Rabu, 27 Oktober 2010

BAYI BARU LAHIR BERMASALAH

 BAYI BARU LAHIR BERMASALAH 



  1. JENIS-JENIS BAYI BARU LAHIR BERMASLAH
1.            ASFIKSIA

Prinsip Dasar Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Bermasalah

Asfiksia berarti hipoksia yang progresif,penimbunan CO2 dan asidosis. Asfiksia pada bayi yaitu suatu keadaan bayi mengalami depresi saat dilahirkan dengan menunjukkkan gejala tonus otot yang menurun dan mengalami kesulitan mempertahankan pernafasan yang wajar.Bayi ini dapat mengalami APNU atau menunjukkan upaya pernafasan yang tidak cukup untuk kebutuhan ventilasi paru-paru.kondisi ini menyebabkan kurangnya pengambilan oksigen dan pengeluran CO2.
Penyebab depresi bayi pada saat lahir mencakup:
·         Asfiksia intrauterine
·         Bayi kurang bulan
·         Obat-obat yang di berikan atau di minum oleh ibu
·         Penyakit neuromuskular bawaan (congenital)
·         Cacat bawaan
·         Hipoksia intrapartum
Bila proses asfiksia berlangsung terlalu jauh maka dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian.asfiksia juga dapat mempengaruhi organ vital lainnya.
Pada bayi yang mengalami kekurangan oksigen akan terjadi pernfasan yang cepat dalam periode yang singkat.apabila asfiksia berlanjut,gerakan pernafasan akan berhenti,denyut jantung juga menuru,sedangkan tonus neuro muscular berkurang secar berangsur-angsur dan bayi memasuki periode apnu yang dikenal sebagai APNU PRIMER.apabila asfiksia berlanjut maka bayi akan menunjukkan pernafasan megap-megap yang dalam,denyut jantung terus menurun,tekanan darah bayi juga mulai menurun dan bayi akan terlihat lemas (flaccid).pernafasan makin lama makin lemah sampai bayi memasuki periode APNU SEKUNDER.
Apnu Primer dan Apnu Sekunder sulit sekali  di bedakan,karena pada keduanya bayi tidak bernafas dan denyut jantung dapat menurun sampai <100 denyut per menit.
Pada saat bayi dilahirkan alveoli bayi di isi  dengan “cairan paru-paru janin” cairan ini harus di bersihkan terlebih dahulu supaya udara dapat masuk ke paru-paru janin.dalam kondisi seperti ini , paru-paru memerlukan tekanan yang cukup besar untuk mengeluarkan caiaran tersebut agar alveoli dapat berkembang untuk yang pertama kalinya.
Masalah-masalah yang di hadapi dalam mengeluarkan cairan dalam paru-paru dalah:
·         Bayi sudah menderita apnu saat di lahirkan
·         Bayi dengan upaya pernafasan yang lemah dan tidak efektif seperti pada:
Ø  Bayi kurang bulan
Ø  Bayi yang dilahirkan dengan depresi karena asfiksia,pengaruh obat-obat pada ibu,anestesia dan lain-lain sebab.


Penilaian asfiksia pada bayi baru lahir

Aspek yang sangat penting dari resusitasi bayi baru lahir adalah menilai bayi,menentukan tindakan yang akan dilakukan dan akhirnya melakukantindakan tadi.
Penilaian untuk melakukan resusitasi semata-mata ditentukan oleh tiga tanda yang penting ,yaitu:
1)      Pernafasan
Apabila penilaian pernafasan menunjukkan bahwa bayi tidak bernafas maka diberikan Ventilasi dengan Tekanan Tinggi (VTP)

2)      Denyut jantung
3)      Warna kulit

Penanganan asfiksia pada bayi baru lahir (Resusitasi pada bayi baru      lahir)

Bayi baru lahir dalam apnu primer dapat memulai pola pernafasan biasa, walaupun mungkin tidak teratur dan tidak efektif,tanpa intervensi khusus.bayi baru lahir dalam apnu sekunder tidak akn bernafas sendiri,sehingga diperlukan tindakan VTP untuk membantu bayi memulai pernafasan pada bayi baru lahir dengan apnu sekunder.
Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC resusitasi.
A-    Memastikan saliran nafas terbuka
B-    Memulai pernafasan
C-    Mempertahan sirkulasi (peredaran darah)

Bagian-bagian dari tatalaksana resusitasi:
A-    Memastikan saluran nafas terbuka
v  Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi:bahu di ganjal
v  Menghisap mulut,hidung,kadang-kadang trachea
v  Bila perlu masukkan pipa endotraceal (pipa ET) untuk memastikan saluran nafas terbuka
B-    Memulai pernafasan
v  Memakai rangsangan taktil untuk memulai pernafasan
v  Memakai VTP,bila perlu sperti:
1.      sungkup dan balon
2.      pipa ET
3.      mulut ke mulut (hindari paparan infeksi)



C-    Mempertahankan sirkulasi darah
v   Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah
1.kompersi dada
2.pengobatan


PERSIAPAN RESUSITASI

Mengantisipasi bayi lahir dengan depresi atau asfiksia
  • Meninjau riwayat antepartum
  • Meninjau riwayat intrapartum

Urutan pelaksanaan resusitasi
*      Mencegah khilangan panas dan mengeringkan tubuh bayi
·         Alat pemancar panas telah di aktifkan sebelumnya sehingga tempat meletakkan bayi hangat
·         Bayi di letakkan di bawah pemancar panas,tubuh dan kepala bayi di keringkan dengan menggunakan handuk atau selimut hangat(apabila diperlukan penghisapan mekonium,dianjurkan untuk menunda pengeringan tubuh yaitu setelah mekonium di hisap dari trachea)
·         Untuk bayi sangat kecil ( BB< 1500 gr ) atau apabila suhu ruangan sangat dingin dianjurkan menutup bayi dengan sehelai plastic tipis yang tembus pandang
*      Meletakkan bayi dalam posisi yang benar
·         bayi di letakkan terlentang di alas yang datar,kepala lurus dan leher sedikit tengadah (ekstensi)
·         untuk mempertahankan agar leher tetap tengadah,letakkan handuk atau selimut yang di gulung di bawah bahu bayi,sehingga bahu terangkat ¾ sampai 1 inci (2-3 cm)

*      membersihkan jalan nafas
·         kepala bayi di miringkan agar caiaran berkumpul dimulut dan tidak di faring bagian belakang.
·         Mulut di bersihkan terlebih dahulu dengan maksud:
ü  Cairan tidak teraspirasi
ü  Hispan pada hidung akan menimbulkan pernafasan megap-megap (gasping)
·         Apabila mekonium kental dan bayinmengalami depresi harus dilakukan penghisapan dari trachea dengan menggunakan pipa ET
*      Menilai bayi
Penilaian bayi di lakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting bagi kelanjutan hidup bayi
·         Usaha bernafas
Ø  Apabila bayi bernafas spontan dan memadai,lanjutka dengan menilai frekuensi denyut jantung
Ø  Apabila bayi mengalami apnu atau sukar bernafas (megap-megap atau gasping) di lakukan rangsangan taktil dengan menepuk-nepuk atau menyentil telapak kaki bayi atau menggosok punggung bayi sambil memberikan oksigen
Ø  Apabila setelah beberapa detik tidak terjadi reaksi atas rangsanagn taktil,mulailah pemberian VTP
Ø  Pemberian oksigen harus berkonsentrasi 100% (yang di peroleh dari tabung oksigen)kecepatan aliran oksigen paling sedikit 5 liter per menit.
·         Frekuensi denyut jantung
Ø  Segera setelah menilai usaha bernafas dan melakukan tindakan yang diperlukan tanpa memperhatikanpernafasan apakah spontan normal atau tidak,segera dilakukan penilaian frekuensi denyut jantung bayi.
Ø  Apabila frekuensi denyut jantung lebih dari 100/menit dan bayi bernafas spontan,dilanjutkan dengan menilai warna kulit
Ø  Apabila frekuensi denyut jantung <100/menit,walaupun bayi bernafas spontan,menjadi indikasi untuk dilakukan VTP.
Ø  Apabila detak jantung tidak dapat dideteksi,epinefrin harus segera diberikan dan pada saat yang sama VTP dan kompresi dada dimulai.
·         Warna kulit
Ø  Penilaian warna kulit dilakukan apabila bayi bernafas. spontan dan frekuensi denyut jantung bayi >100/menit
Ø  Apabila terdapat sianosis sentral,oksigen tetap diberikan.
Ø  Apabila terdapat sianosis perifer,oksigen tidak perlu diberikan.sianosis perifer disebabkan oleh karena peredaran darah yang masih lamban,antara lain karena suhu ruang bersalin yang dingin,bukan akibat hypoxemia
*                                                                              VTP (ventilasi tekanan positif)

NB:Apabila dengan tahapan diatas dada masih tetap kurang berkembang,sebaiknya dilakukan intubasi endotrakea dan ventilasi pipa balon.
*      Menilai frekuesi denyut jantung bayipada saat VTP
*      Memasang kateter orogastrik
*      Kompresi dada
*      Intubasi endotrakeal

Meberikan obat-obatan

            Obat-obat diperlukan oleh bayi baru lahir yang tidak memberikan respon terhadap ventilasi yang adekuat dengan oksigen 100% dan kompres dada.
            Obat-obat diberikan apabila:
  • Frekuensi jantung bayi tetap dibawah 80/menit walaupun telah dilakukan ventilasi adekua(dengan oksigen 100%)dan kompresi dada untuk paling sedikit 30 detik.
  • Frekuensi jantung nol

Obat dan volume expanders diberikan selama prosedur resusitasi untuk:
·         Stimulasi jantung
·         Meningkatkan pervusi jaringan
·         Memperbaiki keseimbangan asam basa
Obat-obat spesifikdengan kebutuhan untuk mengulangi dosis tersebut ditentukanoleh kondisi bayisetelah pemberiansetiap obat/volume expanders.
Obat-obat dapat diberikan melalui:
Ø  Vena umbilikalis
Ø  Vena periver
Ø  Pipa endotrakeal

Epinefrin
            Merupakan obatpertama yang diberikan.apabila respon terhadap epinefri tidak adekuat,volume expanders/natrium bikarbonat diperlukan.epiefrin meningkatkan kekuatan dan kecepatan kontraksi jantungdan menyebabkan vasokontriksi periver,yang berperan penting dalam peningkatan allirandarah melalui arteri-arteri koroner dan aliran darah kejaringan otak.

Indikasi
Diberikan apabila:
  • Frekuensi jantung tetap dibawah 80/menit walaupun telah dilakukuan paling sedikit 30 detik VTP adekuat dengan oksigen100% dan kompresi dada
  • Frekuensi jantung nol.
Nb:apabila detak jantung tidak dapat dideteksi,epinefrin harus segera diberikan dan pada saat yang sama VTPdan kompresi dada dimulai.

Dosis
Dosis
0,1-0,3 ml/kg  untuk larutan 1:10.000
Kadar dalam larutan yang dianjurkan 1:10.000.epinefrin secara komersial terdapat dalam larutan berkadar 1:10.000,sehingga tidak perlu mengencerkan lagi

Cara pemberian
IV/melalui pipa endotrakeal.pertimbangan pemberian dosis yang lebih tinggiyaitu 0,1-0,2mg/kg.epinefrin melalui pipa ET secara intra vena tidak memungkinkan dan apabila bayi baru lahir tidak memberikan respon terhadap dosis standart,apabila diberikan melalui pipa ET,epinefri diencerkan dengan cairan garam fisiologi sampai volume1-2ml dan diberikan dengan cepat.

Efek
  • Meningkatkan kekuatan dan kecepatan kontraksi jantung
  • Menyebabkan vasokontriksi perifer

Tindak lanjut
            Apabila frekuensi jantung tetap dibawah 100/menit, dipertimbangkan pemberian:
§  Epineprin diberikan lagi, dapat diulang setiap 3-5 menit apabila diperlukan.
§  Volume expander, apabila terdapat kehilangan darah akut dengan tanda-tanda hipovolemia.
§  Natriumbikarbonat, untuk apnu yang lama yang tidak memberikan respon terhadap terapi lain.

Volume expanders
            Volume expanders digunakan untuk menanggulangi efek hipovolemia dengan meningkatkan volume vaskuler dan kemudian pervusi jaringan.hipovolemia perlu dipertimbangkan pada setiap bayi yang membutuhkan resusitasi.penting untuk disadaribahwa tanda-tanda hipovolemia karena kehilangan darah pada bayisering tidak tampak.kehilangan 20%atau lebihvolume darah total menyebabkan tanda-tanda berikut:
  • Pucat yang menetap setelah oksigenasi
  • Nadi yang lemah dengan fungsi jantung yangbaik
  • Respon yang buruk terhadap usaha resusitasi
  • Penurunan tekanan darah(mungkin ditentukan)

Indikasi
            Volume expanders digunakan dalam resusitasi apabila terdapat kejadian atau diduga adanya kehilangan darah akut dengan tanda-tanda hipovolemi.
Empat jenis volume expanders yang dapat diberikan:
  • Darah /whole blood(darah o yang telah diperiksa silang dengan darah ibu)
  • Cairan albumin – salin 5%(atauengganti plasma yang lain)
  • Larutan garam fisiologgis(Nacl fisiologis)
  • Cairan ringer laktat
Pemberian
Dosis 10ml/kg
Cara pemberian intra vena /IV
Kecepatan pemberian selama waktu 5-10 mmmenit
Efek
  • Meningkatkan volume vaskuler
  • Menurunkan asidosis metabolic dengan meningkatkan perfusi jaringan
Tindak lanjut
·         Dapat diulang apabila tandda-tanda hipovolemia menetap
·         Apabila perbaikan hanya sedikit atau tidak ada:
ü  Dipertimbangkan adanya asidosis metabolic dan perlunya natrium bikarbonat
ü  Dengan menurunnya tekanan darah yang menetap, dipertimbangkan penggunaan dopamine

Natrium Bikarbonat
            Pada asfiksia yang lama,berkurangnya oksigenasi jaringan akan menyebabkan menimbulnya asam laktat,yang menyebabkan terjadinya asidosis metabolic.
            Penggunaan natrium bikarbonat tidak menguntungkandalam resusitasi jantung paru yang cepat,tetapi mungkin menguntungkan dalam apnu yang lama yang tidak memberikan respon terhadap terapi lain.

Indikasi
            Natrium bikarbonat digunakan apabila terdapat apnu yang lama yang tidak memberikan respon terhadap terapi lain.Natrium bikarbonat hanya di berikan apabila VTP sudah di lakukan.

Dosis
Dosis 2 mEq/kg
Kadar dalam larutan yang di anjurkan 0,5mEq/ml = 4,2% cairan.cairan 4,2%natrium bikarbonat terdapat dalam semprit 10 ml.

Cara pemberian
Intrvena (IV)
Masukkan 20 ml natrium bikarbonat ke dalam semprit atau siapkan 2 semprit masing-masing 10 ml natrium bikarbonat.kecepatan pemberian  perlahan-lahan,paling cepat dalam waktu 2 menit (1 mEq/kg per menit)

Efek
  • Memperbaiki asidosis metabolic dengan meningkatkan pH darah  apabila ventilasi adekuat
  • Menimbulkan penambahan volume disebabkan oleh caiaran garam hipertonik

Nalokson hidroklorid
            Nalokson hidroklorid di kenal dengan nama narcon adalah suatu antogonis narkotika yang melawan depresi pernafasan yang di sebabkan oleh beberapa obat narkotika.

Indikasi
  • Depresi pernafasan yang berat
  • Riwayat pemberian narkotika pada ibu dalam 4 jam sebelum persalinan

Dosis
Dosis 0,1 mg/kg
Kadar 0,4 mg/ml atau 1.0 mg/ml cairan siapkan 1 ml dalam semprit

Cara pemberian
Diutamakan dalam pipa ET atau IV
Dapat di berikan IM atau SC tetapi bekejanya lambat,disuntikkan dengan cepat.

Efek
Antagonis narkotika
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates