Rabu, 19 Januari 2011

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS DENGAN ASI TIDAK KELUAR, BAYI TIDAK MAU MENYUSU TERHADAP Ny. D DI BPS PERMATA BUNDA METRO TAHUN 2007

LANDASAN TEORITIS

Segera susui bayi maksimal setengah jam pertama setelah persalinan. Hal ini merupakan titik awal yang penting apakah bayi nanti akan cukup mendapatkan ASI atau tidak. Ini di dasari oleh peran hormon pembuat ASI, antara lain hormon prolaktin. Hormon prolaktin dalam peredaran darah ibu akan menurun setelah satu jam persalinan yang disebabkan oleh lepasnya plasenta.
Sebagai upaya untuk tetap mempertahankan prolaktin untuk terus memproduksi ASI. Kosongnya simpanan ASI mengakibatkan semakin besar produksinya untuk mengisi ketika “lumbung” ASI yang kosong dan hornon prolaktin akan terus tinggi dalam peredaran darah. Apabila bayi tidak menghisap puting susu pada setengah jam persalinan, hormon prolaktin akan turut dan sulit merangsang sehingga ASI baru akan keluar pada hari ketiga atau lebih. (Hubertin Sri. 2004)
Faktor pendukung yang menyebabkan produksi ASI berkurang atau ASI tidak keluar saat ibu menyusui :
1.      Perasaan / emosi (psikologis ibu)
Perasaan ibu dapat menghambat dan meningkatkan pengeluaran oksitoksin. Seperti perasaan takut, gelisah, marah, sedih, cemas, kesal, malu atau nyeri hebat akan mempengaruhi refleks oksitoksin yang akhirnya menekan pengeluaran ASI. Sebaliknya perasaan ibu yang bahagia, senang, bangga, memeluk dan mencium bayinya dapat meningkatkan pengeluaran ASI.
2.      Dukungan suami  maupun keluarga lain dalam rumah akan sangat membantu berhasilnya seorang ibu untuk menyusui.
3.      Isapan bayi yang tidak sempurna atau puting susu yang sangat kecil. Hal ini membuat produksi hormon prolaktin dan hormon oksitoksin akan terus menurun dan produksi ASI akan terhenti.
4.      Cara menyusu ang tidak tepat, tidak dapat mengosongkan payudara dengan benar yang akan menurunkan produksi ASI.
5.      Semakin cepat memberi tambahan susu pada bayi akan menyebabkan daya isap berkurang, karena bayi mudah merasa kenyang bayai akan malas menghisap puting susu.
6.      Penggunaan dot dan empongan dapat mengurangi daya isap bayi.
7.      Ibu perokok berat produksi ASI-nya akan berkurang demikian pula dengan pil KB yang mengandung estrogen tinggi akan menurunkan produksi ASI.
8.      Ibu yang asupan nutrisinya kurang dan sedikit minum.

Adakalanya bayi enggan atau menolak untuk menyusu,  kaji bagaimana cara ibu memposisikan dan menggendong bayi payudara, mendorong kepala bayi ke payudara dapat mengakibatkan bayi menolak untuk disusui. (Riordan Jan. 2000)

Penyebab lain dari bayi yang enggan menyusu adalah :
1.      Bayi pilek, sehingga waktu menyusu sulit bernafas.
2.      Bayi sariawan, sehingga nyeri waktu menghisap.
3.      Bayi ditinggal lama karena ibu sakit / bekerja.
4.      Bayi bingung puting.
5.      Bayi dengan tali lidah pendek.
6.      Tekhnik menyusu yang salah.
7.      ASI yang kurang lancar.
8.      Pemberian makanan tambahan terlalu dini.
9.      Adanya faktor saat kelahiran, misalnya : asfeksia, ikterus.

Bayi tidak mau menyusu, mengakibatkan air susu terbendung pada payudara. Sejak hari ketiga setelah persalinan, ketika ASI secara normal dihasilkan, payudara menjadi sangat penuh. Hal ini bersifat fisiologis dan dengan penghisapan yang efektif dan pengeluaran ASI oleh bayi. Rasa penuh tersebut pulih dengan cepat. Namun dapat berkembang dengan cepat menjadi bendungan, pada bendungan, payudara terisi sangat penuh, dengan ASI dan cairan jaringan. Aliran vena dan limfatik tersumbat, aliran susu menjadi terhambat dan tekanan pada saluran ASI dengan alveoli meningkat. Payudara menjadi bengkak dan edematus. (Sarwona Prawiroharjo. 2001)

