Rabu, 19 Januari 2011

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU NIFAS


PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU NIFAS


Periode post partum (puerperium) adalah jangka waktu 6 mgg yang dimulai setelah kelahiran bayi sampai pemulihan kembali organ-organ reproduksi seperti sebelum kehamilan. Perubahan fisiologis yang terjadi selama puerperium adalah khusus. Meskipun dianggap normal sebagai proses pemulihan dari kehamilan. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pemulihan ini, termasuk tingkat energi, penyamanan fisiologis&fisik.
1.      Perubahan Sistem Endokrin
Beberapa perubahan terjadi pada sistem endokrin selama masa puerperium. Perubahan ini bisa dilihat sebagai berikut :
Hormon
Perubahan Yang Terjadi
Keadaan Terendah
Hormon placenta lactogen (hpl)
Estrogen
Progesteron
Follicle-Stimulating Hormon (FSH)
Luteinizing Hormon (LH)
Prolaktin
Hormon pertumbuhan

Tiroid
Oksitosin
Kortikosteroid
Plasma Renin
Angiotensin II

Menurun
Menurun
Menurun
Menurun
Menurun
Menurun
Tetap rendah
Sampai hari ke-3
Tidak berubah

Menurun
Menurun
Menurun
< 24 jam
Hari ke-7
Hari ke-7
Hari ke 10-12
Hari ke 10-12
Hari ke 14




Hari ke 7
< 2 jam
< 2 jam

a.       Hormon Plasenta
Keadaan hormon plasenta menurun dengan cepat setelah persalinan. Pengeluaran plasenta menyebabkan penurunan hormon-hormon yang diproduksi oleh organ tersebut. Hormon placental lactogen (hpl), Esterogen, dan Kortisol, serta placenta enzim insulinase membalik efek diabetagenik kehamilan, sehingga kadar gula darah menurun pada masa puerperium.
Kadar esterogen dan progesteron menurun secara mencolok setelah placenta keluar, kadar terendahnya dicapai kira-kira 1 minggu post partum dan kemudian produksi progesteron dimulai pada ovulasi pertama.

b.      Hipotamilamik-pituitari-fungsi ovarium
Sedikit diketahui tentang psikologis Hip otalamus, kel. Pituitari & ovarium selama puerperium setelah masa gestari. Bagaimanapun, inforamasi yang benar berguna pada waktu ovulasi pertama & mendapatkan lagi menstruasi untuk wanita laktasi dan yang tidak laktasi. Untuk seluruh wanita, menstruasi pertama seringkali suatu siklus Anovulasi atau siklus yang diasosiasikan dengan ketidak cukupan fungsi corpus luteum.
Diantara wanita laktasi, 15 % memperoleh menstruasi lagi setelah 6 mgg dengan 45 % setelah 12 minggu. Diantara wanita yang tidak laktasi 40 % menstruasi setelah 6 mgg, 65 % setelah 12 mgg & 90 % setelah 24 mgg. Untuk wanita laktasi 80 % siklus menstruasi pertama anovulasi, untuk wanita yang tidak laktasi 50 % siklus pertama anovulasi.
Banyak variabel pada pengambilan menstruasi & mengetahui adanya avolasi pada wanita laktasi yang mungkin disebabkan oleh perbedaan individu yang tergantung pada kekuatan rangsangan menghisap. Penyapihan parsial (penambahan susu formula) dan menyusui kurang dari 6x/hari mungkin berpengaruh. Ini merupakan fakta bahwa menyusui jangan digunakan sebagai alat KB.
Aliran menstruasi pertama seringkali lebih banyak dari normal. Dalam 3-4 siklus, aliran menstruasi telah kembali seperti volume wanita sebelum hamil.
Pada masa nifas tidak terjadi menstruasi karena selama masa nifas & laktasi tidak ada stimulasi ovarium yang cukup oleh Gonadotropin Hipofisis. Pada nifas LH & FSH menurun dibandingkan setelah mendapat menstruasi kembali. Menstruasi pertama setelah persalinan seringkali merupakan siklus yang anovulasi karena tidak cukupun fungsi corpus luteum dan rendahnya LH dan progeston. Jumlah darah yang keluar biasanya lebih banyak dari normal dan akan kembali normal setelah 3-4 siklus.
-          Esterogen
v  Fungsi esterogen dalam kehamilan :
Selama kehamilan jumlah esterogen yang sangat berlebihan akan menyebabkan :
1.      Pembesaran uterus
2.      Pembesaran payudara dan pertumbuhan struktur duktus payudara
3.      Pembesaran genetalia eksterna wanita
4.      Merelaksasi berbagai ligamentum peluis sehingga persendian sacroiliaca menjadi relatif lentur & simphilis pubis menjadi elastis.
v  Perubahan yang terjadi setelah melahirkan.
Kadar esterogen menurun secara mencolok setelah plasenta keluar. Kadar terendahnya tercapai kira-kira 1 mgg pasca partrun & meningkat lagi pada minggu ke 3 pasca partum. Penurunan kadar esterogen berkaitan dengan pembengkakan selama masa hamil.
-    Progesteron
v  Fungsi progesteron dalam kehamilan :
a.       Progesteron meningkat sehingga merelaksasikan otot polos, dan yang termasuk otot polos adalah uterus dan pencernaaan, karena pencernaan mengalami relaksasi sehingga menurunkan motilitas usus dan bisa menyebabkan konstifasi.
b.      Progesteron akan membantu mencegah terjadinya Abortus Spontan karena progesteron menurukan  kontraktilitas uterus grovid.
c.       Progesteron akan membantu estrogen mempersiapkan payudara ibu untuk laktasi.

v  Perubahan yang terjadi setelah melahirkan :
Kadar progesteron menurun drastis pada hari ke 3 pasca partum, tidak dapat dideteksi dalam 1 mgg dan baru akan meningkat pada ovulasi pertama.

b. Hormon pituitari
Keadaan prolaktin pada darah meningkat dengan cepat selama kehamilan. Setelah persalinan, keadaan prolaktin menurun mencapai keadaan seperti sebelum kehamilan delam waktu 2 minggu. Keadaan serum prolaktin dipengaruhi oleh seberapa sering seorang ibu menyusui bayinya dalam sehari.
Keadaan FSH dan LH rendah pada seluruh wanita untuk 10-12 hari setelah persalinan. Keadaan FSH meningkat pada fase konsentrasi folikular pada minggu ke 3 postpartum sedangkan LH akan tetap rendah saat ovulasi terjadi.
-          Prolaktin
Ø  Fungsi prolaktin dalam kehamilan
Prolaktin dalam kehamilan meningkatkan sekresi air susu. Hormon inidisekresikan untuk kelenjar hyposis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu secara tetap dari minggu ke 5 kehamilan.
Ø  Perubahan yang terjadi setelah melahirkan
Segera setelah bayi dilahirkan hilangnya sekresi estrogen & progeston oleh placenta yang tiba-tiba. Sekarang memungkinkan efek prolaktin dari kelenjar hyposis ibu untuk mengambil peran dalam memproduksi air susu dalam 1-7 hari. Pada wanita yang tidak menyusui prolaktin menurun, pada minggu ke 2 postpartum jumlahnya akan kembali seperti sebelum hamil.
-          Oksitosin
Ø  Perubahan yang terjadi setelah melahirkan :
1.      Oksitosin disekresikan oleh kelenjar pituitari anterior, pada kala III memicu pelepasan placenta dan mencegah perdarahan.
2.      Hisapan bayi pada puting susu merangsang sekresi hormon ini yang mempengarui involusi uterus dan pengeluaran ASI>
-          FSH & LH
Ø  FSH & LH mencapai nilai terendah pada hari ke 10-12 postpartum, FSH pada minggu ke 3. Sedangkan LH tetap rendah sampai ovulasi.
Ø  Pada masa nifas tidak terjadi menstruasi karena pada masa ini jumlah LH dan FSHnya masih rendah sehingga FSH tidak mampu merangsang Folliche premordial menjadi Follice de groof dan LH tidak mampu memecah dinding follice de groof hingga terjadi menstruasi.

2.      Sistem Kardiovaskuler
  1. Volume darah
Perubahan volume darah tergantung pada beberapa faktor misalnya kehilangan darah selama persalinan dan mobilisasi serta pengeluaran cairan ekstravaskuler. Kehilangan darah adalah akibat penurunan volume darah total yang cepat tapi terbatas. Pada minggu ke 3 & ke 4 setelah bayi lahir , volume darah menurun seperti sebelum hamil.
Hipovolumia akibat kehamilan menyebabkan ibu bisa menoleransi kehilangan darah saat melahirkan. Normalnya ibu kehilangan 300-400 ml darah sewaktu melahirkan bayi tunggal pervaginam sekitar 2x lipat pada SC.
Penyesuaian pembuluh darah maternal pasca melahirkan berlangsung dramastis dan cepat.
3 perubahan fisiologis pasca partum yang melindungi wanita :
a.Hilangnya sirkulasi utera placenta mengurangi ukuran pembuluh darah maternal 10-15 %.
b.Hilangnya fungsi endokrin pacenta untuk menghilangkan stimulasi vasodilatasi.
c. TERjadi mobilisasi air ekstravaskuler yang disimpan selama wanita hamil oleh karena itu syok hipovolemik tak terjadi pada kehilangan darah normal.

  1. Curah jantung
Denytu jantung volume sekuncup dan curah jantung meningkat saat hamil. Keadaan ini akan meningkat bahkan > tinggi segera setelah melahirkan selama 30-60 menit karena darah lewat sirkuit utero placenta tiba-tiba kembali kesirkulasi umum. Hal ini terjadi pada semua jenis kelahiran atau semua pemakaian konduksi anastesi. Curah jantung akan kembali normal pada 8-10 mgg setelah wanita melahirkan.

3.   Tanda – tanda vital
Beberapa perubahan TTV terlihat jika wanita dalam keadaan normal, peningkatan darah sistole maupun diastole timbul dan berlangsung selama sekitar 4 hari setelah wanita melahirkan. Fungsi pernapasan akan kembali seperti wanitga tidak hamil pada bulan ke 6 setelah wanita melahirkan. Saat rahim kosong, diafragma turun, aksis jantung kembali normal, dan impulase titik maximum (point of maximum impulase (PMI)) dan EKG kembali normal.

TANDA-TANDA VITAL
Keadaan Normal
Penyimpanan dari keadaan normal dan kemungkinan penyebabnya
Suhu
Selama 24 jam pertama mungkin meningkat sampai 100,4 F (38 C) sebagai akibat dari demdrasi persalinan setelan 24 jam wanita tidak boleh demam.




Nadi
Bradicharsi umumnya ditemukan 6-8 jam pertama setelah persalinan. Bradichardi merupakan suatu konsekuensi peningkatan cardiac out put  & stroke volume. Nadi kembali seperti keadaan sebelum hamil 3 bulan setelah persalinan. Nadi diantara 50-70x/ menit dianggap normal.

Respirasi
Respirasi akan menurun sampai pada keadaan noramal seperti sebelum hamil.



Tekanan Darah
TD sedikit berubah / tidak berubah sama sekali. Hipotensi ortostatik yang diindikasikan dengan perasaan pusing atau pening setelah berdiri dapat berkembang dalam 48 jam pertama sebagai suatu akibat gangguan pada daerah persyaratan yang mungkin terjadi setelah persalinan.

Suhu diagnosis sepsis puerperium di tegakkan jika terjadi peningkatan suhu ibu sampai 100,4 F atau 38 C setelah 24 jam pertama persalinan dan berulang / berlangsung selama 2 hari. Kemungkinan lain adalah mastisis, Endometritis & Infeksi lainnya.


Nadi yang cepat / > mungkin indikasi hipovolumia sekunder dari perdarahan.








Hipoventilasi dan Hypotensi mungkin terdapat pada suatu keadaan yang tidak sering kali terjadi peningkatan subarachnoid (spinal block).


Penyebab TD menurun karena adanya hipo volumia karena perdarahan. Bagaimanapun itu tanda yang terakhir dan gejala lain perdarahan harus diwaspadai. Penyebab TD meningkat karena diakibatkan oleh penggunaan obat olsitosin yang berlebihan jika terjadi hipertensi pada kehamilan atau terjadi pada periode I pospartum maka evaluasi rutin TD diperlukan. Jika seorang wanita mengalami sakit kepala, hipertensi adalah sebagai suatu penyebab Analgetik diberikan jika tensi tinggi & wanita harus cukup istirahat tidak lebih 140.

4.Hematologi
Ø  Hematologi pada masa puerperium
Pada 72 jam pertama setelah persalinan, zat yang lebih banyak hilang adalah volume plasma dibandingkan dengan sel darah. Penurunan volume plasma dan peningkatan sel darah pada waktu hamil akan di bentuk kembali setelah 3 sampai 7 hari setelah persalinan oleh peningkatan Hematokrit & Hemaglobin. Kemudian pada keadaan tidak ada komplikasi Hematokrit & Hemoglobin akan kembali pada keadaan normal sebelum hamil dalam 4 sampai 5 minggu postpartum.

Ø  Leokosit pada wanita hamil kurang lebih 12000 /mm3. Pada saat persalinan sampai dengan 2 hari pertama postpartum meningkat kurang lebih 15000 /mm3 dan selanjutnya 10-12 hari post partum antara 20000-30000 /mm3 dan peningkatan ini masih bisa bervariasi bila terjadi infeksi.
Ø  Jumlah hemoglobin dan Hematokrit pada masa nifas tidak dapat ditentukan karena tidak menentunya volume plasma dan sel darah dan hemoglobin dan Hematokrit akan kembali normal dalam 4-5 minggu post partum.
Ø  Kaki ibu diperiksa setiap hari untuk mengetahui tanda – tanda “Trombosis” : Nyeri, Hangat & lemas, dirasakan keras atau padat ketika disentuh.











Istilah – Istilah

-          Anovulatori        : tidak disertai ovulasi
-          Endometritis      : peradangan endometrium
-          Eritrosit              : sel darah merah
-          Diuresis              : dalam 12 jam setelah melahirkan ibu mulai membuang kelebihan cairan yang bertimbun di jaringan selama ia hamil
-          Gestation            : periode perkembangan anak pada hewan di saat pembuahan ovum sampai lahir
-          Diuretir               : meningkatnya ekskresi urin atau jumlah urin
-          Hypotensi           : tekanan darah yang rendah secara normal
-          Hipovalemia       : penurunan normal volume cairan serkulasi (plasma) dalam tubuh     
-          Hematologi        : cabang ilmu kedokteran yang mempelajari morfologi dan jaringan pembentuk darah, sreta fisiologi dan patologinya
-          Bestasis              : setiap manifestasi preeklamsi pada kehamilan           
-          Urinari                : tentang perkemihan
-          Utero                  : uterus adalah tempat tertanamnya telur yang telah dibuahi secara  normal serta tempat pemeliharaan embrio dan janin yang sedang tumbuh
-          Mastitis              : peradangan dari kelenjar payudara
-          Leokosit             : sel darah putih
-          Puerperium         : periode / keadaan setelah melahirkan
-          Post partum        : masa setelah melahirkan
Subarachnoid :           terletak di antara araknoid dan prameter

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates