Sabtu, 23 Oktober 2010

DEMAM BERDARAH

A.     PENGERTIAN DEMAM BERDARAH
Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.
BERDARAH (Dengue Fever) adalah penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti betina. Nyamuk tersebut mendapat virus dari orang yang dalam darahnya terdapat virus dengue. Orang tersebut tidak harus orang yang menderita sakit demam berdarah , sebab orang yang mempunyai daya tahan tahan tubuh tinggi , tidak akan tampak sakit atau bahkan sama sekali tidak sakit , walaupun dalam darahnya terdapat virus dengue. Sehingga orang ini dapat menularkan penyakit demam berdarah. Virus dengue akan berada dalam darah manusia selama kurang lebih 1 minggu. Pada umumnya nyamuk Aedes Aegypti menyerang pada musim panas dan musim hujan.

B.     TANDA DAN GEJALA
Ada beberapa gejala penyakit demam berdarah:
  1. Bintik Merah
    Seringkali di awal demam, tidak ada bintik merah. Ada beberapa kasus juga yang memang tanpa bintik merah.
  2. Panas Tinggi
    Panas bisa turun naik, bisa juga tidak turun sama sekali sepanjang hari.
  3. Menggigil dan terasa ngilu tulang
    Perasaan dingin di sekujur tubuh dan ada titik tertentu di tubuh terasa ngilu menusuk tulang.
  4. Buang Air Besar berwarna hitam dan keras
    Gejala ini terlihat jika trombosit sudah mulai rendah
  5. Trombosit mulai turun
    Kadar trombosit bisa diketahui dengan tes darah di laboratorium.
  6. Sakit saat mata memandang ke samping
    Beberapa teman mengalami ini, terasa sakit jika melirik ke samping kiri dan kanan.
  7. Tengkuk sakit
    Terkadang juga, terjadi pembengkakan di tengkuk dan terasa sakit

Virus Dengue
Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi (mialgia), sakit pada otot (artralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
  • Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
  • Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.
Gejala Demam Berdarah Pada Anak

            Gejala klasik dari demam berdarah adalah demam tinggi disertai nyeri otot (mialgia) dan nyeri sendi (apalgia) sehingga badan terasa capek. Hal ini diikuti dengan munculnya bintik/bercak perdarahan di bawah kulit. Namun kadang-kadang gejala klasik ini tidak tampak sehingga kewaspadaan menurun.
            Bila digambarkan dalam bentuk grafik, maka demam pada penderita demam berdarah akan berbentuk seperti pelana kuda, dimana :
Hari ke 1 – 3 demam tinggi
Hari ke 4 – 5 demam turun
Hari ke 6 – 7 demam tinggi
Gejala pada anak biasanya lebih berat, karena :
1.    Kekebalan tubuh anak umumnya kurang kuat.
2.    Anak sulit minum, bahkan ketika di rumah sakitpun sering tidak mau minum hanya   menangis, padahal obat utama demam berdarah adalah kecukupan jumlah cairan.
3.    Anak belum mengerti arti
vital sign sehingga tidak memberitahu orang tuanya.
                        Akibatnya pada banyak kasus, anak dibawa ke rumah sakit dalam kondisi shock. Kondisi shock menjadi titik kritis terjadi kematian atau tidak karena pada saat itu cairan darah keluar dari pembuluh darah.
Gejala shock
                        Denyut nadi melemah namun frekuensinya cepat, kulit dingin dan lembab karena cairan sudah banyak keluar (termasuk darah), mulut membiru karena suplai oksigen rendah (akibat jumlah trombosit < 100.000/mm3) dan tekanan darah menurun drastis.
Kondisi fisik anak yang menderita demam berdarah sebagai berikut :
Selain panas yang tinggi, anak juga terlihat lemas, tidur terus, tidak mau beraktivitas, mengeluh sakit otot/sendi/kepala, merasa mual dan ingin muntah.
Meskipun demikian, demam berdarah pada pasien anak tidak diikuti dengan penyakit penyerta. Sedangkan pada pasien dewasa dapat diikuti dengan penyakit jantung, ginjal dan diabetes.
C.     JENIS DEMAM BERDARAH
            Menurut dr Hindra Irawan Satari, SpA(K) berdasarkan kerentanan terhadap perubahan cairan, maka demam berdarah dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Demam Dengue (DB)
            Infeksi virus dengue tidak menyebabkan kebocoran pembuluh darah.
2. Demam berdarah Dengue (DBD)
            Infeksi virus dengue menyebabkan kebocoran pembuluh darah
Kebocoran pembuluh darah, menyebabkan terganggunya keseimbangan cairan tubuh.
D.     DIAGNOSIS DEMAM BERDARAH
Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif. Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis.
Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.
E.      PENCEGAHAN
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.
Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.
Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:
  1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup;
  2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu
1)      menguras bak mandi
2)      menutup wadah yang dapat menampung air, dan
3)      mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
  1. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
  2. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi;
  3. Jika terlihat tanda-tanda syok, segera bawa penderita ke rumah sakit.
F.      PENGOBATAN
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.
Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji. Berdasar hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD ditemukan bahwa daun jambu biji mengandung senyawa tanin dan flavonoid quercetine yang dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA (termasuk virus Dengue).
Menurut Pusat Informasi Obat Universitas Gadjah Mada (PIOGAMA), jus buah jambu biji juga diduga kuat dapat mempercepat penyembuhan pasien DBD. Buah jambu biji mengandung vitamin dan zat gizi yang cukup lengkap, di antaranya vitamin A, vitamin B1, vitamin C, kalsium, karbohidrat, fosfor, besi, protein, lemak, dan air. Kandungan zat gizi itulah yang berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh pasien guna melawan virus penyebab DBD.



1.    Berikan obat penurun panas saat demam tinggi. Demam akan berulang saat kekuatan obat habis.
2.    Lakukan pemeriksaan laboratorium bila demam > 2 hari. Biasanya dari pemeriksaan itu terlihat jumlah trombosit menurun (< 100.000 /mm3) dan indikator kekentalan darah (hematokrit) meningkat
Selain obat-obatan modern, terapi herbal yang sering digunakan masyarakat adalah daun jambu biji,  angkak, jus buah jambu biji, jus buah jambu merah, buah angco.
Cara pemakaian angkak :
3 sendok teh direbus dengan air kurang lebih 150 mililiter hingga 50 mililiter. beri gula batu secukupnya. (harap dicicip dulu karena pahitnya mengalahkan jamu brotowali). Komposisi dapat diubah, dimana perbandingan masa air sesudah dan sebelum kira-kira 1/3 bagian. –> 3gelas jadi 1 gelas.
Angkak dapat diperoleh di toko obat.
Intinya adalah segera mengganti cairan tubuh yang keluar. Ciri-ciri badan yang kekurangan cairan adalah :
merasa haus terus menerus, mulut kering dan jarang buang air kecil
Berapa banyak kebutuhan cairan tubuh ?
1. Dewasa: 50 cc/kg BB/hari
2. Anak: Untuk 10 kg BB pertama: 100cc/kg BB/ hari
- Untuk 10 kg BB kedua: 50 cc/kg BB/ hari
- Untuk 10 kg BB ketiga dan seterusnya: 20 cc/kg BB/hari
Contoh: Anak umur 8 tahun dengan BB 23 kg, berarti kebutuhan cairan perharinya adalah ((100×10) + (50×10) + (20×3))= 1560 cc
3.    Bila terlihat tanda shock (denyut nadi melemah dengan frekuensi cepat, kulit dingin & lembab, mulut membiru, tekanan darah turun drastis) segera bawa ke UGD terdekat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates