Sabtu, 23 Oktober 2010

STRESS DAN ADAPTASI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Kehidupan di dunia ini selalu dipenuhi oleh berbagai macam kebutuhan. Sehingga mendorong seseorang untuk segera memenuhinya . Namun tidak jarang pula kebutuhan yang akan kita penuhi menimbulkn masalah, menyebabkan kebingungan yang bertahan lama dalam fikiran dan tidak mampu menyelesaikannya sehingga dapat menimbulkan apa yang dinamakan stress. Stress yang terjadi berbeda – beda dari masing-masing orang tergantung dari masalah yang di hadapi dan kemampuan personal dalam menghadapi masalah tersebut. Jika seseorang dapat menyelesaikannya dengan baik, maka stress akan berkurang. Sedangkan jika seseorang tersebut tidak dapat menyelesaikan masalah, maka akan bertambah pula stress yang dihadapi..Diperlukan mekanisme penyelesaian atau koping yang tepat agar tidak lagi menimbulkan stress yang berlarut-larut.
Adaptasi sendiri merupakan proses dimana dimensi fisiologis dan psikologis social berubah dalam merespon adanya stress. Ada beberapa macam bentuk adaptasi diantaranya adaptasi fisiologis, adaptasi psikologis, dan adaptasi perkembangan. Proses adaptasi itu akan terjadi pada saat stimulus dari lingkungan internal dan eksternal yang dapat menimbulkan penyimpangan keseimbangan pada seseorang. Sehingga adaptasi dapat dikatakan sebagai upaya untuk mempertahankan fungsi agar lebih optimal. Adaptasi akan melibatkan refleksi pribadi, mekanisme otomatis untuk perlindungan, ,mekanisme koping dan penguasaan akan situasi yang dihadapi.
Stress dan adaptasi memiliki hubungan. Apabila seseorang mengalami hambatan atau kesulitan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress. Stress bisa terjadi apabila tuntutan atau keinginan diri tidak terpenuhi.






1.1  TUJUAN PENULISAN
Dalam pembuatan makalah ini penulis memiliki beberapa macam tujuan diantaranya:
  • Memberi pengetahuan  kepada pembaca tentag stress, adaptasi dan hubungan antar keduanya
  • Memberikan pengetahuan akan dampak dari stress
  • Memberi mekanisme penyelesaian masalah  atau koping kepada pembaca
  • Meyakinkan bahwasannya setiap masalah pasti ada penyelesaiannya

1.3 RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini ada beberapa pokok masalah yang perlu dibahas lebih lanjut, antara lain:
  • Apa penyebab dari stress?
  • Bagaimana mekanisme penyelesaian stress yang tepat?
  • Apa hubungan antara stress dengan adaptasi?
















BAB II
PEMBAHASAN

  1. STRESS
2.1    Pengertian  Stress
a.       Menurut Hans Selye,”stress adalah respons manusia yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya”(Pusdiknas,Dep.Kes.1989)
b.      “Stress adalah reaksi atau respons tubuh terhadap stressor psikososial(tekanan mental atau beben kehidupan)” Dadang Hawari.2001
c.       Stress adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam , yang menimbulkan suatu ketegangan dalam diri seseorang”(Soeharto Heerdjan,1987)
d.      Secara umum yang dimaksud stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang dapat menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dan lain-lain.
e.       Stress adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri, dan karena itu sesuatu yang dapat mengganggu keseimbangan kita”(Maramis,1999)
f.       Menurut Vincent Cornelli, sebagaimana dikutip oleh Grant Brect(2000)bahwa yang dimaksud stress adalah adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun penampilan individu didalm lingkungan tersebut”.

2.2    Penggolongan Stress
Apabila ditinjau dari penyebab stress, menurut Sri Kusmiati dan Desminiarti(1990), dapat digolongkan sebagai berikut:
  1. Stress fisik, disebabkan oleh adanya suhu atau temperatur yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, suera amat bising, sinar yang terlalu terang atau tersengat arus listrik.
  2. Stress kimiawi, disebabkan oleh asam-basa kuat, obat-obatan, zat beracun , hormon atau gas.
  3. Stress mikrobiologik, disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit yang dapat menimbulkan penyakit.
  4. Stress fisiologik, disebabkan oleh gangguan struktur, fungsi jaringan, organ, atau sistemik sehingga menimbulkan fungsi tubuh tidak normal.
  5. Stress proses pertumbuhan dan perkembangan, disebabkan ole gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi hingga tua.
  6. Stress psikis atau emosional, disebabkan oleh gangguan hubungan interpesonal, sosial, budaya atau keagamaan.

Sedangakn menurut Brench Grand(2000), stress yang ditinjau dari penyebabnya hanya dibedakan menjadi 2 yaitu:
  1. Penyebab makro, yaitu menyangkut peristiwa besar dalam kehidupan , seperti kematian, perceraian, pensiun, luka batin, dan kebankrutan.
  2. Penyebab mikro, yaitu menyangkut peristiwa kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti pertengkaran rumah tangga, beban pekerjaan, masalah apa yang akan dimakan, dan antri.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tejadinya stress diantaranya:
  1. Faktor biologis, herediter, konstitusi tubuh, kondisi fisik, neurofsiologik dan neurohormonal.
  2. Faktor sosio kultural, perkembangan kepribadian, pengalaman, dan kondisi lain yang mempengaruhi
Kemampuan individu dalam menahan stress
Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menahan stress. Hal tersebut bergantung pada:
a.       Sifat dan hakikat stress, yaitu intensitas, lamanya, lokal, dan umum
b.      Sifat individu yang terkait dengan proses adaptasi

2.3    Sumber Stress Psikologis
Menurut Maramis (1999), ada empat sumber atau penyebab stress psikologis, yaitu:
a)      Frustasi
Hal ini timbul karena kegagalan dalam mencapai tujuan selain itu adanya aral melintang, misalnya apabila ada seorang bidan lulusan D3 Kebidanan yang bercita-cita ingin melanjutkan kuliah hingga D4 Kebidanan, tetapi tidak diizinkan oleh suami, tidak punya biaya atau faktor yang lain.
Frustasi sendiri ada yang bersifat intrinsik seperti cacat badan dan kegagalan dalam usaha. Frustasi ekstrinsik sendiri seperti kecelakaan, bencana alam, kematian orang yang dicintai, kegoncangan ekonomi, pengangguran, perselingkuhan dan lain-lain.


b)      Konflik
Hal ini dapat terjadi karena seseorang tidak mampu memilih antara dua atau lebih macam keinginan, kebutuhan, atau tujuan.
c)      Tekanan
Timbul karena adanya tekanan dalam kehidupan sehari – hari. Tekanan itu dapat berasal dari individu, misalnya cita-cita atau norma yang terlalu tinggi. Sedangkan tekanan yang berasal dari luar individu, misalnya orang tua yang selalu menuntut agar anaknya menjadi juara kelas atau seorang istri yang meminta uang belanja secara berlebihan kepada suaminya.
d)     Krisis
Krisis adalah suatu keadaan yang terjadi secara mendadak. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya stress, misalnya kematian orang yang disayangi, kecelakaan dan penyakit yang harus segera dioperasi.

2.4    Tahapan Stress
Menurut Dr. Robert J.Van Amberg (1979) sebagaimana dikemukakan oleh Prof. Dadang Hawari (2001) bahwa tahapan stress adalah sebagai berikut:
a.       Stress Tahap Pertama (paling ringan), yaitu stress yang disertai dengan perasaan nafsu bekerja yang besar dan berlebihan, mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa memperhitungkan tenaga yang dimiliki dan penglihatan menjadi tajam.
b.      Stress Tahap kedua, yaitu stress yang disertai keluhan, seperti bangun pagi badan tidak terasa segar dan merasa letih, lekas capek pada saat menjelang sore hari, lambung atau perut tidak nyaman, jantung berdebar, otot tengkuk dan punggung menjadi tegang. Hali ini disebabkan karena cadangan tenaga yang tidak memadai.
c.       Stress tahap ketiga, yaitu tahapan stress dengan keluhan, seperti defekasi yang tidak teratur, otot semakin tegang, emosional, insomnia, mudah terjaga dan sulit untuk tidur kembali, bangun terlalu pagi, koordinasi tubuh terganggu dan mau jatuh pingasan.
d.      Stress tahap keempat, yaitu tahapan stress denagan keluhan, seperti tidak mampu bekerja sepanjang hari(loyo), aktivitas pekerjaan terlalu sulit dan menjenuhkan, kegiatan rutin terganggu, dan gangguan pada pola tidur, sering menolak ajakan, konsentrasi dan daya ingat menurun, serta dapat menimbulkan ketakutan serta kecemasan.
e.       Stress tahap kelima, yaitu tahapan stress yang ditandai dengan kelelahan secara fisik dan mental, ketidakmampuan menyelesaikan pekerjaan yang sederhana dan ringan, gangguan pencernaan berat, meningkatnya rasa takut dan cemas, bingung dan panik.
f.       Stress tahap keenam, yaitu tahapan sterss dengan tanda-tanda seperti jantung berdebar keras, sesak nafas, badan gemetar, dingain dan keluar banyak keringat.

2.5    Reaksi Tubuh Terhadap Stress
Menurut Dadang Hawari(2001) bahwa dampak dari stress sendiri dapat mengenai  hampir seluruh sistem tubuh, seperti hal-hal berikut:
  1. Perubahan pada warna rambut dari hitam menjadi kecoklat-coklatan, ubanan atau kerontokan.
  2. Gangguan pada penglihatan
  3. Tinitus(pendengaran berdenging)
  4. Daya mengingat, konsentrasi, dan berpikir menurun.
  5. Wajah nampak tegang, serius, tidak santai, sulit senyum, dan kedutan pada kulit dan wajah.
  6. Bibir dan mulut terasa kering, dan tenggorokan terasa tercekik
  7. Kulit menjadi dingan atau panas, banyak berketingat, biduran dan gatal-gatal.
  8. Napfas terasa berat dan sesak
  9. Jantung berdebar-debar, muka merah atau pucat
  10. Lambung mual, kembung atau pedih
  11. Sering berkemih
  12. Otot sakit, seperti ditusuk-tusuk, pegal dan tegang
  13. Kadar gula meninggi
  14. Libido menurun atau meningkat
2.6    Cara mengendalikan Stress
Ada beberapa kiat untuk mengendalikan stre menurut Grant Brecht(2000) diantaranya sebagai berikut:
  1. Sikap, keyakinan, dan pikiran kita harus positif, fleksibel, rasional, dan adaptif terhadap orang lain.
  2. Mengendalikan faktor penyebab stress dengan jalan:
    • Kemampuan menyadari
    • Kemampuan untuk menerima
    • Kemampuan untuk menghadapi
    • Kemampuan untuk bertindak
c.       Perhatikan diri anda, proses interpersonal,dan interaktif, serta lingkungan anda
d.      Kembangkan sikap efisien
e.       Relaksasi
f.       Visualisasi(anga-angan terarah)

Selain kiat diatas ada beberapa teknik singkat untuk menghilangkan stress, misalnya melakukan pernafasan dalam, mandi santai dalam bak, tertawa, pijat, membaca, kecanduan positif(melakukan sesuatu yang disukai secara teratur), istirahat tertur dan mengibrol.

  1. ADAPTASI
2.7    Pengertian Adaptasi
Ada beberapa pengertian tentang mekanisme penyesuaian diri. Antara lain:
a)      W.A gerungan (1996) menyebutkan bahwa “Penyesuaian diri adalah mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan diri)”.
Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan sifatnya pasif (autoplastis), misalnya seorang bidan desa harus dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat desa tempat ia bertugas.
Sebaliknya, apabila individu berusaha untuk mengubah lingkungan sesuai dengan keinginan diri, sifatnya adalah aktif (alloplastis), misalnya seorang bidan desa ingin mengubah perilaku ibu-ibu di desa untuk meneteki bayi sesuai dengan manajemen laktasi.
b)      Menurut Soeharto Heerdjan (1987), “Penyesuaian diri adalah usaha atau perilaku yang tujuannya mengatasi kesulitan dan hambatan”.
Adaptasi merupakan pertahanan yang didapat sejak lahir atau diperoleh karena belajar dari pengalaman untuk mengatasi stress. Cara mengatasi stress dapat berupa membatasi tempat terjadinya stress, mengurangi, atau menetralisasi pengaruhnya.
           Adaptasi adalah suatu cara penyesuaian yang berorientasi pada tugas (task oriented).

2.8    Tujuan Adaptasi
1)      Menghadapi tuntutan keadaan secara sadar
2)      Menghadapi tuntutan keadaan secara realistik
3)      Menghadapi tuntutan keadaan secara objektif
4)      Menghadapi tuntutan keadaan secara rasiaonal

2.9    Jenis Adaptasi
a.       Adaptasi Fisiologik bisa terjadi secara lokal atau umum.
Contoh:
Ø  Seseorang yang mampu mengatasi stress, tangannya tidak berkeringat dan tidak gemetar, serta wajahnya tidaj pucat.
Ø  Seseorang yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang berat dan merasa mengalami gangguan apa-apa pada organ tubuh.
b.      Adaptasi Psikologis bisa terjadi secara:
ü  Sadar: Individu mencoba memecahkan/menyesuaikan diri dengan masalah
ü  Tidak sadar: Menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism)
ü  Menggunakan gejala fisik (konversi) atau psikosomatik.
Apabila seseorang mengalami hambatan atau kesulitan dalam beradaptasi, baik berupa tekanan, perubahan, maupun ketegangan emosi dapat menimbulkan stress. Stress bisa terjadi apabila tuntutan atau keinginan diri tidak terpenuhi.

BAB III
PENUTUP

  1. .KESIMPULAN
Secara umum yang dimaksud stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang dapat menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dan lain-lain. Sedangkan adaptasi adalah suatu cara penyesuaian yang berorientasi pada tugas (task oriented). Dimana keduanya memiliki hubungan yang erat. Pada saat seseorang mengalami kesulitan dalam beradaptasi maka akan menimbulkan terjadinya stress. Penangan stress sendiri tergantung daripada sifat dan hakikat stress serta sifat individu itu sendiri.





















1 komentar:

Imam Al Ghozali mengatakan...

thankz bgd

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates