Selasa, 11 Januari 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN CAPUT SUCCADENEUM TERHADAP BAYI Ny. ”I” TAHUN 2011

CAPUT SUCCADENEUM

A. Pengertian
Caput succadeneum adalah edema kulit kepala anak yang terjadi karena tekanan dari jalan lahir kepada kepala anak. Atau pembengkakan difus, kadang-kadang bersifat ekimotik atau edematosa, pada jaringan lunak kulit kepala, yang mengenai bagian kepala terbawah, yang terjadi pada kelahiran verteks.
Karena tekanan ini vena tertutup, tekanan dalam capilair veneus meninggi hingga cairan masuk ke dalam jaringan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.
Merupakan benjolan yang difus kepala, dan melampaui sutura garis tengah. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal : 254)

B. Etiologi
Banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya caput succadeneum pada bayi baru lahir yaitu :
1. Persalinan lama
Dapat menyebabkan caput succadeneum karena terjadi tekanan pada jalan lahir yang terlalu lama, menyebabkan pembuluh darah vena tertutup, tekanan dalam capilair venus meninggi hingga cairan masuk kedalam cairan longgar dibawah lingkaran tekanan dan pada tempat yang terendah.
2. Persalinan dengan ekstraksi vakum
Pada bayi yang dilahirkan vakum yang cukup berat, sering terlihat adanya caput vakum sebagai edema sirkulasi berbatas dengan sebesar alat penyedot vakum yang digunakan. (Obstetri fisiologi, UNPAD, 1985, hal 254)



C. Patofisiologi
1. Pembengkakan yang terjadi pada kasus caput succadeneum merupakan pembengkakan difus jaringan otak, yang dapat melampaui sutura garis tengah.
2. Adanya edema dikepala terjadi akibat pembendungan sirkulasi kapiler dan limfe disertai pengeluaran cairan tubuh. Benjolan biasanya ditemukan didaerah presentasi lahir dan terletak periosteum hingga dapat melampaui sutura. (Sarwono, Ilmu Kebidanan,2002, Hal : 716)

D. Tanda dan Gejala
1. Adanya edema dikepala
2. Pada perabaan teraba lembut dan lunak
3. Edema melampaui sela-sela tengkorak
4. Batas yang tidak jelas
5. Biasanya menghilang 2-3 hari tanpa pengobatan
(IKA, Nelson 1992. Hal 608-609)

E. Penatalaksanaan
1. Bayi dengan caput succadeneum diberi ASI langsung dari ibu tanpa makanan tambahan apapun, maka dari itu perlu diperhatikan penatalaksanaan pemberian ASI yang adekuat dan teratur.
2. Bayi jangan sering diangkat karena dapat memperluas daerah edema kepala.
3. Atur posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal
4. Mencegah terjadinya infeksi :
a. Perawatan tali pusat
b. Personal hygiene baik
5. Berikan penyuluhan pada orang tua tentang :
a. Perawatan bayi sehari-hari, bayi dirawat seperti perawatan bayi normal
b. Keadaan trauma pada bayi , agar tidak usah khawatir karena benjolan akan menghilang 2-3 hari.
6. Berikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayi.
7. Awasi keadaan umum bayi.

Pembengkakan pada caput succadeneum dapat meluas menyeberangi garis tengah atau garis sutura. Dan edema akan menghilang sendiri dalam beberapa hari. Pembengkakan dan perubahan warna yang analog dan distorsi wajah dapat terlihat pada kelahiran dengan presentasi wajah. Dan tidak diperlukan pengobatan yang spesifik, tetapi bila terdapat ekimosis yang ektensif mungkin ada indikasi melakukan fisioterapi dini untuk hiperbilirubinemia.
Moulase kepala dan tulang parietal yang tumpang tindih sering berhubungan dengan adanya caput succadeneum dan semakin menjadi nyata setelah caput mulai mereda, kadang-kadang caput hemoragik dapat mengakibatkan syok dan diperlukan transfusi darah. (IKA, Nelson 1992. Hal 608-609).

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS TERHADAP By.Ny.I
DENGAN KASUS CAPUT SUCCADENEUM
DI BPS YULI METRO UTARA


I. Pengumpulan Data Dasar Tanggal 21 Oktober 2007
1. Identitas
Nama : By. Ny. I
Tanggal lahir : 21 Oktober 2007
Waktu : Pkl. 08.30 WIB
Jenis kelamin : Laki-Laki
Anak ke : 1

Nama ibu : Ny. I
Umur : 24 Tahun
Suku : Lampung
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Alamat : Desa Raman Utara
Kec.Raman Utara Lamp. Teng
Nama Ayah : Tn. T
Umur : 27 Tahun
Suku : Lampung
Agama : Islam
Pendidikan : S1 ekonomi
Pekerjaan : PNS
Alamat : Desa Raman Utara
Kec.Raman Utara Lamp. Teng


2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan Utama : Ibu mengatakan bayi lahir 1 hari dengan benjolan dikepala bayinya, bayi juga sering rewel, dan ibu merasa khawatir.
b. Persalinan berlangsung tanggal 21 Oktober 2007 Pukul 08.30 WIB
c. Tempat Persalinan : Bidan Lina
d. Jenis Persalinan : Spontan pervaginam
e. Bayi : Merintih
f. Riwayat Persalinan

Lama Persalinan Perdarahan Keterangan
Kala 1 10 jam 50 cc Ketuban pecah spontan warna jernih
Kala 2 1 jam 100 cc Bayi lahir spontan tidak ada lilitan tali pusat dengan letak belakang kepala dan terdapat benjolan dikepala, jenis kelamin laki-laki
Kala3 15 menit 150 cc Plasenta lahir lengkap dengan selaputnya
Kala 4 2 jam 60 cc Kontraksi uterus baik, tidak ada robekan
Jumlah 13 jam 15 menit

g. Nilai APGAR SCORE
No Aspek yang dinilai Menit 1 Menit 4
1 Apperanche (warna) 1 2
2 Pulse (nadi) 2 2
3 Grimace (Reflek) 2 2
4 Activity (tonus) 1 2
5 Respiratory (pernapasan) 1 1
Jumlah 7 9

3. Pemeriksaan Fisik
a. Tanda - Tanda Vital
Temp : 36,50C
RR : 120x/menit
Pols : 36 x/menit
BB : 3000 gr
PB : 50 cm
b. Kepala
Bentuk kepala bulat, rambut kotor dan terdapat lendir bercampur darah, pada perabaan teraba lembut dan lunak terdapat benjolan yang berisi cairan, batas tidak jelas, lingkaran kepala 38 cm
c. Mata
Bentuk mata bulat, simetris kiri dan kanan, tidak ada strabismus, keadaan bersih dan tidak ada kelianan.
d. Hidung
Bentuk simetris, lubang hidung terdapat sekret, pernapasan cuping hidung ada dan keadaan kotor oleh slym.
e. Mulut
Bentuk simetris, bibir lengkap atas dan bawah, gusi normal, reflek hisap baik, tidak ada sumbing.
f. Telinga
Bentuk simetris, telinga teraba lunak, keadaan bersih, tidak ada sumbatan.
g. Leher
Tidak ada pembesaran vena dan kelenjar thyroid dan pergerakan normal.
h. Dada
Bentuk simetris, mamae ada, denyut jantung 120x/menit, tidak ada kelainan.


i. Abdomen
Bentuk normal, tidak ada pembesaran, tidak ada benjolan, tidak ada kelainan.
j. Punggung
Terdapat vernik caseosa, dan cairan ketuban, tidak ada benjolan.
k. Genitalia
Jenis kelamin laki-laki, tidak ada kelainan, anus ada.
l. Ekstremitas Atas
Jari tangan dan kaki lengkap, pergerakan tampak lemah bentuknya simetris.
m. Ektremitas Bawah
Jari tangan dan kaki lengkap, pergerakan tampak lemah bentuknya simetris.
n. Reflek
Menghisap (sucking) : Ada
Menggenggam (graping) : Ada
Reflek Moro : Ada
o. Ukuran antropometri
BB : 3000 gr LK : 38 cm
TB : 50 cm LD : 30 cm
LP : 30 cm Lila : 10 cm
II. Interpretasi Data Dasar
1. Diagnosa
Bayi Ny.I lahir secara spontan pervaginam letak belakang kepala, partus lama dengan caput succadeneum.
Dasar :
a. Adanya benjolan dikepala yang berisi cairan dengan lingkar kepala 38 cm.
b. Pada perabaan teraba lembut dan lunak serta batas tidak jelas.
c. Ibu partus lama

2. Masalah
a. Kurangnya pengetahuan ibu tentang caput succadeneum
Dasar :
1) Ibu cemas akan benjolan yang ada dikepala bayinya
2) Ibu bingung cara menyusui bayinya
3) Ibu tampak antusias bertanya tentang bayinya.
b. Keterbatasan aktifitas bayi
Dasar :
1) Adanya benjolan dikepala yang berisi cairan
3. Kebutuhan
a. Penyuluhan pada orang tua tantang caput uccadeneum
Dasar :
1) Ibu cemas akan keadaan bayinya
2) Bayi rewel dan gelisah
3) adanya benjolan dikepala yang berisi cairan
b. Pemenuhan cairan dan nutrisi bayi
Dasar :
1) Bayi rewel dan gelisah
2) Bayi mulai menghisap ASI
III. Identifikasi Diagnosa dan Maalah Potensial
1. Potensial terjadi hipotermi
Dasar :
a. Tubuh bayi masih basah oleh air ketuban
2. Potensial terjadi perpindahan mikroorganisme
Dasar :
a. Tali pusat masih basah
3. Potensial terjadi perdarahan intrakranial
Dasar :
a. Trauma jalan lahir
IV. Identifikasi Kebutuhan Tindakan Segera dan Kolaborasi
Segera kolaborasi dengan dokter bila terjadi komplikasi
V. Rencana Manajemen
1. Informasi tentang kondisi bayi saat ini
a. Jelaskan pada ibu tentang kondisi bayinya saat ini
b. Lakukan pemantauan tentang keadaan umum bayi
2. Jangan sering mengangkat bayi
a. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya untuk tidak mengangkat bayi
b. Anjurkan pada ibu jangan sering mengangkat bayinya
c. Libatkan keluarga untuk tidak sering mengangkat bayi
3. Peran ibu dalam merawat bayi
a. Jelaskan pada ibu tentang manfaat perawatan bayi baru lahir
b. Ajarkan pada ibu cara perawatan bayi baru lahir
c. Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan bayi baru lahir
d. Observasi kemampuan ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir
e. Libatkan anggota keluarga untuk membantu ibu dalam melakukan perawatan bayi baru lahir
4. Atur posisi tidur bayi
a. Jelaskan pada ibu manfaat posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal
b. Anjurkan ibu untuk mengatur posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal
c. Libatkan anggota keluarga untuk membantu mengatur posisi bayi tanpa menggunakan bantal
5. Lakukan perawatan tali pusat
a. Jelaskan pada ibu manfaat perawatan tali pusat
b. Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan tali pusat
c. Ajarkan kepada ibu cara melakukan perawatan tali pusat
d. Observasi kemampuan ibu dalam melakukan perawatan tali pusat
e. Libatkan anggota keluarga untuk membantu ibu dalam melakukan perawatan tali pusat

6. Berikan lingkungan yang nyaman dan hangat
a. Jelaskan pada ibu manfaat memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayinya
b. Anjurkan pada ibu untuk menempatkan bayi pada tempat yang nyaman dan hangat
c. Ajarkan pada ibu cara memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayinya
d. Libatkan anggota keluarga untuk memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayi
7. Pemberian ASI ekslusif
a. Jelaskan pada ibu manfaat ASI ekslusif
b. Anjurkan ibu untuk memberikan ASI ekslusif segera setelah bayi lahir
c. Ajarkan pada ibu cara menyusui bayi yang benar
d. Observasi kemampuan ibu dalam menyusui bayi yang benar
e. Libatkan anggota keluarga untuk mendukung ibu dalam memberikan ASI ekslusif pada bayi
VI. Implementasi Langsung
1. Informasi tentang kondisi bayi saat ini
a. Menjelaskan pada ibu bahwa dikepala bayi terdapat benjolan berupa caput succadeneum yang akan embuh 2-3 hari
b. Melakukan pemantauan tentang keadaan umum bayi, tanda-tanda vital.
2. Jangan sering mengangkat bayi
a. Menjelaskan pada ibu agar jangan sering mengangkat bayinya karena dikhawatirkan terjadi perdarahan intrakranial
b. Menganjurkan pada ibu agar jangan sering mengangkat bayinya
c. Melibatkan anggota keluarga agar jangan sering mengangkat bayi
3. Peran ibu dalam merawat bayi
a. Menjelaskan pada ibu manfaat perawatan bayi baru lahir yaitu makan akan tumbuh rasa keibuan, mengetahui pertumbuhan bayi, dan rasa psikologi ibu dan bayi akan semakin erat.
b. Mengajarkan ibu melakukan perawatan bayi baru lahir dengan menjaga kebersihan tubuh dengan memandikannya secara mandi kering, dan membedong bayi setelah dimandikan untuk mencegah hipotermi.
c. Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi baru lahir degan diri sendiri karena akan mempererat hubungan psikologis ibu dan bayi.
d. Mengobservasi kemampuan ibu untuk melakukan perawatan bayi baru lahir
e. Melibatkan anggota keluarga terutama suami dalam membantu ibu dalam melakukan perawatan bayi dengan membantu ibu melakukan pekerjaan sehari-hari.
4. Atur posisi tidur bayi
a. Menjelaskan pada ibu manfaat posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal agar benjolan dikepala tidak semakin luas
b. Menganjurkan ibu untuk mengatur posisi tidur bayi tanpa menggunakan bantal
c. Melibatkan anggota keluarga untuk membantu ibu agar posisi bayi tidak berubah
5. Lakukan perawatan tali pusat
a. Menjelaskan pada ibu tentang pentingnya perawatan tali pusat yang dampak dari tidak melakukan perawatan tali pusat akan menyebabkan infeksi
b. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan tali pusat 2x sehari setelah mandi pagi dan sore hari
c. Mengajarkan pada ibu untuk melakukan perawatan tali pusat dengan teknik kasa steril kering kemudian dibungkus
d. Mengobservasi kemampuan ibu untuk mengulang kembali dirumah apa yang telah diajarkan
e. Melibatkan anggota keluarga untuk membantu ibu dalam melakukan perawatan tali pusat
6. Berikan lingkungan yang nyaman dan hangat
a. Menjelaskan pada ibu manfaat untuk memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayinya agar suhu bayi tetap stabil
b. Menganjurkan pada ibu untuk memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat pada bayi
c. Mengajarkan pada ibu untuk memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat dengan memberikan leimut, topi/tutup kepala, dan kaus kaki dan tangan pada bayi.
d. Melibatkan anggota keluarga untuk tetap memberikan lingkungan yang nyaman dan hangat dengan tidak membuka dan meletakkan bayi didekat jendela.
7. Pemberian ASI ekslusif
a. Menjelaskan pada ibu mengenai pentingnya pemberian ASI ekslusif karena dengan ASI ekslusif kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi.
b. Menganjurkan pada ibu memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan, dan mengkonsumsi sayur-sayuran hijau seperti daun katuk agar produksi ASI lancar.
c. Mengajarkan pada ibu cara menyusui bayi yang baik dengan memasukkan seluruh kalang susu ibu dimulut bayi , menyusukan bayi secara bergantian antara payudara kiri dan kanan.
d. Mengobservasi kemampuan ibu untuk mengulang kembali apa yang yang telah diajarkan
e. Melibatkan anggota keluarga terutama suami untuk mendukung ibu dalam memberikan ASI ekslusif pada bayi tanpa makanan tambahan apapun
VII. Evaluasi
a. Ibu mengerti tentang keadaan bayinya sekarang dan ibu tampak tenang
b. Ibu mengerti dan menyetujui untuk tidak sering mengangkat bayinya
c. Ibu mengerti tentang cara merawat bayi dan menyetujui untuk merawat bayinya sendiri
d. Ibu mengerti manfaat tidak menggunakan bantal pada saat bayi tidur dan menyetujui untuk melakukannya
e. Ibu mengerti tentang cara merawat tapi pusat dan menyetujui untuk melakukan perawatan tali pusat dirumah.
f. Ibu mengerti untuk memberikan llingkungan yang nyaman dan hangat pada bayinya dan menyetujui untuk selalu menjaga kehangatan bayinya.
g. Ibu mengerti mengenai pentingnya ASI eksuif dan bersedia mengkonsumsi sayur-sayuran hijau pada bayinya.
h. Keadaan umum bayi baik (composmentis), kesadaran baik
i. Bayi menyusu dengan kuat dan sering
j. Tidak terjadi perubahan suhu
Temp : 36,50C
RR : 36x/menit
Pols : 120x/menit





Catatan Perkembangan Hari ke 2
Tanggal 22 Oktober 2007
S : a. Ibu mengatakan sudah melakukan yang dianjurkan
b. Ibu mengatakan sudah memberi ASI pada bayinya
c. Ibu mengatakan bayi belum dimandikan
d. Ibu mengatakan benjolan dikepala bayi berkurang

O : a. Benjolan dikepala bayi berkurang, Lingkar kepala 36 cm
b. Bayi tampak kotor
c. Tali pusat masih basah
d. Temp :36,0C
e. RR : 35x/menit
f. Pols : 118x/menit
g. Warna kulit kemerahan
h. Reflek hisap : (+), ASI diberikan setiap bayi mau atau menangis, ASI sudah keluar.
i. Eliminasi : BAK 6-7 x/hari, BAB 1 x/hari.

A : Diagnosa
Bayi baru lahir hari ke 2 dengan caput succadeneum
Dasar : a. Bayi lahir tanggal 21 Oktober 2007
b. Benjolan dikepala mulai berkurang lingkar kepala dari 38 cm
menjadi 36 cm
Masalah : tidak ada
Kebutuhan :
a. Perawatan tali pusat
b. Perawatan pada ibu dan keluarga tentang :
1. Personal hygine bayi
2. Pemberian ASI ekslusif
3. Pertahankan suhu tubuh bayi
c. Perawatan bayi sehari-hari
P : a. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun termasuk susu fomula bayi dan mengkonsumsi sayuran hijau seperti daun katuk untuk memperlancar produksi ASI.
b. Jelaskan pada ibu manfaat pemberian ASI yaitu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan dapat mempererat hubungan psikologis ibu dan bayi.
c. Bersihkan tubuh bayi dengan cara memandikkan bayi dengan mandi lap
d. Lakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa steril kering lalu dibungkus secara teratur 2x sehari setelah mandi pagi dan sore.
e. Hangatkan tubuh bayi dengan memberi selimut ditubuh bayi, topi/penutup dikepala bayi, dan gunakan kakus kaki dan tangan pada bayi dan jangan meletakkan bayi didekat jendela atau udara terbuka .

Catatan Perkembangan Hari ke 3
Tanggal 23 Oktober 2007
S : a. Ibu mengatakan bayi sudah dimandikan
b. Ibu mengatakan benjolan dikepala bayi sudah hilang lingkar kepala 34 cm
c. Ibu mengatakan bayinya tidak rewel

O : a. Keadaan umum bayi baik
b. Benjolan dikepala bayi sudah hilang, Lingkar kepala 34 cm
c. Bayi tampak bersih
d. Tali pusat masih basah
e. Temp : 36,50C
f. RR : 36x/menit
g. Pols : 120x/menit
h. Warna kulit kemerahan
i. Reflek hisap : (+), ASI diberikan setiap bayi mau atau menangis, ASI sudah mulai banyak.
j. Eliminasi : BAK 6-7 x/hari, BAB 1 x/hari.
A : Diagnosa
Bayi baru lahir hari ke 3
Dasar : a. Bayi lahir spontan pervaginam tanggal 21 Oktober 2007
b. Benjolan dikepala sudah hilang lingkar kepala 34 cm
Masalah : tidak ada
Kebutuhan :
a. Lakukan perawatan tali pusat
b. Berikan ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi

P : a. Lakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa steril kering 2x
sehari sesudah mandi pagi dan sore
b. Ajurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya selama 6 bulan pertama tanpa diselingi makanan apapun termasuk susu formula dan melakukan perawatan bayi sehari-hari.
c. Jaga kehangatan tubuh bayi dengan menggunakan selimut, topi/penutup kepala, dan sarung tangan dan kaki pada bayi.

Catatan Perkembangan Hari ke 7
Tanggal 28 Oktober 2007
S : a. Ibu mengatakan bayinya minum ASI dengan baik dan tidak rewel
b. Ibu mengatakan bayinya tidur selama 16 jam

O : a. Keadaan umum bayi baik
b. Tanda – tanda vital :
Temp : 370C
RR : 40x/menit
Pols : 124x/menit
c. Warna kulit kemerahan
d. Tali pusat sudah kering
e. Reflek hisap : (+), ASI diberikan setiap bayi mau atau menangis, ASI sudah lancar.
f. Eliminasi : BAK 6-7 x/hari, BAB 1 x/hari.
A : Diagnosa
Bayi baru lahir umur 7 hari
Dasar : a. Bayi lahir spontan pervaginam tanggal 21 Oktober 2007
b. Benjolan dikepala sudah hilang lingkar kepala 34 cm
Masalah : tidak ada
Kebutuhan :
a. Perawatan bayi sehari-hari
b. Pemberian ASI ekslusif

P : a. Lakukan perawatan bayi sehari-hari dengan melakukan personal hygiene
dan mempertahankan suhu tubuh bayi agar tetap stabil
b. Ajurkan ibu untuk tetap menyusui bayinya elama 6 bulan pertama tanpa makanan tambahan apapun.
c. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayur-sayuran hijau seperti daun katuk agar produki lancar.

DAFTAR PUSTAKA


Fakultas Kedokteran UNPAD. 1985. Obstetri Fisiologi. Bandung

Nelson. 1992. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : EGC

Prawihardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates