Sabtu, 23 Oktober 2010

PLASENTA PREVIA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). secara harfiah berarti plasenta yang implantasinya (nempelnya) tidak pada tempat yang seharusnya, yaitu dibagian atas rahim dan menajuhi jalan lahir. Cara deteksinya tentu saja dengan pemeriksaan USG. Jika ditemukan Plasenta Previa maka dilakukan pemantauan untuk melihat posisi plasentanya setiap bulan.Plasenta Previa merupakan penyebab utama perdarahan pada trimester ke III. Gejalanya berupa perdarahan tanpa rasa nyeri. Timbulnya perdarahan akibat perbedaan kecepatan pertumbuhan antara segmen atas rahim yang lebih cepat dibandingkan segmen bawah rahim yang lebih lambat. Hal ini mengakibatkan ada bagian plasenta yang terlepas dan mengeluarkan darah. Perdarahan ini akan lebih memicu perdarahan yang lebih banyak akibat darah yang keluar (melalui trombin) akan merangsang timbulnya kontraksi.
Plasenta previa adalah salah satu komplikasi yang terjadi pada masa kehamilan dimana plasenta terlepas sebelum waktunya. Keterlambatan dalam penngan dan pendeteksian dapat menyebabkan terjadinya masalah, yang paling fatal adalah dapat menyebabkan terjadinya kematian pada ibu maupun janin yang dikandungnya, saat ini kasus plasenta previa meningkat. Ini dapat disebabkan karena kurangnya pengawasa atau ketudaktahuan ibu maupun pemberi pelayanan.








1.2  RUMUSAN MASALAH
Dalam penyusunan makalah ini kita akan membahas tentang:
1.      Bagaimana pengertian dari plasenta previa?
2.      Bagaimana klasifikasi dari plasenta previa?
3.      Bagaimana etiologi dari plasenta previa?
4.      Bagaimana diagnosa dan gambaran klinis tentang plasenta previa?
5.      Bagaimana pengaruh plasenta previa terhadap kehamilan?
6.      Bagaimana pengaruh plasenta previa terhadap partus?
7.      Bagaimana komplikasi tentang plasenta previa?
8.      Bagaimana penanganan plasenta previa?


1.3  TUJUAN
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      menjelaskan pengertian plasenta previa
2.      menjelaskan klasifikasi plasenta previa
3.      menjelaskan diagnosa dan gambaran klinis plasenta previa
4.      menegakkan etiologi plasenta previa
5.      menjelaskan pengaruh plasenta previa terhadap kehamilan
6.      menjelaskan pengaruh plasenta previa terhadap partus
7.      menjelaskan komplikasi dari plasenta previa
8.      menjelaskan bagaimana cara penanganan plasenta previa












BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Secara harfiah berarti plasenta yang implantasinya (nempelnya) tidak pada tempat yang seharusnya, yaitu dibagian atas rahim dan menajuhi jalan lahir. Plasenta previa ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
1.      Multiparitas dan umur lanjut ( >/ = 35 tahun).
2.      Defek vaskularisasi desidua yang kemungkinan terjadi akibat perubahan atrofik dan inflamatorotik.
3.      Cacat atau jaringan parut pada endometrium oleh bekas pembedahan (SC, Kuret, dll).
4.      Chorion leave persisten.
5.      Korpus luteum bereaksi lambat, dimana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi.
6.      Konsepsi dan nidasi terlambat.
7.      Plasenta besar pada hamil ganda dan eritoblastosis atau hidrops fetalis.

 









KLASIFIKASI
Klasifikasi plasenta previa tidak didasarkan pada keadaan anatomik melainkan fisiologik. Sehingga klasifikasinya akan berubah setiap waktu. Umpamanya, plasenta previa total pada pembukaan 4 cm mungkin akan berubah menjadi plasenta previa pada pembukaan 8 cm. Ada beberapa klasifikasi plasenta previa:
1.      Menurut de Snoo, berdasarkan pembukaan 4 -5 cm
a.       Plasenta previa sentralis (totalis), bila pada pembukaan 4-5 cm teraba plasenta menutupi seluruh ostea.
b.      Plasenta previa lateralis; bila mana pembukaan 4-5 cm sebagian pembukaan ditutupi oleh plasenta, dibagi 2 :
·         Plasenta previa lateralis posterior; bila sebagian menutupi ostea bagian belakang.
·         Plasenta previa lateralis anterior; bila sebagian menutupi ostea bagian depan.
·         Plasenta previa marginalis; bila sebagian kecil atau hanya pinggir ostea yang ditutupi plasenta.
2.      Menurut penulis buku-buku Amerika Serikat :
a.       Plasenta previa totalis ; seluruh ostea ditutupi uri.
b.      Plasenta previa partialis ; sebagian ditutupi uri.
c.       Plasenta letak rendah, pinggir plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan Pada periksa dalam tak teraba.
3.      Menurut Browne:
a.       Tingkat I, Lateral plasenta previa :
Pinggir bawah plasenta berinsersi sampai ke segmen bawah rahim, namun tidak sampai ke pinggir pembukaan.
b.      Tingkat II, Marginal plasenta previa:
Plasenta mencapai pinggir pembukaan (Ostea).






CIRI - CIRI PLASENTA PREVIA
            Ibu hamil yang menderita kelainan plasenta previa dalam kandungannya memiliki ciri – ciri sebagai berikut:
  1. Perdarahan tanpa nyeri
  2. Perdarahan berulang
  3. Warna perdarahan merah segar
  4. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah
  5. Timbulnya perlahan-lahan
  6. Waktu terjadinya saat hamil
  7. His biasanya tidak ada
  8. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi
  9. Denyut jantung janin ada
  10. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina
  11. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul
  12. Presentasi mungkin abnormal.















BAB III
PEMBAHASAN


Untuk mengetahui lebih dalam tentang plasenta previa ada beberapa karakteristik yang harus kita ketahui antara lain:
Illustration of Placenta previa

A.    Gejala-gejala dari plasenta previa
1.      Gejala klinis
a.       Gejala utama plasenta previa adalah pendarahan tanpa sebab tanpa rasa nyeri dari biasanya berulang darah biasanya berwarna merah segar. Perdarahan akibat perbedaan kecepatan pertumbuhan antara segmen atas rahim yang lebih cepat dibandingkan segmen bawah rahim yang lebih lambat. Hal ini mengakibatkan ada bagian plasenta yang terlepas dan mengeluarkan darah. Perdarahan ini akan lebih memicu perdarahan yang lebih banyak akibat darah yang keluar (melalui trombin) akan merangsang timbulnya kontraksi.
b.      Bagian terdepan janin tinggi (floating). sering dijumpai kelainan letak janin.
c.       Pendarahan pertama (first bleeding) biasanya tidak banyak dan tidak fatal, kecuali bila dilakukan periksa dalam sebelumnya, sehingga pasien sempat dikirim ke rumah sakit. Tetapi perdarahan berikutnya (reccurent bleeding) biasanya lebih banyak.
d.      Janin biasanya masih baik.
2.      Pemeriksaan in spekulo
Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan cervix dan vagina. Apabila perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum, adanya plasenta harus dicurigai.
3.      Penentuan letak plasenta tidak langsung
Dapat dilakukan dengan radiografi, radio sotop dan ultrasonografi. Akan tetapi pada pemerikasaan radiografi clan radiosotop, ibu dan janin dihadapkan pada bahaya radiasi sehingga cara ini ditinggalkan. Sedangkan USG tidak menimbulkan bahaya radiasi dan rasa nyeri dan cara ini dianggap sangat tepat untuk menentukan letak plasenta.

4. Penentuan letak plasenta secara langsung

Pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan perdarahan banyak. Pemeriksaan harus dilakukan di meja operasi. Perabaan forniks. Mulai dari forniks posterior, apa ada teraba tahanan lunak (bantalan) antara bagian terdepan janin dan jari kita. Pemeriksaan melalui kanalis servikalis. Jari di masukkan hati-hati kedalam OUI untuk meraba adanya jaringan plasenta.

B.     Diagnosis dari Plasenta Previa
Penyebab plasenta previa secara pasti sulit ditentukan, tetapi ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa, misalnya bekas operasi rahim (bekas sesar atau operasi mioma), sering mengalami infeksi rahim (radang panggul), kehamilan ganda, pernah plasenta previa, atau kelainan bawaan rahim.
Beberapa diagnosis dari plasenta previa adalah sebagai berikut:
1.   Anamnesis
-    Gejala pertama; perdarahan pada kehamilan setelah 28 minggu/trimester III
-    Sifat perdarahan; tanpa sebab, tanpa nyeri, berulang
-    Sebab perdarahan; placenta dan pembuluh darah yang robek; terbentuknya SBR,
terbukanya osteum/manspulasi intravaginal/rectal.
-   Sedikit banyaknya perdarahan; tergantung besar atau kecilnya robekan pembuluh darah dan plasenta.
2.   Pemeriksaan luar
Sering ditemukan kelainan letak. Bila letak kepala maka kepala belum masuk pintu atas panggul.
a.         Inspeksi
·           Dapat dilihat perdarahan pervaginam banyak atau sedikit.
·          Jika perdarahan lebih banyak; ibu tampak anemia.
b.      Palpasi abdomen
·          Janin sering belum cukup bulan; TFU masih rendah.
·          Sering dijumpai kesalahan letak
·          Bagian   terbawah   janin   belum   turun,   apabila   letak   kepala   biasanya   kepala   masih goyang/floating.
3.      Inspekulo
Adanya darah dari ostium uteri eksternum.
4.    USG
Untuk menentukan letak plasenta.
5.      Penentuan letak plasenta secara langsung
Dengan perabaan langsung melalui kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan perdarahan yang banyak. Oleh karena itu cara ini hanya dilakukan diatas meja operasi.



C.    Etiologi Plasenta Previa
Penyebab plasenta previa secara pasti sulit ditentukan, tetapi ada beberapafaktor
yang meningkatkan risiko terjadinya plasenta previa, misalnya bekasoperasi rahim (bekas sesar atau operasi mioma), sering mengalami infeksirahim (radang panggul), kehamilan ganda, pernah plasenta previa, atau kelainan bawaan rahim.
            Faktor-faktor Etiologi:
a.   Umur dan paritas
-    Pada primigravida umur >35 tahun lebih sering dibandingkan umur < 25 tahun
-    Pada multipora lebih sering
b.   Endometrium hipoplastis: kawin dan hamil umur muda.
c.   Endometrium  bercacat  pada  bekas  persalinan  berulang-ulang,  bekas  operasi,
curettage,  dan manual placenta.
d.   Corpus luteum bereaksi lambat, dimana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi.
e.   Adanya tumor; mioma uteri, polip endometrium.
f.    Kadang-kadang pada malnutrisi

D.    Pengaruh Plasenta Previa Terhadap Kehamilan
Plasenta previa sangat berpengaruh terhadap kehamilan karena dapat menimbulkan beberapa komplikasi – komplikasi yang dapat mengganggu kondisi kehamilan. Ada beberapa pengaruh plasenta previa terhadap kehamilan, antara lain: 
a.       Karena terhalang oleh placenta maka bagian terbawah janin tidak dapat masuk PAP. Kesalahan- kesalahan letak; letak sunsang, letak lintang, letak kepala mengapung.
b.      Sering  terjadi  partus  prematur;  rangsangan  koagulum  darah  pada  servix,  jika banyak  placenta yang lepas kadar progesterone menurun dan dapat terjadi His, pemeriksaan dalam.
E.     Pengaruh Plasenta Previa Terhadap Partus
Plasenta previa sangat berpengaruh terhadap partus karena dapat menimbulkan beberapa komplikasi – komplikasi yang dapat mengganggu jalannya proses partus. Ada beberapa pengaruh plasenta previa terhadap partus, antara lain:
a.       Letak janin yan tidak normal; partus akan menjadi patologis
b.       Bila pada placenta previa lateralis; ketuban pecah/dipecahkan dapat terjadi prolaps funkuli
c.        Sering dijumpai insersi primer
d.       Perdarahan.

F.     Komplikasi Plasenta Previa
Komplikasi yang ditimbulkan akibat plasenta previa ini adalah sebagai berikut:
1.      Perdarahan dan syok
2.      Infeksi
3.      Laserasi serviks
4.      Plasenta akreta
5.      Prematuritas atau lahir mati
6.      Prolaps tali pusar
7.      Prolaps plasenta

G.    Penanganan Plasenta Previa
Semua pasien dengan perdarahan per vagina pada kehamilan trimester ketiga, dirawat di rumah sakit tanpa periksa dalam. Bila pasien dalam keadaan syok karena pendarahan yang banyak, harus segera diperbaiki keadaan umumnya dengan pemberian infus atau tranfusi darah.
Selanjutnya penanganan plasenta previa bergantung kepada :
• Keadaan umum pasien, kadar hB.
• Jumlah perdarahan yang terjadi.
• Umur kehamilan/taksiran BB janin.
• Jenis plasenta previa.
• Paritas clan kemajuan persalinan.
            Macam – macam penanganan pada plasenta previa ini adalah sebagai berikut:
1.      Penanganan Ekspektif
Penanganan Ekspekstif ini dapat dilakukan dengan kriteria bahwa kehamilan kurang dari 37 minggu, perdarahan masih sedikit, belum ada tanda-tanda persalinan, keadaan umum baik, kadar Hb 8 gr% atau lebih.
Rencana penanganan pada penanganan Ekspektif ini adalah sebagai berikut:
1.      Istirahat baring mutlak.
2.      Infus D 5% dan elektrolit
3.      Spasmolitik. tokolitik, plasentotrofik, roboransia.
4.      Periksa Hb, HCT, COT, golongan darah.
5.      Awasi perdarahan terus-menerus, tekanan darah, nadi dan denyut jantung janin.
6.       Pemeriksaan USG.
7.      Apabila ada tanda-tanda plasenta previa tergantung keadaan pasien ditunggu sampai kehamilan 37 minggu selanjutnya penanganan secara aktif.

2.      Penanganan Aktif
Penanganan Aktif ini dapat dilakukan dengan kriteria bahwa kehamilan kurang dari 37 minggu, perdarahan banyak 500 cc atau lebih, ada tanda-tanda persalinan, keadaan umum pasien tidak baik ibu anemis Hb < 8 gr%.
Untuk menentukan tindakan selanjutnya SC atau partus pervaginum, dilakukan pemeriksaan dalam kamar operasi, infusi transfusi darah terpasang.
Bila akan melakukan tindakan seksio sesarea maka harus ada indikasi sebagai berikut:
1.      Plasenta previa totalis.
2.      Plasenta previa pada primigravida.
3.      Plasenta previa janin letak lintang atau letak sungsang
4.      Anak berharga dan fetal distres
5.      Plasenta previa lateralis jika :
• Pembukaan masih kecil dan perdarahan banyak.
• Sebagian besar OUI ditutupi plasenta.
• Plasenta terletak di sebelah belakang (posterior).
6.      Presentase abnormal
7.      Panggul sempit
8.      Keadaan serviks tidak menguntungkan (belum matang)
9.      Profause bleeding, perdarahan sangat banyak dan mengalir dengan cepat.

Pasien plasenta previa yang siap dioprasi pada pemeriksaannya harus menunjukkan bahwa:
1.      Plasenta previa marginalis
2.      Plasenta previa
3.   Plasenta previa letak rendah
4.   Plasenta lateralis atau marginalis dimana janin mati dan serviks sudah matang, kepala sudah masuk pintu atas panggul dan tidak ada perdarahan atau hanya sedikit perdarahan maka dilakukan amniotomi yang diikuti dengan drips oksitosin pada partus per vaginam bila gagal drips (sesuai dengan protap terminasi kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, lakukan seksio sesar.
5.Partus Per vaginam

                  Partus per vagina mini dilakukan pada plasenta previa marginalis atau lateralis pada multipara dan anak sudah meninggal atau prematur. Tanda – tanda yang harus ada untuk pelaksanaan partus per vagina ini adalah:
1.      Jika pembukaan serviks sudah agak besar (4-5 cm), ketuban dipecah (amniotomi) jika hid lemah, diberikan oksitosin drips.
2.      Bila perdarahan masih terus berlangsung, dilakukan SC.
3.         Tindakan versi Braxton-Hicks dengan pemberat untuk menghentikan perdarahan
(kompresi atau tamponade bokong dan kepala janin terhadap plasenta) hanya dilakukan pada keadaan darurat, anak masih kecil atau sudah mati, dan tidak ada fasilitas untuk melakukan operasi.

3.       Penanganan Pasif
a.       Tiap perdarahan triwulan  III  yang lebih dari show harus segera dikirim ke Rumah sakit tanpa
b.      dilakukan suatu manipulasi/UT.
c.        Apabila  perdarahan  sedikit,  janin  masih  hidup,  belum  inpartus,  kehamilan  belum  cukup  37 minggu/berat  badan  janin  kurang  dari  2.500  gram  persalinan  dapat  ditunda  dengan  istirahat, obat-obatan; spasmolitik, progestin/progesterone, observasi teliti.
d.       Siapkan  darah  untuk  transfusi  darah,  kehamilan  dipertahankan  setua  mungkin  supaya  tidak premature
e.        Bila ada anemia; transfusi dan obat-obatan penambah darah.




























GAMBAR DARI KEHAMILAN YANG MENGALAMI KOMPLIKASI PLASENTA PREVIA





plasenta previa,asuhan keperawatan plasenta previa










BAB IV
PENUTUP


4.1  KESIMPULAN
            Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa plasenta previa  merupakan plasenta yang letaknya abnormal yaitu pada segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir (ostium uteri internum). Plasenta previa diklasifikasikan menjadi tiga yaitu, plasenta previa totalis, lateralis dan marginalis.
            Plasenta previa sangat berpengaruh besar pada kehamilan dan partus karena dapat menimbulkan beberapa komplikasi – komplikasi yang dapat mengganggu kondisi kehamilan dan pelaksanaan partus.
Komplikasi – komplikasi yang ditimbulkan dari plasenta previa ini meliputi, perdarahan dan syok, infeksi, prematuritas atau lahir mati, dll.
Penanganan yang dilakukan pada plasenta previa ini meliputi, penangan ekspektif, penanganan aktif dan penanganan pasif.
  
  



 





0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates