Selasa, 26 Maret 2013

Pengantar Mata Kuliah Etika Dakwah



By:
Maskur, S.Sos. I, MH

 perkataan moral yang berasal dari kata lain mos yang dalam bentuk jamaknya mores atau adat, atau cara hidup.
Akhlak adalah suatu ilmu yang menjelaskan pengertian baik dan buruk atau jahat, menerangkan apa yang perlu ada didalam pergaulan umat manusia, menjelaskan tujuan yang harus dicapai dalam semua tingkah lakunya, dan cara melaksanakan apa yang harus ada itu. (Drs. H. Kahar Masyhur, Membina Moral dan Akhlak,1994. Hal 1. Rineka Cipta, Jakarta.)
Moral adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya, yang berkenaan dengan baik dan buruk. (K. Bertens : 7)
Tabiat adalah sifat dalam diri yang terbentuk oleh manusia tanpa dikehendaki dan tanpa diupayakan (Meneladani Akhlak Nabi, hal 15)
Karakter adalah sifat khas yang dimiliki oleh individu yang membedakannya dari individu lain, watak, sifat, tabiat, dan bakat.
Tatakrama : biasanya dipakai kata majemuk, berarti aturan : peraturan dan susunan. Cara susunan, sistem, tata bahasa, tata kata, tata krama, dan sebagainya. (kamus umum Bahasa Indonesia edisi ketiga, W. J. S Poerwadarminta diolah kembali oleh pusat bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta 2006, hal 1217)
Persoalan etika dakwah dan hikmahnya
Persoalan :
1. Hendaknya tidak memisahkan antara apa yang ia katakan dengan apa yang ia kerjakan.
2. Tidak melakukan toleransi agama, toleransi memang dianjurkan tapi hanya sebatas tertentu dan tidak menyangkut masalah keyakinan.
3. Tidak menghina sesembahan non muslim.
4. Tidak melakukan diskriminasi sosial.
5. Tidak memungut imbalan.
6. Tidak berteman dengan pelaku maksiat.
7. Tidak menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui.
Hikmah :
Beretika dalam berdakwah akan membantu sang dai dalam mempengaruhi madunya, karena jika dai mempunyai etika yang baik maka madunya akan bersimpati padanya dan menjadi panutan yang baik dalam masyarakat hingga makin banyak yang mengikuti semangatnya.
Banyak hikmah yang terkandung ketika dai memiliki etika yang baik, selain menjadi panutan bagi orang lain, ia pun akan mendapat penilaian tersendiri atas amal-amal baik nya terhadap Allah yang mudah-mudahan menjadi amal Shaleh.
Daftar Rujukan
1.    Drs. H. Kahar Masyhur, Membina Moral dan Akhlak,1994. Hal 1. Rineka Cipta, Jakarta.
2.    Kamus umum Bahasa Indonesia edisi ketiga, W. J. S Poerwadarminta diolah kembali oleh pusat bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Balai Pustaka, Jakarta 2006,



0 komentar:

Poskan Komentar