Tanda payudara terbendung
1.      Membesar
2.      Membengkak terlihat mengkilat
3.      Puting susu teregang dan menjadi rata.
4.      ASI tidak mengalir dengan mudah dan bayi sulit mengenyut
5.      Kadang-kadang menjadi demam dan hilang dalam 24 jam

Penatalaksanaan
1.      Menjelaskan kepada ibu dan suami keadaan ibu saat ini
Memberitahu kepada ibu dan suami sehingga ibu mengetahui bagaimana keadaan kesehatan ibu sehingga ibu dapat menjaga kesehatannya secara optimal untuk mencapai keadaan prima
2.      Jelaskan pada ibu cara mengurangi nyeri sebelum dan sesudah menyusui.
Mengurangi nyeri sebelum meneteki dengan kompres hangat pada dada.
Mengurangi nyeri setelah meneliti dengan kompres dingin pada dada.
3.      Jelaskan pada ibu tentang post natal breask care.
Agar laktasi tetap lancar dan terhindar dari kesulitan dalam menyusui maka perawatan payudara sangat perlu dilakukan.
Dengan tangan yang sudah dilicinkan dengan sedikit minyak lakukan pengurutan dengan 3 macam cara :
1)      Tempatkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara kemudian urut arah atas, samping, ke bawah dan melintang hingga tangan menyangga payudara.
2)      Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari tangan saling dirapatkan, sisi kelingking tangan mengurut payudara kiri dan pangkol ke arah puting demikian pula dengan payudara kanan.
3)      Telapak tangan menopang payudara seperti pada cara ke 2 kemudian jari tangan kanan dikepalkan, dengan buku-buku jari tangan kanan mengurut dari pangkal ke arah puting lakukan pengurutan berturut-turut 30 kali.
4)      Rangsang payudara dengan air hangat dan air dingin yang mengompres.

4.      Jelaskan pada ibu cara menyusui yang benar.
Menyusui bayi dengan posisi menempel yang baik, dengarkan suara menelan yang aktif dapat meningkatkan suplai ASI. Susui bayi di tempat tenang dan nyaman.
5.      Anjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya.
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, yang memberikan gizi dan kalori yang di perlukan bayi, sehingga bayi mendapatkan kenaikan BB, secara normal. Dengan menyusui bayi ibu lebih cepat memulihkan keadaanya, mencegah terjadi Ca. Mamae, lebih meningkatkan ikatan ibu dan bayi.
6.      Anjurkan ibu untuk menggunakan BH yang  menopang payudara.
7.      Anjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi sayur dan buah.
8.      Anjurkan ibu untuk banyak minum
9.      Beri obat
Paracetamol mampu mengurangi nyeri dan panas tubuh ibu.


ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS
DENGAN ASI TIDAK KELUAR, BAYI TIDAK MAU MENYUSU
TERHADAP  Ny. D DI BPS PERMATA BUNDA METRO
TAHUN 2007

I.              Pengumpulan Data Dasar (13 Oktober 2007)
1.      Anamnese
Nama                : Ny. D                          Nama            : Tn. A
Umur                : 23 tahun                      Umur             : 25 tahun
Agama              : Islam                           Agama          : Islam
Pendidikan       : SMA                           Pendidikan    : SMA
Suku                 : Jawa                            Suku              : Jawa
Pekerjaan          : IRT                             Pekerjaan      : Wiraswasta
Alamat              : Kampung Baru           Alamat          : Kampung Baru
                           24 Metro                                             24 Metro

2.      Keluhan Utama
Ibu post partum 3 hari yang lalu tanggal 11 Oktober 2007 mengeluh bayinya tidak mau menyusu, kemudian ibu mengeluh badannya panas, payudaranya bengkak, terasa nyeri, tegang dan ASI tidak keluar

3.      Riwayat Persalinan Lalu
a.       Status GPA                                  : G1P0A
b.      Usia kehamilan saat persalinan     : 37 minggu
c.       ANC selama kehamilan                : 6x di bidan
d.      Tempat persalinan                         : BPS
e.       Ditolong oleh                                : bidan
f.       Keadaan ibu dan bayi                   : ibu (baik), bayi asfiksia ringan
g.      Cara persalinan                             : spontan, pervaginam
Ibu melahirkan tanggal 11 Oktober 2007 pukul 09.30 WIB

Kala I
Lamanya 13,5 jam, Blood Slym sudah ada

Kala II
Lamanya 30 menit, tidak ada laserasi jalan lahir. Jumlah perdarahan 250 cc. Jenis kalamin laki-laki, berat badan 2800 gram, panjang badan 48 cm, APGAR Score 6-7, bayi lahir dengan Asfiksia ringan anus ada, tidak ada cacat dan kelainan

Kala III
Lamanya 10 menit, plasenta lahir lengkap berat plasenta 500 gram panjang tali pusat 40 cm, diameter plasenta 15 cm, jumlah perdarahan 100 cc

Kala IV
Berlangsung normal, kontraksi uterus baik, jumlah perdarahan 100 cc tidak ada hecting perineum
TD    : 110/70 mmHg                                   Pols     : 80 x / menit
RR   : 20 x / menit                                       Temp   : 370 C

4.      Pola istirahat dan kebutuhan dasar
a.       Istirahat
1)      Sebelum melahirkan
Ibu mengatakan tidur + 8-9 jam sehari
Ibu mengatakan tidur siang 1 jam
2)      Setelah melahirkan
Ibu mengatakan tidur + 6-8 jam sehari
Ibu mengatakan tidur siang 2 jam
b.      Nutrisi
1)      Sebelum melahirkan
Ibu makan 3x sehari dengan nasi, lauk sayur dengan porsi sedang
Ibu minum 6-8 gelas sehari
2)      Setelah melahirkan
Ibu makan 2x sehari dengan nasi, lauk sayur dengan porsi sedang
Ibu minum 6-8 gelas sehari
c.       Eliminasi
1)      Sebelum melahirkan
BAK                        : 5-6x sehari                 BAB    : 1x sehari
2)      Setelah melahirkan
BAK                        : 4-5x sehari                 BAB    : 1x sehari
d.      Personal Hygiene
1)      Sebelum melahirkan
Ibu mandi 2x sehari, keramas dua hari sekali serta ganti baju 2x sehari.
2)      Setelah melahirkan
Ibu mandi 2x sehari, keramas satu kali sehari serta ganti baju 2x sehari
e.       Aktifitas
1)      Sebelum melahirkan
Ibu hanya mengerjakan pekerjaan rumah tangga namun hanya yang ringan saja
2)      Setelah melahirkan
Ibu dapat melakukan kegiatan sehari-hari, mengurus bayi dan dirinya sendiri tanpa dibantu

5.      Data psikologis
a.       Ibu merasa senang dengan kelahiran bayinya
b.      Ibu merasa cemas dengan keadaannya saat ini
c.       Ibu merasa kebutuhan ASI anaknya tidak terpenuhi

6.      Pemeriksaan
a.       Pemeriksaan umum
Keadaan umum                          : baik
Kesadaran                                  : compos mentis
TD                                              : 120/80 mmHg
Pols                                            : 80 x / menit
RR                                             : 20 x / menit
Temp                                          : 37,50 C
b.      Pemeriksaan fisik
Rambut                      : Hitam, bersih, tidak ada rontok, tidak ada ketombe
Wajah                         :  Cloasma gravidarum tidak ada, oedema tidak ada
Mata                           :  Fungsi penglihatan baik, conjungtiva merah, sklera tidak interik
Telinga                       :  Fungsi pendengaran baik, kebersihan baik, tidak ada serumen, daun telinga simetris
Mulut                         :  Fungsi pengecapan baik, kebersihan cukup, tidak claries dentis dan stomatitis
Hidung                       :  Septum nasal simetris, tidak ada polip, fungsi penciuman baik
Dada                          :  Tidak terdengar ronchi, whezing, mur-mur, suara nafas bersih dan teratur, payudara simetris, puting susu menonjol, terdapat hiperpigmentasi areola mamae, ASI tidak mau keluar, payudara keras dan menegang kanan dan kiri
Abdoment                  :  Tidak terdapat luka operasi, tidak ada pembesaran yang abnormal. TFU pertengahan antara simfisis dan pusat kontraksi uterus baik
Genetalia                    :  Tidak ada oedema dan varices, pengeluaran pervaginam lochea rubra, tidak ada luka bekas jahitan, anus tidak terdapat haemoroid
Ekstermitas atas         :  Fungsi pergerakan baik, simetris kiri, kanan, jari-jari tangan lengkap
Ekstermitas bawah     :  Fungsi pergerakan baik, simetris kiri, kanan, tidak ada oedema, tidak ada varices

II.           Interprestasi Data Dasar
1.      Diagnosa
Ibu post partum hari ke 3 dengan ASI tidak keluar, bayi tidak mau menyusu.
Dasar :
a. ASI tidak keluar
               b. Payudara bengkak dan nyeri
c. Suhu 37,50 C

2.      Masalah
1)      Gangguan Pemenuhan ASI
Dasar :
a.       ASI tidak keluar
b.      Jika payudara disusukan terasa nyeri
2)      Cemas
Dasar :
a.       Ibu mengatakan sangat khawatir  dengan keadaannya saat ini
b.      Ibu cemas kebutuhan nutrisi anaknya tidak terpenuhi dengan baik
c.       Ibu mengeluh payudaranya tegang dan nyeri dan ibu takut terjadi kelainan
3)      Gangguan rasa nyaman
Dasar :
a.       Ibu mengatakan tidak nyaman dengan keadaannya saat ini
b.      Ibu mengeluh payudaranya terasa nyeri saat disusukan

3.      Kebutuhan
1)      Konseling tentang tekhnik menyusui yang benar
Dasar :
a.       Ibu belum tahu cara menyusui yang benar
b.      Ibu baru pertama kali menyusui
2)      Penyuluhan tentang post natal breast care
Dasar :
a.       ASI tidak keluar
b.      Payudara ibu tegang dan nyeri
c.       Ibu post partum hari ke-3
d.      Ibu kurang mengerti tentang perawatan payudara setelah melahirkan

III.    Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial
Jika tidak segera ditangani dapat terjadi bendungan ASI karena payudara tidak disusukan
IV.       Kebutuhan Terhadap Tindakan Segera dan Kolaborasi
Untuk sementara ini tidak ada, lakukan kolaborasi jika ada komplikasi

V.        Perencanaan
1.      Jelaskan pada ibu tentang keadaannya saat ini.
a.       Jelaskan pada ibu bahwa ia mengalami ASI tidak keluar dan bayi tidak mau menyusu karena kesalahan posisi menyusui
b.      Ajarkan pada ibu untuk menyusui bayi tanpa dijadwal dan cara       menyusui serta posisi yang baik saat menyusui, melakukan perawatan payudara selama masa menyusui
2.      Jelaskan pada ibu tentang tekhnik menyusui yang benar
a.       Jelaskan pada ibu cara menyusui yang benar
b.      Ajarkan pada ibu cara menyusui yang benar
c.       Observasi cara ibu menyusui
3.      Jelaskan pada ibu cara mengurangi rasa nyeri sebelum dan sesudah menyusui yaitu dengan cara :
a.       Masase payudara dan ASI diperas dengan tangan sebelum menyusui
b.      Basahi puting susu dengan ASI agar bayi mudah untuk menyusu
c.       Kompres dingin payudara ibu sebelum menyusui
d.      Susukan payudara ibu sampai benar-benar kosong
e.       Pakai BH yang menyangga
4.      Jelaskan pada ibu tentang perawatan payudara selama menyusui
a.       Anjurkan kepada ibu untuk melakukan perawatan payudara selama menyusui
b.      Ajarkan ibu cara merawat payudara selama menyusui
c.       Observasi ibu saat melakukan perawatan payudara
5.      Anjurkan pada ibu untuk makan makanan yang bergizi dan minum tidak kurang dari 7-8 gelas sehari, minum air putih 1 gelas setiap habis menyusui
6.      Beri antipiretik dan vitamin untuk mengurangi nyeri
Paracetamol 500 mg dan vitamin B kompleks 10 mg

VI.    Implementasi
1.      Menjelaskan pada ibu dan keluarga tentang keadaan ibu saat ini
a.       Menjelaskan pada ibu bahwa ASI tidak mau keluar dan bayi tidak mau menyusu karena kesalahan posisi menyusui
b.      Mengajarkan pada ibu untuk menyusui bayinya tanpa jadwal dan cara menyusui yang benar, posisi menyusui yang baik, melakukan prawatan payudara selama menyusui
2.      Menjelaskan pada ibu cara mengurangi rasa nyerisbelum dan setelah menyusui yaitu dengan cara:
a.       Masase payudara dan ASI diperas dengan tangan sebelum menyusui
b.      Membasahi puting susu dengan ASI  agar bayi mudah menyusu
c.       Kompres dingin payudara ibu sebelum menyusui
d.      Susukan payudara sampai benar-benar kosong
e.       Anjurkan ibu untuk menggunakan BH yang menyangga
3.      Menjelaskan pada ibu cara perawatan payudara selama menyusui yang benar
a.       Menganjurkan ibu untuk merawat payudara selama menyusui
b.      Mengajarkan ibu cara merawat payudara selama menyusui
c.       Mengobservasi ibu saat melakukan perawatan payudara
4.      Menjelaskan pada ibu tentang teknik menyusui yang benar
a.       Menjelaskan pada ibu bahwa pentingnya cara menyusui yang benar
b.      Menjelaskan ibu cara menyusui yang benar
c.       Mengobservasi cara ibu menyusui
5.      Menganjurkan pada ibu untuk makan-makan yang bergizi dan minum 7-8 gelas per hari serta minum air putih satu gelas setiap habis menyusui
6.      Memberikan obat-obatan antipiretik dan vitamin
a.       Paracetamol 3 x 500 mg
b.      B kompleks 3 x 10 mg

VII   Evaluasi
1.       Ibu mengerti keadaannya saat ini
2.       Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh bidan
3.       Ibu berjanji akan melakukan semua anjuran yang diberikan oleh bidan
4.       Ibu berjanji akan melakukan perawatan payudara selama menyusui
5.       Ibu bisa melakukan teknik menyusui yang benar
6.       Ibu berjanji akan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan













Catatan perkembangan hari ke 4 (Tanggal 14 Oktober 2007)
S                    :     1.   Ibu mengatakan ASI-nya sudah keluar tapi belum lancar
                            2.   Ibu mengatakan bayinya sudah menyusu
                            3.   Ibu mengatakan payudaranya masih terasa nyeri

O                   :     1.   Pada perabaan payudara masih tegang
                            2.   Keadaan umum ibu sudah membaik
                            3.   ASI sudah mulai keluar tetapi belum lancar
                            4.   Tanda-tanda vital
                                  TD         : 120/80 mmHg           RR       : 20 x / menit
                                  Pols       : 80 x /  menit              Temp   : 370 C
                            5.   TFU 3 jari di atas symphisis
                            6.   Ibu sudah bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain
                            7.   Ibu BAK 6-8x sehari
                                  Ibu BAB 1x sehari
                            8.   Pengeluaran pervaginam lochea sanguinolenta

A                   :     Ibu post partum P1A0 hari ke 4 dengan ASI tidak keluar bayi tidak mau menyusu
                            Dasar :
1)      payudara masih sedikit nyeri dan tegang
2)      ASI keluar tetapi belum lancar
3)      Bayi tampak tidak puas menyusu pada ibunya
4)      Tanda-tanda vital
                                         TD  : 120/80 mmHg           RR : 20 x / menit
        Pols : 80 x /  menit              Temp   : 370 C

P                    :     1.   Jelaskan kondisi ibu saat ini
                            2.   Minta ibu untuk tetap menyusui bayinya
                            3.   Anjurkan ibu untuk melakukan post natal breast care setiap hari
                            4.   Mengajarkan pada ibu teknik menyusui yang benar
                            5.   Anjurkan ibu untuk banyak mengkonsumsi sayur-sayuran hijau dan buah-buahan
                            6.   Anjurkan ibu untuk meneruskan terapi diberikan

Pelaksanaan :     1.   Menjelaskan kondisi ibu saat ini
                            2.   Menjelaskan pada ibu cara menyusui yang benar dan mengajurkan ibu hanya memberikan ASI saja pada 6 bulan pertama
                            3.   Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi sayuran dan buahan
                            4.   Menganjurkan pada ibu untuk tetap melakukan post natal breast care
                            5.   menganjurkan pada ibu untuk tetap meneruskan terapi

Catatan perekembangan hari ke 8 (Tanggal 18 Oktober 2007)
S                    :     1.   Ibu mengatakan ASI-nya sudah keluar dengan lancar
                            2.   Ibu mengatakan bayinya sudah mau menyusu
                            3.   Ibu mengatakan sudah melakukan post natal breast care di rumah setiap hari
                            4.   Ibu mengatakan payudaranya sudah tidak terasa nyeri lagi

O                   :     1.   Pada perabaan payudara ibu terasa lunak karena habis di susukan
                            2.   Payudara tidak terasa nyeri lagi
                            3.   ASI sudah keluar dengan lancar
                            4.   Tanda-tanda vital
                                  TD : 120/80 mmHg                   RR       : 20 x / menit
                                  Pols : 80 x / menit                     Temp   : 36,8 0 C
                            5.   TFU dua jari di atas symphisis
                            6.   Ibu BAK 6-8x sehari
                                  Ibu BAB 1x sehari
                            7.   Pengeluaran pervaginam lochea serosa

A                   :     Ibu post partum P1A0 hari ke 8 dengan ASI tidak keluar
                            Dasar :
1.       Payudara terasa lunak
2.       ASI sudah keluar dengan lancar
3.       Bayi tampak puas setelah menyusu pada ibunya
4.       Tanda-tanda vital
TD       : 120/80 mmHg                   RR       : 20 x / menit
Pols      : 80 x / menit                       Temp   : 36,8 0 C

P                    :     1.   Jelaskan pada ibu bahwa keadaannya saat ini sudah membaik dan tidak ada yang perlu dicemaskan
                            2.   Minta ibu untuk tetap menyusui bayinya dan hanya memberikan ASI saja selam 6 bulan
                            3.   Lanjutkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sayuran dan buah-buahan serta ibu harus banyak minum.
                            4.   Ajarkan ibu tentang perawatan BBL
a.       Ajarkan tentang perawatan tali pusat
b.      Ajarkan tentang cara memandikan bayi
c.       Anjurkan pada ibu untuk membawa bayinya ke pusat kesehatan jika terdapat tanda-tanda bahaya

Pelaksanaan         :     1.   Menjelaskan pada ibu bahwa kondisinya saat ini baik
2.      Menganjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya hingga usia 6 bulan
3.      Menganjurkan pada ibu untuk makan makanan bergizi dan banyak minum
4.      Mengajarkan pada ibu tentang perawatan BBL
a.       Mengajarkan ibu tentang perawatan tali pusa
b.      Mengajarkan ibu cara memandikan bayi
c.       Menganjurkan pada ibu untuk segera membawa bayinya ke pusat kesehatan jika terdapat tanda-tanda bahaya pada BBL

Catatan perekembangan hari ke 11 (Tanggal 21 Oktober 2007)
S                    :     1.   Ibu mengatakan ASI-nya sudah keluar dengan lancar
                            2.   Ibu mengatakan bayinya sudah mau menyusu
                            3.   Ibu mengatakan bahwa ia merasa sehat
                           
O                   :     1.   ASI sudah keluar dengan lancar
                            2.   Keadaan umum ibu baik
                            3.   Pada perabaan payudara terasa lunak
                            4.   Tanda-tanda vital
                                  TD : 120/80 mmHg                   RR       : 20 x / menit
                                  Pols : 80 x / menit                     Temp   : 36,5 0 C
                            5.   TFU sudah tidak teraba lagi
                            6.   Ibu BAK 6-8x sehari
                                  Ibu BAB 1x sehari
                            7.   Ibu sudah bisa melakukan kegiatan sehari-hari dan mengurus bayinya sendiri
                            8.   Pengeluaran pervaginam lochea alba

A                   :     Ibu post partum P1A0 hari ke 11 dengan ASI tidak keluar
                            Dasar :
1.      Payudara terasa lunak
2.      ASI sudah keluar dengan lancar
3.      Bayi tampak puas setelah menyusu pada ibunya
4.      Tanda-tanda vital
TD       : 120/80 mmHg                   RR       : 20 x / menit
Pols      : 80 x / menit                       Temp   : 36,5 0 C

P                    :     1.   Jelaskan pada ibu bahwa keadaannya saat ini sudah membaik dan tidak ada yang perlu dicemaskan
                            2.   Minta ibu untuk tetap menyusui bayinya dan hanya memberikan ASI saja selam 6 bulan
                            3.   Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi sayuran dan buah-buahan serta ibu harus banyak minum
                            4.   Beri ibu informasi atau konseling tentang keluarga berencana
                                   
Pelaksanaan         :     1.   Menjelaskan pada ibu bahwa kondisinya saat ini baik
2.      Menganjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya hingga usia 6 bulan
3.      Menganjurkan pada ibu untuk makan makanan bergizi dan banyak minum
4.      Memberikan informasi atau konseling pada ibu mengenai keluarga berencana




DAFTAR PUSTAKA

Purwanti, Hubertin Sri. 2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif, Jakarta: EGC
Riordan Jan dan Kathleen. 2000. Menyusui dan Laktasi, Jakarta: EGC
Neilson, Joan. 1993. Cara Menyusui yang Baik. Jakarta: Arcan
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. 2001. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: JHPKKR-POEL





0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates