap berfokus pada data utama yaitu mengenai pengembangan sistem pendidikan pondok modern. Karena berkaitan dengan kerangka sistem pendidikan, maka metode interview ini ditujukan kepada kyai, dewan guru, serta santri.
3. Metode Dokumentasi
Dokumentasi berasal dari dokumen yang artinya barang-barang tertulis.[11] Dalam melakukan metode dokumentasi, peneliti menggunakan dokumen resmi yang terbagi atas dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal berupa memo, pengumuman, instruksi, notulen rapat, aturan suatu lembaga masyarakat tertentu yang digunakan dalam kalangan sendiri. Dokumen tersebut dapat menyediakan informasi tentang keadaan, aturan, disiplin, dan dapat memberikan petunjuk tentang gaya kepemimpinan. Sedangkan dokumen eksternal berisi buku-buku, majalah, dokumen, catatan harian, pernyataan, dan berita yang disiarkan kepada media massa.[12] Dalam hal ini obyek tidak dibatasi, yang penting berkaitan dengan tema pengembangan sistem pendidikan pondok modern. Dokumentasi dalam penelitian ini meliputi buku profil Pondok Modern Al-Rifa'ie, brosur, makalah-makalah arsip-arsip, dokumen resmi serta foto berbagai macam kegiatan yang dilakukan oleh Pondok Modern al-Rifa'ie.
E. Tahap-tahap Penelitian
1. Tahap Pralapangan
Ada enam kegiatan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam tahapan ini ditambah dengan satu pertimbangan yang perlu dipahami, yaitu etika penelitian lapangan. Kegiatan tersebut sebagai berikut, (1) Menyusun Rancangan Penelitian; (2) Memilih Lapangan Penelitian; (3) Mengurus Perizinan, yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berkuasa dan berwenang memberikan izin bagi pelaksanaan penelitian; (4) Menjajagi dan menilai keadaan lapangan, sebaiknya sebelum menjajagi lapangan, peneliti sudah mempunyai gambaran umum tentang geografi, demografi, sejarah, tokoh-tokoh, adat istiadat, konteks kebudayaan, kebiasaan-kebiasaan, agama, mata pencaharian dan sebagainya; (5) Memilih dan memanfatkan informan, informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian; (6) Menyiapkan perlengkapan penelitian, peneliti hendaknya mempersiapkan segala macam perlengkapan penelitian yang diperlukan. Selain itu jadwal yang mencakup kegiatan yang dijabarkan secara rinci; (7) Persoalan etika penelitian, hendaknya peneliti mempersiapkan diri baik secara fisik, psikologis maupun mental.[13] Hendaklah menghargai norma dan nilai sosial di mana penelitian dilakukan.
2. Tahap Pekerjaan Lapangan
Tahap pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian, yaitu (1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri, peneliti berusaha mengenal adanya latar tertutup yakni bercirikan orang-orang sebagai subjek yang perlu diamati secara teliti dan wawancara secara mendalam dan latar terbuka yakni terdapat di tempat umum. Karena penelitian ini dilaksanakan di Pondok Modern Al-Rifa’ie maka tempat umum adalah seperti masjid, kantin, kantor pusat, halaman pondok dan sebagainya.; (2) Memasuki lapangan, hubungan yang perlu dibina antara peneliti dan subjek berupa rapport (diucapkan: rapor). Rapport adalah hubungan antara peneliti dan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-oah tidak ada lagi dinding pemisah di antara keduanya dengan demikian subjek dengan suka rela dapat menjawab pertanyaan atau memberikan informasi yang diperlukan oleh peneliti; dan (3) Berperan serta sambil mengumpulkan data.[14]
Dalam hal ini peneliti berbaur dengan kelompok atau komunitas yang ditelitinya. Namun peneliti bersikap netral ketika dalam suatu konteks penelitian  menemukan kelompok-kelompok yang sedang bertentangan.
3. Tahap Analisis Data
Yang diuraikan dalam analis data ini meliputi tiga pokok persoalan, yaitu (1) Konsep dasar, konsep dasar dari analisis data adalah bermaksud pertama-tama mengorganisirkan data atau berbagai macam data yang berhasil dikumpulkan. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberikan kode, dan mengkategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesis kerja yang akhirnya diangkat menjadi teori substantif; (2) Menemukan tema dan merumuskan hipotesis, sejak menganalisis data di lapangan, peneliti sudah mulai menemukan tema dan hipotesis. Pada analisis yang dilakukan secara lebih intensif, tema dan hipotesis lebih diperkaya, diperdalam, dan lebih ditelaah lagi dengan menggabungkannya dengan data dari sumber-sumber lainnya; dan (3) Menganalisis berdasarkan hipotesis, peneliti menganalis data dengan mencari dan menemukan apakah hipotesis itu didukung atau ditunjang oleh data dan apakah hal itu benar. Dalam hal ini demikian peneliti barangkali akan mengubah, menggabungkan, atau membuang beberapa hipotesis.[15]
Pekerjaan analisis demikian memerlukan ketekunan, ketelitian, dan perhatian khusus serta kemampuan khusus pada peneliti. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti sendiri yang melakukannya.







 [1] Lexy Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Rosda Karya, Bandung, 2002, h. 3
 [2] Ibid., h. 4
[3] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Revisi V, Rineka Cipta,   Jakarta, h. 102
[4] Ibid,
[5] Op.cit., h. 115
[6] M. Nasir, Metode Penelitian, Ghalia, Jakarta, 1999, h. 212
[7] Op.cit, h. 135
[8] Op. cit, h. 234
[9] Sanafiah Faisal, Format Dan Penelitian (Dasar dasar dan Aplikasi), Rajawali Press, Jakarta, 1995, h. 62
[10] Lexy Moleong, op.cit., h. 139
[11] Ibid, h. 161
[12] Suharsimi, op.cit., h. 135
[13] Op. cit, h. 85-93
[14] Ibid., h. 102
[15] Ibid., h. 103-108

0 komentar:

Poskan Komentar