Sabtu, 23 Oktober 2010

FAKTOR FISIK PADA KEHAMILAN

BAB I
PENDAHULUAN


1.1   LATAR BELAKANG

            Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
            Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.
                        Karena kemungkinan viabilitas janin yang telah berkembang, definisi budaya dan legal dari hidup seringkali menganggap janin dalam triwulan ke-3 adalah sebuah pribadi. Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida, sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (minggu-minggu awal) dan kemudian janin (sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida atau gravida 1: seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0.
                        Dalam banyak masyarakat definisi medis dan legal kehamilan manusia dibagi menjadi tiga periode triwulan, sebagai cara memudahkan tahap berbeda dari perkembangan janin. Triwulan pertama membawa risiko tertinggi keguguran (kematian alami embrio atau janin), sedangkan pada masa triwulan ke-2 perkembangan janin dapat dimonitor dan didiagnosa. Triwulan ke-3 menandakan awal 'viabilitas', yang berarti janin dapat tetap hidup bila terjadi kelahiran awal alami atau kelahiran dipaksakan.

1.2   TUJUAN PENULISAN

1.      Untuk mengetahui seberapa besar dampak dari kondisi fisik terhadap ibu hamil dan janin
2.      Untuk mengetahui ruang lingkup dari factor fisik pada kehamilan

























BAB II
PEMBAHASAN

2.1   PENGERTIAN FAKTOR FISIK PADA KEHAMILAN
            Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi. Sedangkan Fisik atau dalam bahasa Inggris "Body" adalah sebuah kata yang berarti badan/benda dan dapat terlihat oleh mata juga terdefinisi oleh pikiran . Kata fisik biasanya digunakan untuk suatu benda / badan yang terlihat oleh mata . Fisik bisa digunakan untuk "tubuh manusia" atau untuk "bangunan" atau "bangun lainnya" .
            Faktor Fisik Pada Kehamilan adalah suatu factor kehamilan yang ciri-cirinya biasa dilihat secara jelas atau nyata oleh mata telanjang.

2.2   FAKTOR FISIK PADA KEHAMILAN

2.2.1   STATUS KESEHATAN

            Selama kehamilan seorang wanita mengalami perubahan secara fisik seperti uterus akan membesar karena didalamnya telah tumbuh janin, tentunya dengan adanya perubahan tersebut keadaan kesehatan ibu akan berubah pula karena tubuh ibu dipersiapkan untuk mendukung perkembangan dari kehidupan yang baru dan untuk menyiapkan janin hidup di luar kandungan. Keadaan ini dapat diperberat dengan adanya status yang buruk atau penyakit yang diderita klien seperti penyakit jantung, asma dan diabetes. Status kesehatan dapat diketahui dengan memeriksakan kehamilannya ke pelayanan kesehatan terdekat.

Ø  Penyakit Jantung
            Penyakit jantung dapat memperberat kehamilannya karena jantung yang tidak normal tidak dapat menyesuaikan kerjanya terhadap perubahan fisiologis seperti hipervolemia dan terdesaknya jantung dan diafragma karena pembesaran rahim. Maka dapat dipahami bahwa kehamilan dapat memperbesar atau memperberat penyakit jantung bahkan menyebabkan payah jantung (Dekompensasi Cordis). Pengaruh penyakit jantung pada kehamilan adalah dapat menyebabkan terjadinya abortus, prematuritas, dismaturitas, lahir mati dan IUFD.
Jantung yang normal dapat menyesuaikan diri terhadap segala perubahan sistem jantung dan pembuluh darah yang disebabkan oleh kehamilan, yaitu dorongan diafragma oleh besarnya kehamilan sehingga dapat mengubah posisi jantung dan pembuluh darah sehingga terjadi perubahan dari kerja jantung, karena :
a. Pengaruh peningkatan hormon
b. Terjadi haemodilusi (puncaknya umur kehamilan 28-32 minggu)
c. Kebutuhan janin untuk tumbuh kembang
d. Kembalinya darah segera setelah plasenta lahir
Penyakit jantung dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan, yaitu dalam bentuk :
ü  Dapat terjadi keguguran.
ü  Persalinan premature atau BBLR.
ü  Kematian perinatal meningkat.
ü  Hambatan pertumbuhan dan perkembangan janin baik fisik maupun intelegensi.

Ø  Penyakit Paru-Paru
Ibu hamil dengan tuberkulosis sebaiknya jangan dicampur dengan ibu hamil yang sehat untuk penularan. Ibu dengan TBC aktif memerlukan pengobatan dalam waktu lama yang dapat mempengaruhi janin dalam kandungannya. Ibu TBC aktif tidak dibenarkan memberikan ASI pada bayinya untuk mencegah penularan.

Ø  Penyakit Asma
 Penyakit asma yang berat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim melalui gangguan pertukaran O2 dan CO2. Penyakit asma sering merupakan penyakit keturunan, diagnosis biasanya mudah didapat karena ibu tersebut telah sering berobat kepada dokter atau pengobatan non medis.  Asma dapat berkurang atau bertambah dalam kehamilan, kehamilan akan berlangsung tanpa gangguan kecuali apabila sering kambuh.  Jika ibu kerap mengalami sesak nafas, janin akan kekurangan oksigen hingga menghambat proses tumbuh kembangnya.  Karena itulah ibu hamil harus berupaya agar asmanya tidak kambuh dan apabila kambuh dapat diberikan obat-obatan atau oksigen setelah berkonsultasi dengan dokter.

Ø  Penyakit Diabetes
            Ibu hamil rawan mengalami kenaikan kadar gula darah yang tidak pernah dialami sebelum hamil.  Karena gangguan ini juga bisa dialami ibu hamil yang sebelumnya tidak punya riwayat diabetes.  Gejala diabetes terhadap kehamilan dapat menyebabkan janin mengalami kelainan kongenital,partus prematurus, hidramnion, preeklamsia, kelainan letak janin dan insufisiensi plasenta.

Ø  Penyakit Pneumonia
Ibu hamil dengan penyakit Pneumonia memberikan gejala panas tinggi, gangguan pernafasan, gangguan pertukaran CO2 dan O2, sehingga membayakan pertumbuhan perkembangan janin dalam rahim, sampai dapat terjadi keguguran dan persalinan prematur.

Ø  Infeksi Rubella
Infeksi rubela pada kehamilan dapat menimbulkan kelainan bawaan sehingga perlu dilakukan gugur kandungan.
Bentuk cacat bawaan yang ditimbulkan diantaranya :
a. Mata : Katarak, glaukoma dan mikroftalmia
b. Telinga : Tuli
c. Jantung : PDA, ASD, VSD, Stenosis Arteri Pulmonalis
d. Susunan syaraf pusat : Meningoensefalitis, mikrosefali, gangguan intelegensi
e. Keterlambatan pertumbuhan janin, heptomegali, ikterus, kelainan kromosome, trombositopeni dan anemia

Ø  Hepatitis Infeksiosa
Pengaruh hepatitis terhadap kehamilan bersumber dari gangguan fungsi hati dalam mengatur dan mempertahankan metabolisme tubuh, yang berdampak dalam bentuk keguguran, prematuritas dan kematian janin dalam rahim.
Ø  Infeksi Gonorrhoe
pengaruh infeksi gonorrhoe terhadap kehamilan praktis tidak ada, tetapi terhadap bayi dapat menimbulkan infeksi mata konjungtivis gonorrhoe neonatorum.

Status kesehatan ibu hamil dapat mempengaruhi kehamilannya, misalnya adanya penyakit atau keadaan alat kandungan yang mengalami kelainan pada alat reproduksinya, maka akan mempengaruhi kehamilan.
Kelainan alat reproduksi.
1. Septum vagina
2. Varices
3. Kista vagina
4. Kista ovarii, dll

2.2.2   STATUS GIZI

            Status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan.  Banyak wanita yang tidak mengetahui manfaat gizi  bagi ibu hamil (diet ibu hamil). Masalah inilah yang menjadi tugas kita sebagai seorang bidan untuk menerangkannya disetiap kunjungan ibu.  Meskipun bukan merupakan jaminan, dengan mengikuti anjuran diet atau makanan yang terbaik bagi wanita hamil, akan sangat membantu mendapatkan kehamilan yang nyaman,tidak saja ia akan membantu menghindari atau mengurangi rasa mual dipagi hari dan gangguan pada pencernaan,diet ini juga membantu  ibu mengurangi rasa letih, mencegah susah buang air besar dan ambien/hemorrhoid, mencegah infeksi pada sistem kemih, anemi dan kejang pada kaki.
            Kebutuhan ibu hamil akan nutrisi lebih tinggi dibandingkan saat sebelum hamil dan kebutuhan tersebut semakin bertambah pada saat ibu menyusui bayinya.  Kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badannya. Untuk memenuhi kebutuhan akan nutrisi maka ibu harus makan makanan yang benyak mengandung gizi karena makanan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan janin,plasenta,buah dada dan kenaikan metabolisme dan apabila kekurangan dapat menyebabkan terjadinya abortus (pada kehamilan trimester I) atau terjadiya partus premeturus.
            Berikut  ini adalah tabel kebutuhan ibu hamil akan zat makanan pada saat ibu dalam keadaan tidak hamil,hamil dan menyusui.

Kebutuhan kalori dan
Zat makanan
Tidak hamil
Hamil
Menyusui
Kalori
Protein
Kalsium
Zat bezi
Vitamin A
Vitamin D
Thiamni
Roboflavin
Niasin
Vitamin C
2000 kkal
55 g
0,5 g
12 g
5000 IU
400 IU
0,8 mg
1,2 mg
13 mg
60 mg
2300 kkal
65 g
1 g
17 g
6000 IU
600 IU
1 mg
1,3 mg
15 mg
90 mg
2700 kkal
80 g
1 g
17 g
7000 IU
800 IU
1,2 mg
1,5 mg
18 mg
90 mg

           
NUTRISI
Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dengan benar maka perlu diketahui adanya perubahan-perubahan yang terjadi pada kehamilan.
a. Perubahan tahap I : Dua minggu setelah konsepsi, telur yang dibuahi akan melekat pada endometrium uterus dan terjadi proliferasi dari sel-sel dengan cepat. Plasenta juga mulai terbentuk. Pada tahap ini belum diperlukan suplementasi nutrisi khusus.
b. Perubahan tahap II : Pada minggu ke 2 sampai minggu ke 8 sebagian organ-organ telah mulai terbentuk seperti jantung, ginjal, paru, hati dan rangka. Dari percobaan binatang, bila pada fase ini terdapat defisiensi vitamin A riboplavin, vitamin B6, vitamin B2 atau asam folat akan terjadi kelainan cacat bawaan. Pada tahap ini diperlukan suplementasi dalam bentuk vitamin dan mineral untuk menghindari terjadinya defisiensi dan cacat bawaan.
c. Perubahan tahap III : Mulai minggu ke 8 sampai lahir terjadi pertumbuhan janin yang cepat, serta terbentuknya cadangan pada ibu untuk mempersiapkan kelahiran dan memproduksi ASI. Pada tahap ini terjadi hyperplasi dan hipertrofi sel-sel dan kecepatannya berbeda untuk masing-masing orang. Oleh karena itu, suplementasi nutrisi sangat diperlukan terutama dalam bentuk kalori dan protein.
Kalori
            Berdasarkan angka kecukupan gizi, tambahan kalori untuk wanita hamil + 285 kalori. Untuk meyakinkan agar penggunaan kalori selama kehamilan berlangsung adekuat, masukan energi harus diatas 36 kalori/kg/hari.
Kecukupan yang dianjurkan, sebanyak 40 kalori/kg/hari dalam distribusi yang seimbang yaitu protein + 15 %, lemak + 30% dan karbohidrat + 55%

Protein
            Tambahan protein untuk wanita hamil sebesar 9 gram. Kecukupan protein yang dianjurkan untuk wanita Indonesia umur 20-39 tahun dengan berat badan 47 kg sebanyak 41 gram protein sehari atau sekitar 0,8 gram/kg/hari.

Vitamin dan Mineral
- Vitamin A ditambah 50 mg/hari
- Tiamin ditambah 0,2 mg/hari
- Niacin ditambah 2 mg/hari
- Vitamin C ditambah 0,6 mg/hari
- Zat Besi ditambah 2 mg/hari
                        Peningkatan kebutuhan zat besi untuk pembentukan darah janin dan persediaan ibu masa laktasi sampai 6 bulan sesudah melahirkan, karena ASI tidak mengandung garam besi. Persediaan ibu untuk mengganti darah yang hilang pada waktu persalinan.
                        Pemberian zat besi dimulai setelah rasa mual dan muntah hilang, satu tablet sehari selama minimal 90 hari. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60mg) dan asam folat 500 mg. Bila ibu merasa mual, konstipasi atau diare akibat zat besi, dianjurkan meminumnya setelah makan. Sebaikanya tablet zat besi dimakan bersama buah-buahan yang mengandung vitamin C, karena untuk menambah penyerapan. Jangan meminumnya dengan susu, teh atau kopi, karena akan menghambat penyerapan. Sumber zat besi : telur, hati, ginjal dan daging (hewani) dan nabati : kacang-kacangan dan sayur hijau.
Air
            Air berfungsi membantu sistem pencernakan makanan dan membantu proses transportasi. Selama hamil terjadi perubahan nutrisi dan cairan pada membrane sel. Air menjaga keseimbangan sel, darah, getah bening dan cairan vital tubuh lainnya. Air juga menjaga keseimbangan suhu tubuh, karena itu dianjurkan minum 6-8 gelas (1500-2000 ml) air, susu dan jus tiap hari.

Ibu hamil juga tidak dianjurkan untuk minum kopi ataupun teh karena kopi dan teh mengandung kafein yang dapat meningkatkan denyut jantung dan Tekanan Draha, disamping bisa menyebabkan iritasi lambung.  Kafein bersifat diuretik sehingga ibu menjadi sering buang air kecil akibatnya mengurangi jumlah mineral penting seperti : kalium,kasium dan magnesium dalam tubuh.  Kondisi ini menyebabkan ketidak seimbangan elektrolit tubuh padahal keseimbnagan elektrolit tubuh berfungsi untuk menjaga kerja jantung dan alat-alat tubuh lain dengan baik.
            Mual muntah sering di alami wanita hamil pada awal-awal kehamilan yangs ering disebut dengan morning sickness.  Penyebab dari morning sickness tidak diketahui dengan jelas meskipun sejumlah pendapat telah dikemukakan antara lain karena ada perubahan kada hormon,kadar gula darah yang rendah (mungkin disebabkan karena pola makan tidak teratur), kelebihan gastrik,peristaltik lambat, perubahan uterus dan faktor emosional yang memicu terjadinya mual muntah.  Sebenarnya mual muntah ini normalnya terjadi hanya pada kehamilan trimseter pertama.
Cara yang dipakai untuk menentukan berat badan menurut tinggi badan adalah menggunakan indeks massa tubuh (IMT) dengan rumus berat badan dibagi tinggi badan pangkat 2. Contoh : Wanita dengan berat badan sebelum hamiln 51 kg dan tinggi badan 1,57 meter, Maka IMTnya : 51/(1,57)²= 20,7. Nilai IMT mempunyai rentang :
19,8-26,6 = Normal
< 19,8 = Underweight
26,6-29,0 = Overweight
>29,0 = Obese
Penambahan berat badan per trimester lebih penting dari pada penambahan berat badan keseluruhan. Pada trimester pertamam peningkatan berat badan hanya sedikit, antara 0,7 sampai 1,4 kg. Pada trimester berikutnya akan terjadi peningkatan berat badan yag dapat dikatakan teratur, yaitu 0,35 – 0,4 kg per minggu.

Skema Malnutrisi pada ibu hamil
Ibu Malnutrisi
ß
Volume darah berkurang
ß
Peningkatan curah jantung tidak adequate
ß
Penurunan darah plasenta
ß
Penurunan ukuran plasenta --------- Mengurangi transfer nutrisi
ß
Pertumbuhan janin terhambat

2.2.3   SUBTANCE ABUSE

Subtance Abuse
Subtance : Obat
Abuse : Penyalahgunaan
Menurut Pemerintah, angka resmi penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, Zat adiktif ) sebesar 0,065 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 130.000 orang
Belum diketahui data lengkap mengenai jumlah kaum wanita pengguna NAPZA dan berapa diantaranya yang hamil dan melahirkan.
Pada hakekatnya semua wanita tahu tentang akibat dari meminum alkohol. Resiko dari minum alkohol yang terus-menerus, tentunya juga berhubungan dengan dosis yang akan menyebabkan berbagai masalah yang serius seperti meningkatkan resiko keguguran, lahir prematur, berat lahir yang rendah, komplikasi selama masa persiapan kelahiran, persalinan dan FAE (Fetal Alkohol effect).  Di Amerika Serikat,penggunaan alkohol selama kehamilan merupakn penyebab terbesar dari keterbelakangan mental dan cacat lahir.  Makin cepat seorang peminum menghentikan kebiasaanya selama kehamilan akan lebih kecil resikonya pada bayi.
            Penggunaan atau penyalahgunaan: Singkatnya anda menggunakan obat–obat resep dengan sepatutnya jika anda memakainya sesuai dengan petunjuk dokter yang sudah mengetahui riwayat kesehatan anda. itu mencakup menggunakan dosis yang tepat pada waktu yang ditetapkan, dengan cara yang sepatutnya, dan dengan tujuan medis yang benar. Meski demikian, boleh jadi timbul gejala-gejala yang tidak diinginkan atau yang tidak diharapkan. Jika hal itu terjadi, segera beritahu dokter Anda. Sang dokter mungkin akan mengubah resep atau membatalkannya. Prinsip yang sama berlaku atas obat-obatan yang dijual bebas di pasar: Gunakan hanya bila perlu, dan ikuti petunjuk yang ada di label dengan saksama.
            Orang-orang memasuki daerah berbahaya sewaktu mereka mengonsumsi obat untuk tujuan yang salah, tidak mengikuti dosis yang ditetapkan, menggunakan obat yang diresepkan untuk orang lain, atau menggunakannya dengan cara yang salah. Sebagai contoh, ada tablet yang harus ditelan bulat-bulat agar bahan aktifnya diterima tubuh secara perlahan-lahan. Orang-orang yang menyalahgunakan obat sering merusak proses itu dengan mengunyah atau melumatkan obat, menghancurkan dan menghirupnya, atau melarutkan dalam air dan kemudian menyuntikannya. Boleh jadi, ia merasa high, tetapi itu bisa jadi menjadi langkah pertama menuju kecanduan. Yang lebih parah lagi, hal itu bisa menyebabkan kematian.

PATOFISIOLOGI OBAT PADA IBU HAMIL
Banyaknya obat yang masuk dalam sirkulasi janin selain tergantung dari dosis yang dipakai oleh ibu, juga sangat berpengaruh pada kemampuan obat menembus membran biologik plasenta

DIAGNOSIS
            Diagnosis dini yang tepat dan akurat sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dari diagnosis ini dapat dilakukan perawatan baik pada ibu maupun pada bayinya.


Anamnesa
            Sebagian besar ibu pengguna NAPZA merahasiakan informasi ini. Rincian mengenai tingkat, jumlah, dan lamanya ketergantungan seringtidak jelas. Bagaimanapun, anamnesa riwayat pemakaian NAPZA pada ibu hamil adalah cara yang paling sederhana dan termudah untuk menunjang diagnosis.
Disini dibutuhkan keahlian dari dokter/bidan untuk mengorek informasi yang jelas dan terinci pada saat anamnesa

Tes laboratorium
                        Tehnik dan metode laboratorium untuk mendeteksi penggunaan obat golongan NAPZA telah berkembang dengan pesat. Dewasa ini telah banyak diperkenalkan metoda rapid immunoassay ( enzymatic assay atau radioimmunoassay) untuk tes skrining dan dilanjutkan dengan metoda gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) sebagai konfirmasi bila hasil tes skrining positif. Walaupun demikian, masih mungkin terjadi negatif palsu atau positif palsu karena reaksi silang, misalnya pada codein karena 10 % dari sediaan codein yang dikonsumsi akan dimetabolis menjadi morfin di hati.
Tes laboratorium ini digunakan bila terdapat kecurigaan bahwa pasien (ibu maupun bayinya) terpapar obat-obat golongan NAPZA maupun untuk pemantauan hasil terapi.
Bahan yang sering diperiksa sebagai sample adalah :

Urine
            Urin adalah bahan untuk pemeriksaan yang paling mudah didapat dan paling umum digunakan. Obat obatan golongan NAPZA dapat dideteksi hingga beberapa hari setelah persalinan. Dapat ditemukan hanya bila pemakaian obat dilakukan beberapa hari sebelum persalinan, dan dapat bertahan hingga beberapa hari. Dapat digunakan urine dari ibu maupun bayi.

Mekonium
           
Pemeriksaan mekonium mudah dilakukan dan obat dapat diketemukan hingga sampai 3 hari setelah partus. Ini lebih sensitif dibandingkan urine untuk mendeteksi obat-obat yang termasuk dalam golongan NAPZA dan dapat digunakan dalam periode yang lama daripada tes dengan urine.
Rambut
           
Rambut adalah yang paling sensitif untuk mendeteksi penggunaan obat yang termasuk dalam golongan NAPZA . Tetapi tes menggunakan rambut sangat jarang dilakukan.
                        Diperlukan tehnik pengambilan, penampungan, penyimpanan dan perlakuan bahan yang benar agar dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

TERAPI
            Pada ibu hamil yang terkontaminasi obat golongan NAPZA, terapi yang diberikan tidak hanya semata-mata untuk kepentingan ibu tetapi terutama untuk meminimalisasi efek samping yang buruk dari obat-obatan itu pada janin.
Secara umum ada 3 macam metode detoksifikasi yang dikenal, yaitu :
Abrupt withdrawal treatment
                        Yaitu metode detoksifikasi dengan cara penghentian total pemakaian obat hingga dapat terjadi gejala putus obat. Tehnik ini tidak dianjurkan pada wanita hamil karena dapat menyebabkan kematian bayi yang dikandungnya.
Gradual withdrawal treatment
                        Yaitu metode detoksifikasi dengan cara menurunkan dosis obat yang digunakan secara bertahap serta mengurangi ketergantungan obat dengan cara mengganti dengan obat substitusi. Tehnik ini dianjurkan pada wanita hamil. Obat substitusi yang dianjurkan adalah metadon.
Rapid detoksifikasi
                        Yaitu metode detoksifikasi dengan menggunakan antagonis morphin yang diberikan lewat sonde lambung dan dengan menggunakan anestesi general. Disini fase sakaw dari narkotika dipercepat dan rasa sakit dikurangi dengan penggunaan anestesi . Tehnik ini tidak dianjurkan pada wanita hamil karena dapat menyebabkan kematian bayi yang dikandungnya..

2.2.4   MEROKOK

 Hasil penelitian menunjukkan baik perokok aktif maupun pasif hubungannya dengan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, yang berdampak pada perkembangan anak.         
Terdapat bukti kuat bahwa ibu hamil yang merokok dapat langsung mempengaruhi dan merusak perkembangna janin dalam rahim seperti BBLR, apneu dan kemungkinan meninggal karena SIDS ( Sudden Infant Death Sindrome) atau Crib Death atau kematian diranjang bayi.  Asap rokok dapat menyebabkan suplai Oksigen dan nurisi kepada janin melalui plasenta berkurang. Menurut Makin et al (1991) penelitian pada perkembangan anak umur 6-9 tahun dengan ibu perokok aktif, ibu perokok pasif, dan ibu tanpa rokok ketika hamil, menujukkan anak-anak dengan ibu tanpa rokok lebih baik dalam kemampuan berbicara, berbahasa, intelektual, visual dan perilaku.
            Di masa modern ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokok sendiri maupun orang – orang disekitarnya.
            Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya. Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untuk mendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma ( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana, 2004).

2.2.5   KEHAMILAN TIDAK DIHARAPKAN

            Hamil tidak diharapkan adalah kehamilan yang oleh karena suatu sebab maka keberadaanya tidak diinginkan oleh salah satu pihak ataupun keduanya.  Najman,et al  (1991) menemukan bahwa kecemasan post partum dan depresi lebih banyak terjadi pada kehamilan yang tidak direncanakan atau tidak diharapkan.  Ryan dan Dunn (1988) melakukan penelitian tentang begaimanakah penyelesaian terhadap kehamilan diluar nikah.
            Penelitian dilakukan terhadap beberapa sample mahasiswa secara garis besar hasilnya adalah:
ü  Adanya pernikahan
ü  Melakukan aborsi
ü  Diadopsi orang lain
ü  Menjadi single parent
ü  Dirawat oleh orang tua wanita tersebut
Kerugian dari kehamilan yang tidak diharapkan adalah :
ü  Tidak mengurus atau merawat kehamilannya dengan baik
ü  Tidak tulus merawat bayinya, masa depan anak bisa terlantar
ü  Abortus
Tindakan Abortus yang tidak bertanggung  jawab akan menyebabkan :
Ø  Kematian Ibu hamil
Ø  Perdarahan
Ø  Infeksi
                     Perasaan bersalah menghantui pelaku abortus sepanjang hidupnya dapat megakibatkan gangguan jiwa. Perbuatan abortus tanpa alasan yang dapat diterima adalah perbuatan dosa besar sama dengan membunuh manusia.
                              Secara psikologis kehamilan diluar nikah menimbulkan masalah, karena
- Rasa malu menghadapi perubahan tubuhnya
- Kurang siap dalam menerima peran sebagai ibu
- Belum bekerja
- Faktor ekonomi
- Faktor social

                  Hal ini sangat memerlukan perhatian khusus sehingga perlu difasilitas dengan :
- Dukungan sosial, keputusan untuk melakukan abortus banyak dipengaruhi oleh orang tua
- Informasi secara profesional dari tenaga kesehatan dalam hal pengetahuan dan masalah perkembangan anak.
- Mencegah resiko adanya tindak kekerasan dari orang tua terhadap anaknya yang mengalami kehamilan diluar nikah
- Bimbingan tentang pencegahan resiko kehamilan dan persalinan



            Kehamilan yang tidak direncanakan dapat berdampak kepada kesehatan mental, baik ibu maupun bapaknya. Kehamilan yang tidak diinginkan akan meningkatkan kecemasan dan depresi kedua orang tuanya. Secara individu cemas dapat mengganggu kehamilannya, seorang ibu yang cemas dapat mengalami abrupsio plasenta. Faktor yang dapat mengurangi efek kecemasan adalah : pengobatan kecemasan, dukungan psikososial dan strategi koping.
Cemas yang berkelanjutan dapat meningkatkan perilaku yang negative misalnya merokok atau minum alkohol.
































BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa Faktor fisik pada kehamilan dipengaruhi oleh:

1.    Status kesehatan
Selama kehamilan seorang wanita mengalami perubahan secara fisik seperti uterus akan membesar karena didalamnya telah tumbuh janin, tentunya dengan adanya perubahan tersebut keadaan kesehatan ibu akan berubah pula. Keadaan ini dapat diperberat dengan adanya status yang buruk atau penyakit yang diderita klien seperti penyakit jantung, asma dan diabetes.

2.    Status gizi
Status gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehamilan.  Banyak wanita yang tidak mengetahui manfaat gizi  bagi ibu hamil (diet ibu hamil), diet ini juga membantu  ibu mengurangi rasa letih, mencegah susah buang air besar dan ambien/hemorrhoid, mencegah infeksi pada sistem kemih, anemi dan kejang pada kaki. Masalah inilah yang menjadi tugas kita sebagai seorang bidan untuk menerangkannya disetiap kunjungan ibu. 

3.    Substance abuse
            Pada hakekatnya semua wanita tahu tentang akibat dari meminum alkohol dan memakai obat-obatan terlarang. Resiko dari minum alkohol dan obat-obatan terlarang yang terus-menerus, tentunya juga berhubungan dengan dosis yang akan menyebabkan berbagai masalah yang serius seperti meningkatkan resiko keguguran, lahir prematur, berat lahir yang rendah, komplikasi selama masa persiapan kelahiran, persalinan dan FAE (Fetal Alkohol effect).     




4.    Merokok
            Hasil penelitian menunjukkan baik perokok aktif maupun pasif hubungannya dengan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah, yang berdampak pada perkembangan anak.

5.    Hamil yang tidak diharapkan
            Dapat berdampak kepada kesehatan mental, baik ibu maupun bapaknya. Kehamilan yang tidak diinginkan akan meningkatkan kecemasan dan depresi kedua orang tuanya. Secara individu cemas dapat mengganggu kehamilannya, seorang ibu yang cemas dapat mengalami abrupsio plasenta.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates