Sabtu, 15 Januari 2011

PAPSMEAR (Deteksi Dini Kanker Mulut Rahim)

Papsmear atau paptest adalah suatu pemeriksaan hasil dari usapan selaput lendir sekitar leher rahim menggunakan alat yang dilakukan oleh bidan ataupun ahli kandungan.
Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang mudah, murah, sederhana, aman, dan akurat dan dapat dilakukan di pelayanan kesehatan terdekat seperti : Puskesmas, Rumah Bersalin, Rumah Sakit, Bidan, Klinik, Praktek dokter, dll.
Caranya yaitu dengan mengambil cairan dari vagina/ liang sanggama untuk diteliti apakah terlihat kelainan sel di sekitar leher rahim.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kanker leher rahim (serviks), untuk mengetahui perubahan perkembangan sel leher rahim sampai mengarah ke pertumbuhan sel kanker sejak dini, mengetahui keganasan dalam mulut rahim, tubuh rahim, maupun saluran telur.
Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan papsmear yaitu papsmear tidak dilakukan pada wanita yang sedang haid, bagi yang mau melakukan papsmear jangan mencuci liang vagina sebelum dilakukan papsmear, dan jangan melakukan hubungan seks sedikitnya 3 hari sebelum papsmear.
Tes ini merupakan deteksi dini bukan pengobatan. Diagnosis akhir harus melalui biopsi dengan memakai alat yang disebut kolposkopi, yakni semacam mikroskop untuk melihat apakah ada gambaran khas seperti lesi pada prakanker. Hasil biopsi yang telah dikonfirmasikan kepada patolog, baru bisa dijadikan pegangan bagi dokter untuk melakukan tindak pengobatan.
Makin dini penyakit ini diketahui, makin mudah menanganinya. Lebih-lebih dari keadaan normal ke prakanker saja membutuhkan waktu lima tahun. Dari prakanker ke kanker ringan memakan waktu lima tahun, sementara dari ringan ke sedang tiga tahun. Penderita kanker stadium ringan apabila diobati dapat disembuhkan. Maka tak ada salahnya apabila dilakukan pemeriksaan pada saat kondisi masih dalam tahap gejala kelainan sel.
Pemeriksaan ini dilakukan pada :
Perempuan yang berhubungan seks pertamanya dibawah usia 18 tahun.
Perempuan yang telah melakukan hubungan seks lebih dari 1 tahun.
Perempuan dengan perdarahan abnormal (discharge vagina).
Perdarahan setelah berhubungan seks.
Perempuan yang pasangan seksualnya berganti-ganti.
Perempuan yang pernah terkena Kutil/ Jengger Ayam/ Kondiloma.
Telah melahirkan lebih dari 3x dan berusia lebih dari 30 tahun.
Perempuan dengan keputihan lama.
Perempuan menopause yang mengalami perdarahan.
Saat wanita berusia di atas 20 tahun yang telah menikah dan atau sudah melakukan senggama, dianjurkan sekali setahun secara teratur seumur hidup.
Bila pemeriksaan tahunan 3x berturut-turut hasilnya normal, pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan setiap 3 tahun.
Segera mungkin melakukan pemeriksaan pap smear dan jangan menunggu sampai timbul gejala.
Apabila hasil pemeriksaan papsmear positif, yaitu terdapat sel-sel yang tidak normal, sebaiknya konsultasi kepada petugas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut oleh ahli kandungan. Lakukan papsmear secara rutin agar kanker leher rahim lebih cepat ditemukan dan lebih besar kemungkinan sembuh.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates