Senin, 10 Januari 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH TERHADAP By. Ny. “S” DI BPS NUR FARIDA

LANDASAN TEORI

A. Pengertian
(Menurut buku Asuhan Kesehatan Anak Dalam Kontes Keluarga, Pusdiknakes. Depkes RI 1992) istilah prematuritas telah diganti dengan berat bayi lahir rendah (BBLR) oleh WHO pada tahun 1961.Di dalam buku pusdiknakes depkes yang berjudul asuhan kesehatan anak dalam konteks keluarga BBLR ialah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram sampai dengan 2499 gram.
(Menurut Buku Ilmu Kesehatan Anak, Staf Pengajar FKUI, 1985) Frekuensi BBLR dinegara maju berkisar antara 3,6-10,8%, dinegara berkembang berkisar antara 10-43%.Rasio antara negara maju dan negara berkembang adalah 1 : 4. seringkali faktor penyebabnya tidak diketahui ataupun kalau diketahui faktor penyebabnya tidaklah berdiri sendiri tetapi kombinasi dari beberapa faktor ,diantaranya:
1. Faktor nutrisi
2. Infeksi
3. Bahan toksik
4. Faktor budaya
5. insufiensi atau disfungsi plasenta
6. Faktor-faktor lain, seperti merokok, peminum alkohol, plasenta previa obat-obatan dsb.
Pembagian menurut berat badan ini sangat mudah tetapi tidak memuaskan, lama-kelamaan ternyata bahwa morbiditas dan mortalitas neonatus tidak hanya bergantung pada berat badannya.
(Menurut Buku Asuhan Kesehatan Anak Dalam Kontes Keluarga, Pusdiknakes. Depkes RI. 1992) menjelaskan bahwa Guren Wald mengatakan bahwa bila digunakan definisi yang lama 30-40% dari bayi perempuan sebelumnya telah mempunyai masa gestasi 37-38 minggu frekuensi. BBLR dinegara maju berkisar antara 3,6 -10,8% dinegara berkembang berkisar 10-40%. Rasio antara negara maju dan berkembang adalah 1 : 4. Menurut kongres European perinatal medicine Ke ll di London 1970, telah disusun definisi sebagai berikut :
1. Bayi kurang bulan (prematur) : bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 mingu (259 hari)
2. Bayi cukup bulan (aterm) : bayi dengan masa kehamilan mulai dari 37 minggu sampai 42 minggu (250-293 hari)
3. Bayi lebih bulan (post date) : bayi dengan masa kehamilan mulai dari 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih)

B. Etiologi
(Menurut Asuhan Kesehatan Anak Dalam Kontes Keluarga, Pusdiknakes. Depkes RI 1992) BBLR dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, yaitu :
1. Faktor ibu
a. Gizi saat hamil yang kurang
b. Umur kurang dari 20 tahun dan diatas 35 tahun
c. Jarak hamil dan bersalin yang terlalu dekat
d. Penyakit menahun ibu seperti hipertensi dan jantung
e. Perokok dan bekerja yang terlalu berat

2. Faktor kehamilan
a. Hamil ganda
b. Perdarahan ante partum
c. Plasenta previa

3. Faktor janin
a. Cacat bawaan
b. Infeksi dalam rahim

4. Faktor lain-lain (nutrisi, perokok, peminum alkohol, sosial ekonomi. dll)

C. Gambaran klinik
(Menurut Buku Sinopsis Obstetri, Rustam Mochtar, 1998) Makin muda umur kehamilan,makin jelas tanda-tanda imaturitasnya. Karakteristik dari bayi preterm yaitu:
1. Berat lahir kurang dari 2500 gr
2. PB kurang dari 45 cm
LD kurang dari 30 cm
LK kurang dari 33 cm
3. Umur kehamilan kurang dari 37 minggu
4. Kepala relatif lebih besar
5. Kulit tipis transparan, rambut lanugo banyak ,lemak kulit berkurang
6. Otot hipotonik lemah, pernafasan tidak teratur dapat terjadi apnea
7. Ektremitas paha abduksi, sendi lutut atau kaki fleksi sampai lurus
8. Pernafasan sekitar 45 sampai dengan 50 kali permenit
Beberapa penyakit yang berhubunban dengan prematuritas :
1. Syndrome gangguan nafas idiopatik
2. Pneumonia aspirasi karena reflek menelan dan batuk belum sempurna
3. Perdarahan spontan dalam prentikel otak lateral, akibat anoxia otak
4. Hiperbilirubinemia, karena fungsi hati belum matang dan hipotermia
Bayi dengan tanda “wasting” dapat dibagi menurut berat ringannya
1. Stadium 1
Bayi kurus dan relatif lebih panjang, kulitnya longgar, kering dan belum terdapat mekonium
2. Stadium II
Tanda stadium I ditambah warna kehijauan pada kulit dan plasenta, umbilicus, hal ini disebabkan mekonium yang tercampur dengan amnion yang mengendap pada kulit dan plasenta.

3. Stadium III
Ditemukan stadium II ditambah kulit yang berwarna kuning, kuku dan tali pusatnya.
Sering faktor penyebab tidak diketahui ataupun kalau diketahui faktor penyebabnya tidaklah berdiri sendiri, antara lain adalah :
1. Faktor genetik atau kromosom
2. Infeksi
3. Bahan toksik
4. Radiasi
5. Insufisiensi atau disfungsi plasenta
6. Faktor nutrisi

D. Diagnosis dan gejala klinik
(Menurut buku synopsis obstetri,Rustam Mochtar.1998) Diagnosis dan gejala klinik:
Sebelum bayi lahir
1. Sebelum bayi lahir
a. Pada anamnesa sering ditemui adanya riwayat abortus, partus prematurus dan lahir mati
b. Pertambahan berat badan ibu lambat dan tidak sesuai menurut yang seharusnya
c. Pembesaran uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan
d. Pergerakan janin yang pertama (Quickening) terjadi lebih lambat walaupun kehamilannya sudah agak lanjut

2. Setelah bayi lahir
a. Bayi dengan retardasi pertumbuhan intrauterin
Secara klasik seperti bayi yang kelaparan. Tanda-tanda bayi ini adalah tengkorak kepala keras, gerakan bayi terbatas, verniks kaseosa sedikit atau tidak ada, kulit kering, tipis, berlipat-lipat.

b. Bayi prematur yang lahir sebelum kehamilan 37 minggu
Verniks kaseosa ada, jaringan lemak bawah kulit sedikit, tulang tengkorak lunak dan mudah bergerak, abdomen buncit, tali pusat tebal dan segar, menangis lemah, kulit tipis, merah dan transparan

c. Bayi prematur kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya karena itu sangat peka terhadap gangguan pernafasan, infeksi, trauma kelahiran, hipotermi dan sebagainya. Pada bayi kecil untuk masa kehamilan alat-alat dalam tubuh lebih berkembang dibandingkan dengan bayi prematur berat badan sama, karena hal itu akan mudah hidup diluar rahim, namun tetap lebih peka terhadap infeksi dan hipotermi dibandingkan matur dengan berat badan normal.

E. Penatalaksanaan
(Menurut buku synopsis obstetri , Rustam Mochtar. 1998) yang perlu diperhatikan adalah pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan, dan siap sedia dengan tabung oksigen. Pada bayi prematur makin pendek masa kehamilan, makin sulit dan banyak persoalan yang akan dihadapi, dan makin tinggi angka kematian perinatal. Biasanya kematian disebabkan oleh gangguan pernafasan, infeksi, cacat bawaan dan trauma pada otak. Kebutuhan cairan untuk BBL 120 sampai 150 ml/kg BB/hari atau 100-120 cal/kg BB/hari. Pemberian dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan bayi untuk segera mungkin mencukupi kebutuhan cairan atau kalori.
a. Pengaturan suhu
Bayi dimasukkan dalam inkubator. Bila bayi dirawat dalam inkubator, maka suhu untuk bayi dengan BB kurang dari 2 kg adalah 35 oC, dan untuk bayi dengan berat badan 2-2,5 kg adalah 34 oC, agar dia dapat mempertahankan suhu tubuh sekitar 37 oC kelembaban inkubator 50-60%.
Suhu inkubator dapat diturunkan 1 oC per minggu untuk bayi dengan berat badan 2 kg dan secara berangsur-angsur dapat dilakukan atau diletakkan ditempat tidur dengan suhu lingkungan 27-29 oC prematur mudah dan cepat sekali menderita hipotermi bila berada di lingkungan yang dingin. Kehilangan panas disebabkan oleh permukaan tubuh bayi yang relatif lebih luas bila dibandingkan dengan berat badannya. Cara lain untuk mempertahankan suhu tubuh bayi ( 36ºC - 37ºC ) adalah dengan memasukkan bayi dalam inkubator dengan suhu yang diatur.
b. Makanan
Makanan bayi premature refleks hisap,telan dan batuk belum sempurna. Kapasitas lambung masih sedikit, kebutuhan protein 3-5 gram/hari dan tinggi kalori 110 kalori/kg BB/hari.Pemberian minum dimulai saat bayi berumur 3 jam. Jumlah cairan yang diberikan pertama kali adalah 1-5 ml/jam dan jumlahnya dapat ditambah sedikit tiap 12 jam.
Banyak cairan yang diberikan perhari adalah 60 ml/kg BB/hari dan setiap hari dinaikkan sampai dengan 200 ml/kg BB/hari pada akhir minggu ke dua.
Hari kelahiran Cairan /kg BB/hari Kalori /kg BB/hari
1 60 ml 40 kal
2 70 ml 50 kal
3 80 ml 60 kal
4 90 ml 70 kal
5 100 ml 80 kal
6 110 ml 90 kal
7 120 ml 100 kal
710 150-200 ml 7120 kal

Air susu yang paling baik adalah ASI. Bila bayi belum dapat menyusui, ASI dapat dipompa dan dimasukkan dalam botol steril. Bila ASI tidak ada, ganti susu dengan susu buatan yang mengandung lemak yang mudah dicerna oleh bayi (lemaknya dari middle chain trigly ceride) dan mengandung 20 kalori/30 ml air atau sekurang-kurangnya bayi dapat 110 kal/kg BB/hari.

F. Prognosis
(Menurut buku synopsis obstetri , Rustam Mochtar. 1998) kematian perinatal pada bayi berat lahir rendah (BBLR ) 8 kali lebih besar dari bayi normal pada umur kehamilan yang sama. Prognosis akan lebih buruk lagi bila berat badan makin rendah. Angka kematian bayi yang tinggi terutama disebabkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi neonatal seperti asfiksia, aspirasi pneumonia, perdarahan intrakranial dan hipoglikemia. Bila bayi ini selamat kadang-kadang dijumpai kerusakan pada syaraf dan akan terjadi gangguan bicara, IQ yang rendah dan gangguan lainnya.
Prognosis ini juga tergantung dari berat ringannya masalah perinatal, misalnya masalah gestasi asfiksia, sindrom gangguan pernafasan, perdarahan, intraventrikuler displasia bronkopulmuna retrorental cibroplasia, infeksi, gangguan metabolik.
Prognosis ini juga tergantung dari keadaan sosial ekonomi, pendidikan orang tua dan perawatan pada saat kehamilan, persalinan, post natal. Bila bayi berat lahir rendah ini dapat mengatasi problematik yang dideritanya maka perlu diamati selanjutynya oleh karena kemungkinan bayi ini akan mengalami gangguan pendengaran, penglihatan kognitif motor susunan saraf pusat dan penyakit seperti hidrochepalus cerebral palsy dan sebagainya.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN
BERAT BAYI LAHIR RENDAH TERHADAP By. Ny. “S”
DI BPS MARTINI DEWI
TAHUN 2007


I. PENGUMPULAN DATA DASAR
A. Identitas
1. Bayi
Nama : Bayi Ny. “S”
Tanggal / jam lahir : 26 Februari 2007
Jenis kelamin : Laki-laki
Anak ke- : Pertama
Alamat : Sidomulyo
Kec. Punggur
Kab. Lampung Tengah

2. Orang Tua
Nama ibu : Ny. Suryanti Nama Suami : Tn. Iskandar
Umur : 28 tahun Umur : 30 tahun
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMA
Suku : Jawa Suku : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Sidomulyo Alamat : Sidomulyo
Kec. Punggur Kec. Punggur
Kab. Lampung Tengah Kab. Lampung Tengah



B. Riwayat Keadaan
1. Keluhan utama
Ibu mengatakan bayi lahir dengan BB 2000 gr, tidak menangis spontan, kulit pucat pada bagian akral tampak pucat dan dingin, pergerakan bayi lambat.

2. Riwayat persalinan
a. Ibu dengan G1P1A0 dengan usia kehamilan 37 minggu
b. Persalinan ditolong oleh bidan
c. Jenis persalinan spontan pervaginam
d. Tempat persalinan di BPS Martini Dewi
e. Lama Persalinan :
Kala I : 8 jam 45 menit
Kala II : 30 menit
Kala III : 15 menit
Kala IV : 2 jam
f. Masalah yang terjadi selama persalinan, tidak ada masalah selama persalinan
g. Keadaan air ketuban selama persalinan, tidak keruh dan tidak ada mekonium

C. Pemeriksaan
1. Pemeriksaan umum
a. Keadaan umum : bayi tampak lemah
b. Nadi : 100 x/menit
c. Pernafasan : 35x/menit
d. Suhu : 35 oC
2. Antropometri
a. Berat badan : 2000 gram
b. Panjang badan : 45 cm
c. Lingkar kepala : 28 cm
d. Lila : 8 cm
3. Refleks
a. Moro : ada tapi belum baik menggerakkan tangannya ke atas dan ke bawah lambat
b. Roating : ada tetapi belum baik, bayi dapat mencari sumber rangsangan dengan lambat
c. Isap : ada, tapi masih lemah
4. Menangis : pada saat pertama kali keluar, bayi menangis tetapi masih lemah
5. Kepala :
a. Simetris : bentuknya simetris kanan dan kiri
b. UUB : ada, bentuk layang-layang
c. UUK : ada, bentuknya segitiga
6. Mata
a. Posis : simetris kanan dan kiri
b. Kotoran : tidak ada kotoran dimata
c. Perdarahan : tidak ada perdarahan
7. Hidung
a. Lubang : ada lubang hidung
b. Cuping hidung : tidak ada pernafasan cuping hidung
c. Keluaran : terdapat lendir pada lubang
8. Mulut
a. Simetris : simetris atas dan bawah
b. Palatum : tidak ada labiospallatoskizim
c. Bibir : tidak labioskizis
d. Gusi : ada, atas dan bawah. Berwarna merah muda

9. Telinga
a. Simetris : simetris kanan dan kiri
b. Daun telinga : ada kanan dan kiri
c. Lubang telinga : ada kanan dan kiri
d. Cairan : tidak ada cairan yang keluar dari telinga
10. Leher
a. Kelainan : tidak ada kelainan
b. Pergerakan : dapat digerakkan kanan dan kiri
11. Dada
a. Pergerakan : lemah
b. Bunyi nafas : teratur, tetapi lemah
c. Bunyi jantung : lemah
12. Perut
a. Bentuk : simetris
b. Bising usus : ada
c. Kelainan : tidak ada kelainan
13. Tali pusat
a. Pembuluh darah : terdapat 2 arteri dan 1 vena
b. Pedarahan : tidak ada perdarahan
c. Kelainan tali pusat : baik, tidak ada kelainan
14. Kulit
a. Warna : biru pucat
b. Turgor : pucat, elastis
c. Lanugo : ada, sedikit
d. Verik caseosa : ada
15. Punggung
a. Bentuk : simetris
b. Kelainan : tidak ada kelainan

16. Ekstremitas
a. Bagian atas :
1) Tangan : jari-jari tangan lengkap, agak pucat
2) Akral : pada ujung-ujung akral tampak pucat dan dingin
b. Bagian bawah :
1) Kaki : jari-jari kaki lengkap tapi agak pucat
2) Kelainan : tidak ada kelainan
3) Pergerakan : lambat dan sedikit lemah
17. Genetalia
a. Scrotum : ada
b. Testis : ada, sudah turun masuk scrotum
c. Penis : ada, panjang 2,5 cm
d. Kelainan : tidak ada kelainan

II. INTERPRETASI DATA DASAR
1. Diagnosa
Bayi baru lahir spontan cukup bulan dengan BBLR
Dasar :
a. Bayi baru lahir BBLR disertai dengan asfiksia ringan pada tanggal 26 Ferbruari 2007
b. Suhu tubuh : 35 oC
Apgar : 6/10
BB : 2000 gram
PB : 45 cm
DJJ : 100 x/menit
Ekstremitas : kebiruan
Bayi menangis : lemah
Lila : 8 cm
Akral tampak pucat dan dingin pergerakan bayi lambat

2. Masalah
Gangguan pada aktivitas dan terjadi hipotermi
Dasar :
a. Tangan dan kaki tampak pucat
b. Pergerakan lambat dan lemah
c. Pada bagian akral tampak pucat dan dingin

3. Kebutuhan
Memberikan perbaikan suhu pada bayi dengan diberi kehangatan dan diberikan rangsangan taktil
Dasar :
b. Pengaturan suhu
c. Pergerakan ekstremitas

III. IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadi :
1. Asfiksia
Dasar :
a. Bayi lahir dengan nafas megap-megap
b. Terdapat lendir pada lubang hidung
2. Ikterus
Dasar :
a. Bagian kulit bayi kuning
b. Bagian mata bayi kuning
3. Infeksi tali pusat
Dasar : Tali pusat masih basah

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG MEMERLUKAN TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
1. Membersihkan dan membebaskan jalan nafas dengan slem
2. Pemberian O2
3. Masukkan dalam inkubator

V. PERENCANAAN
1. Keringkan tubuh bayi secepatnya terutama bagian kepala
a. Ajarkan pada ibu teknik mengelap kepala yang benar
b. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya mengeringkan kepala bayi
c. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas
2. Ganti kain yang basah secepatnya
a. Ajarkan pada ibu cara mengganti kain yang baik
b. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya mengganti kain yang basah
c. Libatkan keluarga agar membantu aktifitas ibu
d. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas
3. Tutup kepala bayi
a. Ajarkan ibu untuk melindungi kepala bayi
b. Anjurkan ibu untuk menjaga suhu bayi
c. Evaluasi pemantauan ibu terhadap penjelasan petugas
4. Letakkan bayi dalam inkubator dengan suhu 37oC atau dengan penghangatan lain
a. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayi
b. Anjurkan bayi bisa mendapat suhu yang cukup dengan pemanas yang lain
c. Jelaskan pada ibu tentang metode kanguru
d. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas
5. Memberikan rangsangan taktil pada bayi
a. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayi
b. Anjurkan agar bayi bisa mendapat rangsangan
c. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas
6. Pemenuhan kebutuhan nutrisi (ASI)
a. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya ASI
b. Ajarkan pada ibu untuk memberikan ASI secukupnya
c. Libatkan keluarga agar membantu aktivitas ibu
d. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas
7. Melakukan perawatan pada tali pusat
a. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya perawatan tali pusat
b. Ajarkan pada ibu cara membersihkan atau merawat tali pusat
c. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas

VI. PELAKSANAAN
1. Keringkan tubuh bayi secepatnya terutama bagian kepala
c. Mengajarkan pada ibu teknik mengelap kepala yang benar, pengelapan kepala dilakukan secara perlahan-lahan, pada waktu mengelap jangan sampai terkena mata, karena dapat menyebabkan mata teriritasi
d. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya mengeringkan kepala bayi pengeringan kepala pada bayi sangat mempengaruhi keadaan suhu bayi, karena bayi pada umumnya sangat rentang dengan suhu dingin
e. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas yaitu mengerti tentang pentingnya mengeringkan kepala bayi
2. Ganti kain yang basah secepatnya
a. Mengajarkan pada ibu cara mengganti kain yang baik yaitu dengan cepat kita mengganti kain pada bayi. Terutama waktu bayi BAB atau BAK karena dapat mempengaruhi keadaan suhu tubuh bayi
b. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya mengganti kain yang basah akan mempengaruhi pertumbuhan atau keadaan suhu bayi
c. Melibatkan keluarga agar membantu aktifitas ibu dan membantu ibu dalam mengganti kain bayi
d. Evaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas tentang kenapa ibu harus mengganti kain bayi yang basah
3. Tutup kepala bayi
a. Mengajarkan ibu untuk melindungi kepala bayi dengan menggunakan topi karena kepala merupakan bagian yang paling terluas sehingga potensial terjadi kehilangan panas. Jadi kepala bayi harus dilindungi. Setiap habis mandi kepala harus di tutup
b. Mengajurkan ibu untuk menjaga suhu bayi dengan cara menjaga keadaan bayi termasuk kepala bayi, kita harus menutup kepala bayi agar bayi tidak kehilangan suhu
c. Evaluasi pemantauan ibu terhadap penjelasan petugas tentang menutup kepala bayi
4. Letakkan bayi dalam inkubator dengan suhu 37oC
a. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan bayi, keadaan bayi dengan suhu 35oC pada bagian akral tampak pucat dan dingin sehingga bayi harus dimasukkan ke inkubator. Memasukkan bayi ke inkubator agar bayi tidak bertambah kehilangan suhu tubuh
b. Menganjurkan bayi bisa mendapat suhu yang cukup dengan pemanas yang lain. Walaupun tidak ada inkubator ibu bisa membuat penghangat sendiri dengan menggunakan lampu. Dengan jarak 60 cm dengan lampu 60 watt. Karena bayi harus dijaga keadaan suhunya
c. Menjelaskan pada ibu tentang metode kanguru. Suhu tubuh bayi dipertahankan agar tetap hangat dalam batas normal (36,5-37,5oC) dengan menggunakan termomter. Jika suhu bayi kurang panas, sedangkan fasilitas inkubator tidak ada, bayi dapat digendong dengan cara kanguru oleh ibu, caranya dekatkan bayi dipelukan ibu dengan erat. Jangan lupa bayi menggunakan baju yang tebal agar bayi tetap hangat. Metode ini dapat dilakukan oleh ibu selama 24 jam.
d. Mengevaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas tentang cara menghangatkan bayi
5. Memberikan rangsangan taktil pada bayi
a. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan bayi yaitu bayi bergerak lambat jadi bayi tersebut harus diberi ransangan agar bayi dapat bergerak
b. Menganjurkan agar bayi bisa mendapat rangsangan bayi tersebut harus dirangsang dengan rangsangan taktil diharapkan dengan rangsangan ini bayi dapat terangsang dan dapat bergerak
c. Mengevaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas
6. Pemenuhan kebutuhan nutrisi (ASI)
a. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya ASI bagi bayinya. Bahwa ASI akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan bayi untuk daya tahan tubuh terhadap infeksi. Jadi meskipun ASI belum keluar bayi harus tetap menyusui untuk merangsang produksi ASI
b. Mengajarkan pada ibu untuk memberikan ASI atau menyusui yaitu dengan membersihkan pada daerah payudara sebelum dan sesudah menyusui yaitu dengan membersihkan payudara, menganjurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya, meskipun ASI belum keluar dan menyusui bayi hendaknya mulut bayi masuk sampai areola mamae
c. Melibatkkan keluarga agar membantu aktivitas ibu dan memberi dukungan semangat kepada ibu untuk tetap melakukan perawatan
d. Mengevaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas yaitu mengerti tentang pentingnya ASI bagi bayinya
7. Melakukan perawatan pada tali pusat
a. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya perawatan tali pusat yaitu dengan perawatan tali pusat diharapkan tidak terjadi infeksi pada bayi. Jika puntung tali pusat kotor, kita harus membersihkan dan keringkan dengan kain bersih karena agar tidak terjadi infeksi
b. Mengajarkan pada ibu cara membersihkan atau merawat tali pusat dengan cara membungkus puntung tali pusat atau mengoleskan cairan. Oleskan alkohol atau betadine tetapi tidak dikompresi karena dapat menyebabkan tali pusat
c. Mengevaluasi pemahaman ibu terhadap penjelasan petugas yaitu mengerti tentang perawatan tali pusat

VII. EVALUASI
1. Ibu mengerti tentang pentingnya menjaga suhu tubu bayi
2. Ibu sudah dapat mengganti kain bayi yang basah dan mengerti tentang pentingnya menjaga keadaan bayi
3. Ibu mengerti tentang teknik menyusui yang benar dan mengerti tentang pentingnya ASI bagi bayinya
4. Ibu sudah dapat melakukan perawatan tali pusat dan menutup bagi agar bayi tidak kehilangan suhu tubuh
5. Keluarga sudah melibatkan diri dengan memberikan bantuan kepada ibu melakukan pekerjaan sehari-hari dan membantu ibu dalam mengganti kain bayi yang basah

CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 27 Februari 2007 ( hari ke-2 setelah bayi lahir)
S : 1. Ibu mengatakan bayi menangis lemah
2. Ibu mengatakan jari dan kaki bayi terasa dingin dan tampak pucat
3. Ibu mengatakan ASI keluar tapi tidak banyak
4. Ibu mengatakan pergerakan bayi lambat
O : 1. Keadaan umum bayi lemah dengan
BB : 2000 gram dengan suhu : 35oC
2. Turgor kulit pucat
3. Pada ujung-ujung akral tampak pucat dan terasa dingin
4. Pergerakan bayi lambat dan sedikit lemah
5. Reflek bayi lambat
6. Keadaan tali pusat bayi kurang baik
7. Panjang badan 45 cm
8. DJJ : 100 x/menit
9. Bayi sedikit minum ASI
10. BAK dan BAB bayi tidak lancar atau tidak teratur
A : 1. Diagnosa
BBLR dengan BB 2000 gram dengan keluhan bayi menangis lemah
Dasar : a. Suhu bayi 35oC
b. Bagian akral bayi tampak pucat dan dingin
2. Masalah
Pergerakan bayi lambat
Dasar : bayi terlihat pasif

3. Kebutuhan
a. Masukkan bayi di inkubator, beri ASI
b. Lakukan rangsangan taktil
P : 1. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya, dimana bayi tersebut merasa dingin
2. Menganjurkan pada ibu agar bayi dimasukkan ke inkubator
3. Menganjurkan pada ibu agar memberikan ASI
4. menganjurkan pada ibu bahwa bayinya harus selalu dirangsang


CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 3 Maret 2007 (hari ke-7 setelah bayi lahir)
S : 1. Ibu mengatakan bayi mulai tidak menangis lagi
2. Ibu mengatakan pergerakan bayi tidak lambat
3. Ibu mengatakan ASI sudah keluar
O : 1. Keadaan umum bayi baik dengan sedikit aktivitas
2. Bayi merasa dingin
3. BB : 2100 gram
4. Turgor kulit tidak pucat lagi
5. Reflek bayi baik
6. BAK dan BAB bayi terlihat baik
A : 1. Diagnosa
Bayi 7 hari setelah lahir
Dasar : a. BB 2100 gram
b. Bayi sudah tidak menangis lagi tapi aktivitas masih sedikit lemah
2. Kebutuhan
Memberikan ASI
P : 1. Menganjurkan pada ibu untuk tetap memberikan nutrisi yang baik
2. Menganjurkan pada ibu untuk menjaga suhu tubuh bayi
3. Menganjurkan pada ibu agar bayi tetap diberi ASI


CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal : 10 Maret 2007 (hari ke-14 setelah bayi lahir)
S : 1. Ibu mengatakan bayi tidak menangis lagi
2. Ibu mengatakan pergerakan bayi baik
3. Ibu mengatakan bayi sudah banyak minum ASI
O : 1. Keadaan umum bayi baik, bayi sudah mulai baik 2. Bayi tidak menangis lagi
3. ASI sudah banyak keluar dan bayi minum ASI secara adekuat
4. Tanda-tanda vital
TD : -
Pols : 100 x/menit
BB : 2500 gr
RR : 35 x/menit
Suhu : 37 0C
Lila : 9 cm
A : 1. Diagnosa
Bayi tidak menangis lagi
Dasar : a. Bayi sudah tidak merasa dingin BB mulai bertambah
b. Aktivitas bayi mulai membaik
2. Kebutuhan
Peningkatan gizi seimbang dan nutrisi
P : 1. Menjelaskan pada ibu keadaan bayinya sudah lebih baik
2. Menganjurkan pada ibu tetap memberikan ASI ekslusif
3. Menganjurkan pada ibu untuk membawa bayinya keposyandu untuk melakukan imunisasi

DAFTAR PUSTAKA


Mochtar, R., 1998, Sinopsis Obstetri, EGC, Jakarta

Pusdiknakes, Dep.Kes., RI, 1992, Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga, Jakarta

Staf Pengajar IKA FKUI, 1985, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak Jilid 3, Jakarta,

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates