Selasa, 11 Januari 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR KOTOR

"LANDASAN TEORI BAYI BARU LAHIR KOTOR"

1. Pendahuluan
Asuhan tidak hanya diberikan kepada ibu, tapi juga sangat diperlukan oleh Bayi baru Lahir (BBL). Walaupun sebagian besar proses persalinan terfokus pada ibu, tetapi karena proses tersebut merupakan pengeluaran hasil kehamilan (Bayi) maka penatalaksanaan persalinan baru dapat dikatakan berhasil apabila selain ibunya, bayi yang dilahirkan juga berada dalam kondisi yang optimal. Memberikan asuhan segera, aman, dan bersih untuk BBL merupakan bagian esensial asuhan BBL (Buku panduan praktis Pel Kes Maternal Neonatal)
2. Pengertian
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir,berusia 0 – 28 hari. BBL digolongkan menjadi 2 yaitu :
1. Bayi Baru Lahir (BBL) normal
Yaitu BBL dengan berat badan lahir antara 2500 – 4000 gram dengan usia kehamilan ibu 37 – 40 minggu
2. BBL resiko tinggi yaitu :
a. BBL dari kehamilan risiko tinggi
b. BBL dengan BB < 2500 gram dan atau > 4000 gram
c. BBL dengan usia kehamilan < 37 minggu dan atau > 42 minggu
d. BBL yang BB lahir kurang dari BB menurut usia kehamilan (IDER)
e. Nilai APGAR < 7 f. BBL dengan infeksi intrapartum, trauma lahir, atau kelainan kongenital g. BBL dari keluarga problem sosial BBL memerlukan penyesuaian fisiologis berupa maturasi, adaptasi dan toleransi bagi BBL (nenatus) untuk dapat hidup dengan baik. Perawatan Neonatus Essensial Secara umum WHO menyimpulkan bahwa kesehatan BBL sangat ditentukan pelayanan kesehatan yang didasari oleh beberapa prinsip perawatan, baik yang dilakukan dirumah maupun di fasilitas kesehatan neonatal yaitu : 1. Persalinan yang bersih dan aman Bersih artinya proses persalinannya yang berlansung denga prinsip 3 bersih yaitu bersih alat, bersih tempat, dan bersih tenaga kesehatan. Aman artinya persalinan dapat dilakukan oleh petugas kesehatan atau dukun bayi sesuai dengan resiko bayi dan kewenangan yang dimiliki oleh dukun atau petugas kesehatan. 2. Dimulainya pernapasan spontan BBL harus mampu bernafas spontan. Pemberian oksigen melalui plasenta sudah tidak ada lagi, agar bayi tidak mengalami asfiksia pada waktu lahir dapat dicegah dengan cara membersihkan jalan nafas, bila perlu dengan memberikan dukungan ventilasi pernapasan buatan (mulut ke mulut, instubasi, endotrakheal) 3. Mempertahankan suhu tubuh dan mencegah hipotermi (APN,revisi 2007) Didalam rahim janin mendapatkan suhu yang optimal (suhu lingkungan yang optimal) maka segera setelah lahir harus tetap dalam lingkungan yang optimal, agar tidak terjadi hipotermi yang dapat menimbulkan berbagai gangguan bahkan kematian. Hipotermi dapat dicegah dengan menempatkan BBL didekapan ibunya, menunda memandikan bayi sampai suhu stabil 4. Menyusui segera setelah lahir (APN,revisi 2007) Dengan memberikan ASI segera setelah lahir akan memberikan kehangatan pada bayi dan dampak positif dari proses laktasi itu sendiri 5. Pencegahan dari keadaan sakit dan penyakit Untuk mencegah agar bayi tidak sakit atau kena penyakit / infeksi, maka setelah persalinan yang bersih harus dilanjutkan dengan perawatan bayi yang bersih dan menjaga lingkungan yang dengan perawatan bayi yang bersih dan menjaga lingkungan yang bersih. Pencegahan penyakit dimasa mendatang dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Dep.Kes RI maupun imunisasi anjuran. Dengan perawatan neonatal esensial diatas, diharapkan bayi akan selamat dan berhasil melalui proses adaptasi pada awal kehidupannya. Pada dasarnya, BBL dalam keadaan kotor baik oleh karena cairan ketuban, lendir, darah, atau bahkan lemak. Tetapi untuk mencegah hypotermi sebaiknya bidan tidak langsung memandikan bayi dalam jam-jam pertama. Bayi dimandikan setidaknya 6 jam setelah lahir supaya tidak terjadi Hypotermi yang sangat membahayakan kesehatan bayi baru lahir.(APN,revisi 2007) 3. Gambaran Klinis Bayi Baru Lahir (BBL) mengalami perubahan fisiologis antara lain 1. Pernapasan Pernafasan BBL pertama kali terjadi setiap 30 detik sesuai kelahirannya, pernapasan ini terjadi sebagai akibat normal dari SSP perifer yang dibantu beberapa rangsangan lain seperti hypoxia, sentuhan dan perbedaan suhu dari dalam rahim dan diluar rahim hingga menyebabkan perangsangan pernapasan ditolak yang diteruskan untuk mengarahkan diafragma serta alat pernapasan. 2. Faeces Faeces akan mulai keluar dalam waktu 24 jam. Faeces pada BBL disebut melanikum yang akan terus keluar sampai hari ke 2 atau ke 3. Bila mendapat ASI, feses akan berwarna kuning dan setengah padat. 3. Kulit Kulit BBL diliputi vernik caseosa. BBL cukup bulan kulitnya akan halus dan lembut serta padat dengan sedikit desuamasi pada talapak tangan, kaki, dan selangkangan. Warna kulit BBL aterm yaitu jernih. 4. Tali pusat Tali pusat terdiri dari 2 arteri 1 vena, bila tidak ada dicurigai kelainan kongenital lainnya. 5. Berat Badan Pada hari ke 2 dan ke 3 akan mengalami penurunan berat badan + 7 % tidak boleh lebih dari 10 % karena pemasukan dan pengeluaran belum seimbang pada hari ke – 10 berat badan akan mencapai berat badan lahir. 6. Panas Tubuh Pusat pengatur panas mulai berkembang pada bulan terahir dalam masa featus. Ketika lahir pusat pengaturan ini belum stabil hingga belum dapat mempertahankan keseimbangan produksi panas dan pengeluaran panas dari tubuh. 7. Refleks Refleks primitive dari BBL : Moro Refleks Bila bayi dikagetkan tiba-tiba akan terjadi refleks abduksi dan ekstensi lengan dan tangan terbuka diakhiri aduksi lengan. Garis Refleks Dapat timbul bila tangan dirangsang akan menggenggam Walking Refleks Dapat timbul bila telapak kaki diletakkan ditempat yang datar maka bayi bergerak seperti berjalan Crossod extension Refleks Bila satu tingkai dipegang pada posisi ekstensi pada lutut dan telapak kaki sisi yang sama digores dengan kuku pada tungkai yang lain akan berada pada posisi fleksi, eduksi, dan ekstensi Rooting Refleks Rangsangan pada ujungn mulut yang mengakibatkan kepala menoleh kearah sisi rangsangan bibir bawah merendah menuju rangsangan dan lidah bergerak menuju rangsangan. 4. Pengkajian Kesehatan Pada BBL Pengukuran nilai APGAR a. nilai 7 – 10 normal b. nilai 4 – 6 asfiksia ringan – sedang c. nilai 0 – 3 asfiksia berat APGAR score dinilai saat menit pertama lahir dan menit kelima untuk menilai hasil tindakan yang telah diberikan kepada bayi. TABEL NILAI APGAR Skor 0 1 2 A (Appearance color / warna kulit) Pucat Badan merah, extermitas biru Seluruh tubuh kemerahan P (Puls heart rate / frekuensi jantung) Tidak ada < 100 x/menit > 100 x/ Menit
G (Grimace/ reaksi terhadap jantung ) Tidak ada Sedikit gerakan mimik Menangis batuk/bersin
A (Activity / tonus otot) Lumpuh Extermitas dalam fleksi sedikit Gerakan aktif
R (Respiration / pernapasan) Tidak ada Lemah, tidak teratur Menangis kuat

Pengukuran BB, PB, lingkar dada, lingkar kepala, lingkar lengan atas.
Pemeriksaan fisik
BB, PB
Kepala
a. Lingkar kepala 31 -35 cm
b. Perdarahan kulit kepala
c. Caput succadenium / cephal hematoma
d. Hydrocephalus / anencephalus
Mata
a. Strabismus
b. Glenorhoe
c. Perdarahan konjungtiva
Hidung
a. Sabiopalato schizis
b. Refleks menghisap
c. Memalingkan kepala kearah buah dada bila pipi disentuhkan
Leher
a. Pembengkakan atau tumor
Dada
a. Bentuk dada
b. Pernapasan
c. Jantung (bunyi jantung)
Perut
a. Penonjolan sekitar tali pusat saat menangis
b. Bentuk
c. Perdarahan tali pusat
Alat kelamin
a. Testis berada dalam scrotum
b. Penis berlubang
c. Vagina berlubang
d. Uretra berlubang
e. Labia minora dan labia mayora
Ekstermitas
a. Gerakan normal
b. Jumlah jari
Punggung
a. Pembengkakan atau cekungan
Kulit
a. Verniks
b. Warna
c. Pembengkakan atau bercak hitam
d. Tanda lahir
Tindakan yang diberikan pada BBL kotor (Buku panduan praktis pel. Kes maternal dari neonatal)
a. Membersihkan jalan nafas
1) Letakkan bayi di posisi telentang ditempat keras/kasur dan hangat
2) Atur posisi kepala sedikit ekstensi
3) Bersihkan rongga hidung, rongga mulut dan tenggorokan bayi menggunakan pengisap lendir De Lee
b. Mempertahankan suhu tubuh
1) Pastikan bayi tetap hangat dan terjadi kontak antara kulit bayi dengan kulit ibu
2) Gunakan handuk atau bedong dengan selimut, pastikan kepala terlindung baik dan mencegah keluarnya panas tubuh
3) Memeriksa suhu bayi
c. Memotong dan merawat tali pusat
1) Klem tali pusat dengan jarak + 5 cm dari perut bayi
2) Gunting setelah denyutan terakhir, diikat dengan benang tali pusat
3) Dibalut denga kasa steril agar cepat putus dan mencegah komplikasi lain saat perawatan
d. Identifikasi
1) Alat yang digunakan hendaknya kebal air, tapi halus,tidak melukai, tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas
2) Pada alat tercantum
a) Nama (bayi, ibunya)
b) Tanggal lahir
c) Nomor bayi
d) Jenis kelamin
e) Unit
f) Ditempat tidur diberi tanda dengan mencantumkan nama-tanggal lahir- nomor identifikasi
g) Sidik telapak kaki bayi dan sidik jari ibu dicetak dicatatan yang tidak mudah hilang, ukur BB, PB, Lingkar kepala, lingkar perut dicatat dalam catatan medik
e. Pencegahan Infeksi
1) Obat mata eritromicin 0,5 atau tetrasiklin 1 % untuk pencegahan penyakit mata klomida (pris)
2) Vitamin K I mg/ hari, oral 3 hari.Untuk bayi normal cukup bulan 0,5 – 1 mg/hari bayi risiko tinggi
f. Personal Hygiene
1) Melakukan mandi lap pada bayi sebelum 6 jam setelah lahir
2) Setelah 6 jam kelahiran, bayi dimandirendamkan dengan air hangat
3) Untuk bagian-bagian tubuh yang terdapat sisa-sisa lemak yang susah hilang dengan mandi rendam maka tubuh bayi disiram dengan minyak steril kemudian diseka dengan kasa










ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR
PADA By. Ny. ”L” DI BPS OKASHA IRINGMULYO 15 A
METRO TIMUR TAHUN 2007

I. Tanggal Pengambilan Data 08 Agustus 2007

A. PENGKAJIAN
1. Identitas
a. Nama Bayi : Bayi Ny. L
Tangal Lahir : 08 Agustus 2007
Jam : 15.45 WIB
Anak ke : 1 (satu)
Alamat : Jl. Abri No. 53 ,15 A. Metro Timur
b. Nama Ibu : Ny. L Nama Suami : Tn. T.
Umur : 22 tahun Umur : 28 tahun
Pendidikan : SMA Pendidikan : S1
Suku / Bangsa : Lampung Suku / Bangsa : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : PNS
Alamat : Jln.Abri no.53 Alamat : Jln.Abri no.53
15A.Metro 15A.Metro
2. Keluhan Utama
Bayi Ny. L lahir spontan pervaginam
Tanggal 08 Agustus 2007 pukul 15.45
Keadaan kotor oleh cairan ketuban, lendir, darah, dan lemak
3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kehamilan sekarang
Trisemester I : Ibu ANC di Bidan sebanyak 2x
Trisemester II : Ibu ANC di Bidan sebanyak 3x
Trisemester III : Ibu ANC di Bidan sebanyak 3x
b. Riwayat persalinan sekarang
1) Lama Persalinan
Kala I : 10 jam 30 menit
Kala II : 45 menit
Kala III : 15 menit
Kala IV : 2 jam
2) Keadaan air ketuban : Jernih
3) Jenis persalianan : spontan pervaginam
4) Episiotomi : ada
5) Waktu pecah : pukul 15.00 WIB
6) Lilitan tali pusat tidak ada
7) Obat-obat yang dipergunakan : oxytosin
8) Ditolong oleh : Bidan

4. Pemeriksaan Fisik
a. Kajian Fisik
Tanda-tanda vital
Temperatur : 36,50C
Pols : 124 x / menit
BB : 3500 gram
TB : 50 cm
RR : 50 x/menit
Refleks : positif
b. Penilaian APGAR
Score Menit Pertama Menit Kelima
A 2 2
P 1 2
G 2 2
A 2 2
R 1 2
Jumlah 8 10

c. Kepala
UUB : cembung
UUK : cekung
Bentuk Kepala : bulat
Lingkar Kepala : 34 cm
Luka : tidak ada
Caput succadenium : tidak ada
Moulage : tidak ada
Cephal hematoma : tidak ada
Kelainan : tidak ada
Keadaan kebersihan : Kotor oleh air ketuban, lendir, darah,
dan lemak
d. Mata
Bentuk mata : Bulat, simetris kiri dan kanan
Pupil mata : normal
Keadaan : bersih
Strabismus : tidak ada
Sklera : tidak ikhterik
Bulu mata : memanjang keluar
e. Hidung
Bentuk : Simetris kiri dan kanan
Pernapasan cuping hidung : tidak ada
Lubang hidung : ada, lengkap,dan normal
Keadaan : terdapat sekret
f. Mulut
Bentuk : normal, simetris
Reflek hisap : baik
Palatum : normal
Bibir : lengkap atas bawah,berwarna merah
Gusi : normal
g. Telinga
Bentuk : kecil
Posisi : simetris, telinga teraba lunak
Keadaan : bersih, tidak ada serumen
Keadaan : kotor oleh lendir, ketuban dan lemak
h. Leher
Pembesaran vena / kelenjar : tidak ada
Pergerakan leher : kepala bebas berputar
Keadaan : kotor oleh lendir, ketuban dan lemak
i. Dada
Keadaan : kotor oleh lendir,air ketuban,dan lemak
Posisi : simetris kanan kiri
Mamae : ada, simetris
Denyut : lup dup, 124 x/menit
Pernafasan : normal,50 x/menit
j. Perut
Bentuk : normal tidak ada pembesaran dan
benjolan
Posisi : simetris
Tali Pusat : basah, banyak vernik, terdapat luka
pemotongan tali pusat
k. Punggung-Bokong
Fleksibilitas tulang punggung : tulang punggung bebas bergerak
Tonjolan tulang punggung : tidak ada
Anus : ada
Warna kulit bokong : kemerah-merahan
l. Ekstermitas
Jari tangan : lengkap, tanpa cacat
Jari kaki : lengkap, tanpa cacat
Pergerakan : aktif
Reflek staping : aktif
Reflek morro : baik
Reflek garis : baik
m. Genetalia
Jenis kelamin : perempuan
Lubang : ada
Labia : ada,simetris kanan kiri
BAB pertama : pukul 06.00 WIB
BAK pertama : pukul 05.00 WIB
n. Reflek
Menghisap (Sucking) : baik
Reflek kaki (stapping) : baik
Reflek menggenggam (grapping) : baik
Reflek moro : baik
o. Ukuran antropometri
BB : 3500 gram
LK : 34 cm
TB : 56 cm
LD : 37 cm
Lila : 10 cm

5. Data Psikososial
a. Respon ibu terhadap anaknya : ibu senang dengan kelahiran anaknya
b. Respon keluarga terhadap anak : keluarga senang dengan kelahiran anak ini

6. Nutrisi
ASI sudah diberikan


II. Interprestasi Data Dasar, Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan

1. Diagnosa
BBL lahir spontan pervaginam dalam keadaan kotor oleh cairan ketuban, lendir, darah dan lemak
Ds : Bayi lahir tanggal 08 Agustus 2007 Pukul 15.45 WIB, persalinan
spontan pervaginam
Do : a. APGAR menit 1 – 8
b. Tali pusat masih basah, dan terdapat banyak vernik
c. RR: 50 x/menit
d. Pols : 124 x / menit
e. Tubuh bayi basah oleh lendir, ketuban dan lemak
2. Masalah
Penyumbatan jalan nafas karena adanya sekret pada hidung
Dasar :
Do : a. APGAR score menit 1 – 8
b. Bayi tidak menangis kuat
c. Terdapat banyak sekret dihidung
d. Badan bayi basah oleh lendir, ketuban, darah dan lemak
3. Kebutuhan
a. Bersihkan jalan nafas
Dasar :
Do : 1) Terdapat banyak sekret di hidung bayi
2) Bayi tidak menangis kuat
b. Perawatan tali pusat
Dasar :
Do : 1) Bayi lahir spontan pukul 15.45 WIB tanggal 8 Agustus
2007
2) Jenis kelamin perempuan
3) Tali pusat masih terdapat luka pemotongan, banyak vernik
c. Pencegahan Hypothermy
Dasar :
Do : 1) Bayi lahir spontan pukul 15.45 WIB tanggal 8 Agustus
2007
2) Tubuh bayi masih basah oleh air ketuban, lendir, darah
dan sedikit lemak
d. Personal Hygiene (Mandi lap Mandi Rendam Mandi Minyak)
Dasar
Do : 1). Bayi lahir spontan tanggal 8 Agustus 2007 pukul
15.45 WIB
2) Jenis kelamin perempuan
3) APGAR score menit 1-8
4) Tubuh bayi kotor olleh lendir, darah, cairan ketuban,
dan sedikit lemak
Keterangan :
Bayi baru lahir mandi lap
6 jam kemudian mandi rendam
Jika belum bersih, siram / tuang minyak steril ke bagian tubuh yang masih terdapat sisa lemak, kemudian seka dengan kasa.

III. Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial

Potensial terjadinya Asfiksia
Dasar : a. APGAR score menit 1-8
b. Terdapat secret pada mulut dan hidung

IV. Indentifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan dan Kolaborasi
Bila ada komplikasi segera dirujuk dan berkolaborasi dengan dokter


V. Perencanaan
1. Memberitau pada ibu tentang keadaan bayinya
a. Jelaskan pada ibu tentang keadaan bayinya
b. Anjurkan ibu untuk tidak panik
c. Observasi keadaan bayi
d. L ibatkan keluarga untuk menjaga dan merawat bayi
2. Bersihkan Jalan nafas
a. Jelaskan pada ibu bahwa bayinya akan dibersihkan jalan nafasnya
b. Bersihkan jalan nafas dengan menggunakan pengisap lendir De Lee
3. Lakukan perawatan tali pusat
a. Jelaskan pada ibu tentang prosedur tujuan perawatan tali pusat
b. Ajarkan ibu untuk merawat tali pusat yang baik dan benar
c. Anjurkan ibu untuk merawat tali pusat yang baik dan benar sesuai yang bidan ajarkan
d. Observasi keadaan bayi setelah dilakukan perawatan tali pusat
e. Libatkan keluarga untuk melakukan perawatan tali pusat sesuai yang Bidan ajarkan (jika ibu sedang tidak bisa melakukannya)
4. Personal Hygiene
a. Jelaskan pada ibu bahwa kebersihan penting untuk kenyamanan bayi
b. Ajarkan ibu untuk membersihkan bayi dengan
1) Mandi lap (jam-jam pertama kelahiran, dilakukan oleh bidan)
2) Mandi Rendam (setelah 6 jam kelahiran, untuk membersihkan sisa-sisa
3) kotoran yang kurang bersih jika hanya dengan mandi lap)
4) Mandi minyak(untuk membersihkan sisa-sisa lemak yang susah dibersihkan jika hanya dengan mandi rendam
c. Anjurkan ibu untuk memandikan bayinya dengan baik dan benar,hati-hati, dan suhu air jangan terlalu panas dan jangan pula dingin. Harus hangat-hangat kuku, coba dulu teteskan pada punggung tangan atau pipi ibu
d. Observasi keadaan bayi, terutama suhu tubuhnya setelah dimandikan
e. Libatkan keluarga untuk membantu menyiapkan peralatan mandi dan pakaian si bayi
5. Pencegahan Hypotermy
a. Jelaskan pada ibu bahwa Hypothermy adalah salah satu penyebab kematian
b. BBL maka dari itu penting untuk mencegah Hypotermy
c. Ajarkan ibu cara mencegah Hypotermy
d. Anjurkan ibu untuk selalu menjaga bayinya dalam keadaan hangat
e. Observasi keadaan bayi setelah mandi (suhu tubuh)
f. Libatkan keluarga untuk mengingatkan pada ibu bahwa anaknya harus selalu dalam keadaan hangat
6. Pencegahan infeksi
a. Berikan Obat mata eritromicin 0,5% atau tetrasiklin 1 % untuk pencegahan penyakit mata klomida (pris)
b. Berikan vitamin K 1 mg/hari, oral 3 hari. Untuk bayi normal cukup bulan 0,5 – 1 mg/ hari bayi resiko tinggi
7. Hitung APGAR score menit ke V
8. Pengamatan antropometri
9. Penyuluhan tentang ASI ekslusif
a. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya bayi langsung disusui segera setelah lahir dan pentingnya ASI ekslusif
b. Anjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya dan berikan ASI ekslusif
10. Berikan identitas pada bayi



VI. Impementasi Langsung
1. Memberitau pada ibu tentang kondisi bayinya
a. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi bayinya yang lahir dalam keadaan kotor oleh karena lendir, cairan ketuban, darah dan lemak
b. Menganjurkan ibu untuk tidak panik karena hal itu normal dan dapat segera diatasi
c. Mengobservasi keadaan bayi
d. Melibatkan keluarga untuk menjaga dan merawat bayinya
2. Membersihkan jalan nafas bayi dengan menggunakan penghisap lendir DeLee
a. Menjelaskan pada ibu bahwa lendir di hidung bukanlah cairan fisiologis untuk paru-paru, jadi harus dibersihkan supaya tidak terjadi sumbatan jalan nafas
b. Membersihkan rongga hidung, rongga mulut, dan tenggorokan bayi
menggunakan penghisap lendir DeLee
3. Melakukan perawatan tali pusat
a. Menjelaskan pada ibu bahwa tali pusat tidak boleh dibalut dengan kasa alkohol ataupun kasa betadine, cukup dengan kasa steril supaya cepat kering
b. Mengajarkan ibu untuk merawat tali pusat yag baik dan benar, tangan ibu dalam keadaan bersih, dan balutlah tali pusat hanya dengan kasa steril saja
c. Menganjurkan pada ibu untuk mengganti balutan / kasa steril setiap bayi sesudah mandi
d. Mengobservasi keadaan bayi setalah dilakukan perawatan tali pusat, jika masih ada lemak yang tersisa disekitar pusar bersihkan dengan minyak steril dan seka dengan kasa steril
e. Melibatkan keluarga untuk merawat tali pusat bayi jika ibu sedang tidak dapat melakukannya
4. Melakukan Personal Hygiene
a. Menjelaskan pada ibu bahwa kebersihan penting untuk kenyamanan dan bertujuan antara lain untuk :
1) Membersihkan kulit tubuh bayi dari sisa-sisa lemak tubuh serta keringat
2) Menghilangkan bau badan bayi
3) Merangsang peredaran darah
4) Mencegah infeksi kulit dan tali pusat
5) Memberikan rasa segar dan nyaman
b. Mengajarkan ibu cara memandikan bayi yang baik dan benar
1. Mandi lap (jam-jam pertama kelahiran, dilakukan oleh bidan)
a. Persiapan alat :
(1) Meja mandi khusus
(2) Handuk mandi
(3) Popok / handuk bersih untuk alas mandi
(4) Washlap sekurang-kurangnya 2 buah
(5) Sabun mandi dalam tempatnya
(6) Kapas lembab (yang telah diseduh dengan air mendidih dalam tempatnya, ditunggu dingin)
(7) Kapas kering dalam tempatnya
(8) Baby oil
(9) Kapas alkohol dalam tempatnya
(10) Tempat pakaian kotor
(11) Tempat sampah
(12) Perlengkapan pakaian bayi lengkap
(13) Dua buah baskom berisi air hangat
b. Persiapan petugas (Bidan)
(1) Masker bila perlu,
(2) Pakaian khusus (barak scort)
c. Pelaksanaan
(1) Bidan memakai masker dan baraksrot
(2) Pakaian bayi dibuka, kontrol BAB/BAK/ tidak, tutup lagi
(3) Letakan bayi dimeja mandi dan diletakkan pada posisi yang aman
(4) Mengusap mata dengan kapas lembab, dari dalam keluar, sekali usap buang kapas dan ganti
(5) Bersihkan telinga dengan kapas telinga
(6) Muka dilap dengan washlap, setelah bersih dilap dengan handuk
(7) Angkat kepala bayi dengan tangan tangan kiri, sabun, jangan samapi mengenai mata karena dapat meniritasi mata, setelah itu bilas dengan washap, dn keringkan dengan handuk
(8) Membuka pakaian bayi, lalu menyabun dan membersihkan tangan, jari-jari, badan dan kaki dengan washlap basah kemudian keringkan
(9) Menyabur bagian punggung dengan menelungkupan bayi
(10) Menyeka dan membersihkan punggung dengan washlap basah
(11) Membersihkan bokong, daerah perineum genetalia (dari depan ke belakang)
(12) Setelah bersih, dikeringkan dengan handuk dan diberi talk
(13) Tubuh bayi yang kering diberi baby oil memasang pakaian bayi
Untuk BBL yang belum puput tali pusat pusatnya, dan tidak terlalu kotor, untuk BBL jam-jam pertama (< 6 jam)


2. Mandi Rendam
Jika BBL belum bersih hanya dengan mandi lap dianjurkan mandi rendam setelah 6 jam kelahiran supaya tidak hypothermy, tapi tali pusat harus tetap dijaga (jika belum puput) karena seharusnya boleh dilakukan pada bayi yang sudah puput tali pusatnya.
a. Menyiapkan alat
(1) Meja mandi khusus
(2) Handuk mandi
(3) Washlap 2 buah
(4) Sabun mandi dalam tempatnya
(5) Kapas lembab dalam tempatnya
(6) Kapas kering dalam tempatnya
(7) Kapas alkohol
(8) Baby oil
(9) Pakaian
(10) Baskom berisi air hangat
(11) Tempat pakaian kotor tertutup
(12) Tempat sampah tertutup
b. Persiapan petugas / Bidan
(1) Masker
(2) Barak skort
c. Pelaksanaan
(1) Memakai masker dan barakskort
(2) Mencuci tangan dengan 7 langkah
(3) Membuka pakaian bayi
(4) Sebelum memasukan bayi kedalam baskom yang berisi air hangat, muka, mata, telinga, leher, dan kepala bayi dibersihkan dahulu dengan washlap basah
(5) Jika menggunakan sabun, bayi disabuni diatas meja mandi, kemudian dibersihkan dengan washlapbasah
(6) Bayi dimasukan dalam baskom mandi dengan posisi punggung atas bayi terletak diatas lengan bidan sedangkan tangan bidan memegang erat pengkal lengan kiri bayi
(7) Badan bayi dibersihkan dengan menggunakan washlap terutama daerah lipatan
(8) Setelah bersih, bayi diangkat dari baskom mandi dan dikeringkan dengan handuk
(9) Tali pusat dan daerah sekitarnya dirawat
(10) Kulit bayi yang terlalu kering, disertai baby oil, selanjutnya pakaikan pakaian bayi.
(11) Berikan bayi pada ibu
(12) Membersihkan dan membereskan alat

3. Mandi Minyak
Untuk menghilangkan / membersihkan lemak-lemak berlebih pada tubuh bayi.
a. Menyiapkan alat
(1) Minyak makan dalam wadah
(2) Kasa dalam tempatnya
(3) Meja mandi khusus
(4) Bengkok / tempat sampah basah tertutup
b. Persiapan Bidan
(2) Memakai masker
(3) Memakai baraksort
c. Pelaksanaan
(1) Bidan memakai masker dan barakschort
(2) Mencuci tangan dengan 7 langkah
(3) Membuka pakaian bayi
(4) Menuangkan minyak pada bagian lipatan
(5) Menunggu beberapa menit, kemudian seka tiap-tiap bagian dengan kasa, buang kasa ketempat sampah
(6) Lakukan hingga bersih
(7) Pakaikan pakaian bayi bersihkan dan bereskan alat
(8) Cuci tangan
c. Menganjurkan ibu untuk memandikan bayinya dengan baik dan benar, hari-hati dna suhu air jangan terlalu panas dan jangan pula terlalu dingin, hangat-hangat kuku saja, coba dulu teteskan pada punggung tangan atau pipi ibu.
d. Mengobservasi keadaan umum bayi, terutama suhu tubuhnya setelah dimandikan
e. Melibatkan keluarga untuk membantu menyiapkan peralatan mandi dan pakaian si bayi

5. Pencegahan Hypotermy
a. Menjelaskan pada ibu bahwa Hypothermy adalah salah satu penyebab kematian BBl. Maka dari itu sangat penting untuk mencegah Hypotermy
b. Mengajarkan ibu cara mencegah Hypotermy
1. Memastikan bayi tetap hangat dan terjadi antara kulit baui dengan kust ibu
2. Menggunakan handuk atau bedong dan selimut yang hangat. Pastikan kepala terlindung baik dan mencegah keluarnya panas tubuh
3. Memeriksa suhu tubuh
c. Melibatkan keluarga untuk mengingatkan pada ibu bahwa anaknya harus selalu dalam keadaan hangat


6. Pencegahan infeksi
a. Memberikan Obat mata eritromicin 0,5% atau tetrasiklin 1 % untuk pencegahan penyakit mata klomida (pris)
b. Memberikan vitamin K 1 mg/hari, oral 3 hari. Untuk bayi normal cukup bulan 0,5 – 1 mg/ hari bayi resiko tinggi
7. Menghitung APGAR score menit ke V
Nilai menit ke V
A 2
P 2
G 2
A 2
R 2
10

8. Pengamatan antropometri
9. Penyuluhan tentang ASI ekslusifa
1. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya bayi langsung disusui segera setelah lahir dan pentingnya ASI ekslusif
2. Anjurkan ibu untuk segera menyusui bayinya dan berikan ASI ekslusif
10. Memberikan identifikasi pada bayi supaya bayi tidak tertukar

VII. EVALUASI
Tanggal 09 Agustus 2007 pukul 16.00 WIB
1. Tubuh bayi sudah bersih dari lendir, cairan ketuban, dan sisa lemak
2. Setelah dilaklukan pembersihan jalan nafas, bayi menangis kuat dan bayi tidak asfiksia
3. Tali pusat sudah dipotong dan dibungkus kasa steril
4. Bayi sudah dibedong yang kering dan hangat

5. APGAR score menit ke V
Nilai menit ke V
A 2
P 2
G 2
A 2
R 2

10
6. Hasil pengukuran distropometri
BB : 3500 gram
LK : 34
TB : 56 cm
TD : 37 cm
Lila : 10 cm
7. Bayi telah diberi identitas pada pergelangan tangannya

CATATAN PERKEMBANGAN
1. Catatan Perkembangan hari Ke-1, tanggal 08 Agustus 2007 Pukul 18.00 WIB

S : Ibu mengatakan bayinya tampak lebih bersih

O : 1. Vital Sign
a. Nadi : 140 x/menit
b. RR : 40 x/menit
c. Temp : 370 C
2. Warna kulit kemerahan
3. Reflek
a. R. Sucking (+) c. R. Moro (+)
b. R. Stapping (+) d. R. Graping (+)
4. Keadaan umum : Bayi sudah tampak lebih bersih dari pada
keadaannya sesaat setelah lahir
5. Eliminasi :
BAB : 6-7x / sehari
BAK : 3 x / sehari

A : 1. Diagnosa
Bayi baru lahir hari pertama dengan riwayat persalinan spontan dan
bayi lahir dalam keadaan kotor oleh lendir, cairan ketuban dan lemak
Dasar :
a) Bayi lahir spontan, Tanggal 14 Februari 2007 Pukul 05.00 Wib
b) Jenis kelamin perempuan
2. Masalah
Masih terdapat sisa-sisa lemak di lipatan-lipatan tubuh
Dasar :
Sisa lemak dilipatan-lipatan tubuh susah dibersihkan jika hanya
dengan madi lap dan mandi rendam
3. Kebutuhan :
a. Perawatan tali pusat
Ds : 1) Ibu mengatakan bayinya lahir tanggal 08 Agustus
2007 pukul 15.45 WIB
2) Ibu mengatakan belum bisa mengganti balutan pada
tali pusat
Do : 1) BBL hari pertama dengan riwayat persalinan normal
2) BBL dengan BB 3500 gram
3) Tali pusat masih basah
b. Personal Hygiene
Ds : 1) Ibu mengatakan masih terdapat sisa lemak pada
lipatan-lipatan tubuh walalupun sudah mandi lap dan
mandi rendam
2) Ibu mengatakan sulit membersihkan bayinya
Do : 1) BBL hari pertama dengan riwayat persalinan
2) Masih terdapat sisa lemak di lipatan-lipatan tubuh
yang sulit dibersihkan

P : 1. Mengobservasi keadaan umum bayi
2. Melakukan perawatan tali pusat
3. Mengajarkan ibu teknik menyusui dengan baik dan benar
4. Memberitaukan pada ibu tentang pentingnya ASI eksklusif
5. Memberi pengertian pada ibu tentang personal hygiene yang baik bagi
Bayi
6. Mengajarkan pad ibu merawat tali pusat yang baik dan benar
a) Bersihkan tali pusat
b) Bungkus dengan kasa steril
7. Mengajarkan ibu untuk mengoleskan minyak makan di sisa-sisa lemak
kemudian menyeka dengan kasa
Catatan Perkembangan Hari Ke- 6, Tanggal 14 Agustus 2007

S : 1. Ibu mengatakan tali pusat sudah puput
2. Ibu mengatakan sudah bisa melakukan personal Hygiene pada bayinya
3. Ibu mengatakan bayinya sudah terlihat bersih

O : 1. Vital Sign
a. Nadi : 130 x/menit
b. RR : 34 x/menit
c. Temp : 36,80C
2. a BB : 3750 gram
b. TB : 52 cm
c. Lila : 11,5 cm
3. Reflek
a. R. Sucking (+) c. R. Moro (+)
b. R. Stapping (+) d. R. Graping (+)
4. Eliminasi :
BAB : 6-7x / sehari
BAK : 3 x / sehari
5. Tali pusat sudah puput

A : 1. Diagnosa
Bayi baru lahir hari ke – 6
Dasar :
Bayi lahir spontan, Tanggal 14 Februari 2007 Pukul 05.00 Wib
2. Masalah
Masalah sudah teratasi



3. Kebutuhan :
a. Penyuluhan tentang pemberian ASI eksklusif pada BBL
Dasar :
Pada dasarnya orang awam menyusui bayinya bersama dengan
pemberian makanan tambahan
b. Personal Hygiene
Dasar :
Bayi butuh kenyamanan setelah BAB dan BAK

P : 1. Memantau keadaan umum bayi
2. Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI
3. Mengajarkan dan menganjurkan ibu untuk melakukan personal
hygiene yang tidak baik dan benar pada bayi

Catatan Perkembangan Hari Ke- 14, Tanggal 24 Agustus 2007

S : 1. Ibu mengatakan bayinya bertambah gemuk dan sehat
2. Ibu mengatakan bayinya belum memperoleh imunisasi

O : 1. BB : 3950 gram
2. TB : 54 cm
3. Pols : 132 x/menit
4. RR : 35 x/ menit
5. Temp : 370 C
6. Lila : 13 cm
7. Eliminasi : BAK = 7-8 x/hari
BAB = 3x/hari

A : 1. Diagnosa
Bayi baru lahir hari ke – 14
Dasar :
Bayi lahir spontan, Tanggal 14 Februari 2007 Pukul 05.00 Wib
2. Masalah
Masalah sudah teratasi
3. Kebutuhan :
a. Penyuluhan tentang perawatan bayi sehari-hari
b. Penyuluhan tentang pemberian Imunisasi dini,
Dasar :
a) Ibu baru pertama kali melahirkan dan baru kali ini memiliki seorang bayi
b) Bayi ibu berusia 14 hari belum memperoleh imunisasi

P : 1. Menganjurkan ibu untuk menjaga personal Hygiene bayinya
2. Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI eksklusif tanpa PMT
dan memberikan ASI eksklusif lebih baik dari pada makanan
tambahan / susu formula
3. Menganjurkan sembari memberi penyuluhan pada ibu tentang
pentingnya imunisasi, tujuan, dan manfaat dari macam-macam
imunisasi
4. Memberitaukan pada ibu tentang pentingnya ASI eksklusif
a. Tujuan Imunisasi : untuk memberikan kekebalan pada Bayi dan
anak terhadap penyakit tertentu.
b. Program Imunisai
1) Bayi 0 – 11 bulan
BCG, DET, Polio, Campak, Hipatitis B
2) Ibu hamil
TT
3) Wanita 15 – 35 tahun
TT
4) Murid SD kelas I
DT
5) Murid SD Kelas VI, wanita
TT
c. Manfaat Imunisasi
1) BCG sebagai kekebalan terhadap TBC
2) DPT sebagai kekebalan difteri, pertusis, dan tetanus
3) Campak sebagai imunisasi aktif terhadap campak
4) Polio sebagai imunisasi aktif terhadap polio
5) DT sebagai kekebalan terhadap difteri dan tetanus
6) TT sebagai kekebalan aktif terhadap tetanus termasuk tetanus neonatrum
7) Hipatitis P = kekebalan terhadap hepatitis B
5. Memberi pengertian pada ibu tentang personal hygiene yang baik bagi
Bayi
6. Mengajarkan pad ibu merawat tali pusat yang baik dan benar
a) Bersihkan tali pusat
b) Bungkus dengan kasa steril
7. Mengajarkan ibu untuk mengoleskan minyak makan di sisa-sisa lemak
kemudian menyeka dengan kasa


DAFTAR PUSTAKA



Tim Revisi 2007, 20007, Asuhan Persalinan Normal, JNPK. Jakarta

Prawirohardjo, Sarwono.2002,Buku Panduan Praktiks Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal Yayasan Bina Pustaka :Jakarta

Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan, Yayasan Bina Pustaka Jakarta

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates