Rabu, 19 Januari 2011

ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS DENGAN METRITIS


LANDASAN TEORITIS
IBU NIFAS PATOLOGIS DENGAN METRITIS


A.    Definisi
Dimulai setelah partus selesai dan berakhirnya kira-kira enam minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti belum ada kehamilan dalam waktu tiga bulan (Sarwono, 1992).

Merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan normal, masa ini berlangsung selama enam minggu atau 42 hari (Manuaba, 2000).

Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas kurang lebih selama enam minggu (Sarwono,2001).

Dimulai beberapa jam sesudah lahir placenta dan mencakup enam minggu berikutnya (JHPIEG, 2001).

Dapat disimpulkan bahwa masa nifas adalah masa pemulihan alat-alat kandungan setelah melahirkan yang berlangsung kira-kira enam minggu dan kembali keadaan sebelum ada kehamilan memerlukan waktu selama tiga bulan.

Menurut Mochtar (1998) periode nifas dibagi tiga :
1        Early Peurperium (masa nifas dini)
Masa dimana telah diperolehnya berdiri dan berjalan sedini mungkin waktunya antara 0 – 24 jam.
2        Immediate Puerperium (masa nifas pertengahan)
Kepulihan alat-alat genetalia yang lamanya sampai dengan 6 – 8 minggu

3        Later Puerperium (masa nifas akhir)
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama kehamilan atau bersalin mengalami komplikasi, waktu untuk sehat sempurna bias berminggu-minggu, bulan bahkan tahunan.

B.     Gambaran Klinis
Perubahan yang terjadi selama masa nifas : (Prawirohardjo, 1992)
1.      Sistem Vaskuler
Pada persalinan pervaginam kehilangan darah + 300 – 500 cc, bila melalui operasi 5 C kehilangan darah dapat dua kali lipat. Perpubahan yang terjadi dari blood volume (volume darah) dan hemokon sentrasi. Dan baru stabil setelah 4-6 minggu. Setelah melahirkan Shunt akan hilang dengan tiba-tiba volume darah ibu relatif akan bertambah

2.      Sistem Reproduksi
a.       Involusi Rahim
Setelah placenta lahir uterus akan mengeras karena kontraksi dan reaksi pada otot-ototnya. Setelah lahir, berat uterus 1000 gram. Seminggu kemudian 500 gram, 2 minggu post partum 375 gram dan pada akhir poerperium 50 gram (noral 40 – 60 gram). Involusi terjadi karena masing-masing sel menjadi lebih kecil, karena cytoplasma yang berlebihan dibuang. Involusi disebabkan karena outolisis, dimana zat protein, dindinng rahim pecah, diabsorpsi dan kemudian dibuang dengan utrine. Sebab bukti dapat dikemukakan bahwa kadar nitrogen dalam air kencing sangat tinggi.
Perlepasan placenta pada selaput janin pada dinding rahim terjadi pada stratum spiongasum yang mengikat menjadi nechotic, sedang lapisan yang tetap sehat menghasilkan endometrium baru. Ephitel baru yang terjadi dengan proliperasi sel-sel kelenjar. Ephitelisasi memakan waktu tiga minggu. Aktivitas otot-otot adalah terjadinya kontraksi dan reaksi dan retraksi otot-otot setelah anak lahir, yang diperlukan untuk menutup pembuluh darah yang pecah karena adanya pelepasan placenta, serta mengeluarkan isi uterus yang tidak diperlukan. Hal ini menyebabkan terganggunya pembuluh darah dalam uterus sehingga jaringan otot-otot tersebut menjadi lebih kecil. Aliran darah berubah kebuah dada yang diutamakan sehingga buah dada menjadi lebih merah, bengkak dan lebih besar. Involusi uterus dapat dilihat dari luar dengan memeriksa fundus uteri dari luar. Segera setelah persalinan TFU 2 cm di bawah pusat, 12 jam kemudian kembali 1 cm dibawah pusat. Pada hari 3 – 4 fundus uteri 2 jari di bawah pusat, pada hari ke- 5 – 7 TFU setengah pusat symphisis, pada hari ke-10 tak teraba.

b.      Involusi tempat placenta
Beberapa hari post partum, ostum uteri externum dapat dilalui 2 jari pinggirnya tidak rata, retak-retak karena pernah persalinan. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui satu jari saja dan lingkaran retraksi berhubungan dengan bagian atas canalis servicatis, pada servix terbentuk sel-sel otot baru karena hiperlasis, retraksi dirobekkan servik sembuh. Pada minggu ke-3 post partum rugae mulai nampak kembali.

c.       Lochea
Yaitu cairan yang dikeluarkan uterus melalui vagina dalam masa nifas. Sifat lochea alkalis jumlah lebih banyak dari pengeluaran darah dan lendir sewaktu mestruasi. Cairan ini berasal dari melekatnya placenta. Dimana bekas melekasnya placenta menimbulkan pecahan-pecahan pembuluh darah dan dalam penyembuhan mengeluarkan getah, selain itu juga terdapat sisa selaput chorium yang tertinggal pada deciduas ligquoramni saat persalinan vernix caswosa, rambut lanugo dan kemudian mekonium.
1)      Lochea rubra/crenta
Pada hari 1 – 2 berwarna merah berisi lapisan deciduas sisa-sisa chorium, liquor amni, rambut lanugo, vernix caseosa dan kemungkinan pula meconium.
2)      Lochea sanuinolenta
Pada hari 3 – 7 berwarna coklat sedikit darah, bnyak serum selaput lendir leucocytendum kuman penyakit jaringan yang telah mati.
3)      Purubahan service dan vagina
Beberapa hari post partum, ostum uteri externum dapat dilalui 2 jari pinggirnya tidak rata, retak-retak karena pernah persalinan. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui satu jari saja dan lingkaran retraksi berhubungan dengan bagian atas canalis servicalis, pada servik terbentuk sel-sel otot baru karena hiperlasis, retraksi dirobekkan servix sembuh, pada minggu ke-3 post partum rugae mulai nampak kembali.
4)      Lochea
Yaitu cairan yang dikeluarkan uterus melalui vagina dalam masa n ifas. Sifat lochea alkalis jumlah lebih banyak dari pengeluaran darah dan lendir sewaktu menstruasi. Cairan ini berasal dari meletaknya placenta. Dimana bekas melekasnya placenta menimbulkan pecahan-pecahan pembuluh darah dan dalam penyembuhan mengeluarkan getah. Selain itu juga terdapat sisa selaput chorium yang tertinggal pada deciduas ligquuorumni saat persalinan vermix caswosa, rambut lanugo dan kemudian mekonium.
a)      lochea rubra/crenta
pada hari 1 – 2 berwarna merah berisi lapisan deciduas sisa-sia choirum, luquoromni, rambut lonugo, vernix caseosa dan kemungkinan pula meconiu.

b)      Lochea sanguinolenta
Pada hari 3 – 7 berwarna coklat sedikit darah, banyak serum selaput lendir leucocytendumkuman penyakit jaringan yang telah mati.
c)      Lochea serosa
Pada hari ke 7 – 10 berwarna agak kuning, cair dan tidak berdarah
d)     Lochea alba
Setelah 2 minggu berwarna kekuningan berisi selaput lendir leucocytendan kuman penyakit yang telah mati. Apabila lochea yang dikeluarkan lebih lama kemungkinan.
-          Tertinggal sisa tali pusat
-          Ibu yang tidak menyusi anaknya
-          Infeksi jalan lahir

3.      Buah Dada/Loctasi
Hormon progesterone dan estrogen ini menghambat pengeluaran prolaktin. Dengan lahirnya placenta kadar estrogen dan progesterone menurun sehingga penekanan prolaktin meningkat dalam darah dan merangsang sel-sel acini untuk produksi ASI.

Ada 2 refleksi yang memegang peranan dalam proses pembentukan :
a.       Reflek prolaktin
Reflek ini merupakan reflek neuron hormone yang mengatur produksi ASI kontinuitas sekresi prolaktin tergantung pada :
1)      Hisapan bayi
2)      Seringnya menyusui
3)      Jarak antara waktu menyusui

b.      Reflek let down
Reflek pemancaran ASI karena rangsangan pada papill dan areola mamae waktu bayi menghisap. Reflek ini merupakan reflek psikosomatik yang sangat dipengaruhi oleh emosi.

4.      Sistem Perkencingan
Dinding kantung kencing memperlihatkan oedema dan hyperenia. Kadang-kadang oedema tergonium hyperemia kandung kencing. Selama nifas kurang sensitive dan kapasitas kandung kemih juga bertambah, sehingga volume penuh atau sesudah BAK masih tertinggal urin residual. Sisa urin ini dan trauma pada kandung kencing waktu persalinan memudahkan terjadinya infeksi. Dilatasi ureter dan pyelum normal kembali dalam waktu dua minggu.

5.      Tanda-tanda Vital
a.       Suhu tubuh
Suhu tubuh post parutm suhu tubuh meningkat + 37,50C – 380C. karena kerja keras waktu persalinan kemudian suhu atau kembali normal.
b.      Nadi
Pols sehabis melahirkan : 100 kali permenit, karena kelelahan, perdarahan, nyeri dan infeksi.
c.       Tekanan darah
Biasanya tidak berubah kemungkinan karena adanya perdarahan
d.      Pernapasan
Bila suhu dan denyut nadi tidak normal pernapasan akan mengikutinya.

6.      Sistem Gastro Intestinal
Biasanya ibu mengalami obstipasi setelah melahirkan. Hal ini dikarenakan alat pencernaan mendapatkan tekanan waktu melahirkan, dehidrasi hemoroid dan laktasi jalan lahir. Supaya BAB kembali lancar dapat diberi makanan yang mengandung serat dan pemberian cairan yang cukup. Bila usaha-usaha ini tidak berhasil dalam waktu 2 -3 hari dapat ditolong dengan pemberian huknah atau lyserin spuit atau obat laxantla yang lain.

7.      Otot-otot Abdominal
Setelah persalinan dinding perut longgar karena direnggang begitu lama, tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu pada waktu yang esthemis, terjadi diastosis dari otot-otot recuts abdominis untuk mengencangkan kembali otot-otot perut dapat dilakukan senam nifas.

C.    Definisi Metritis
Metritis adalah radang miometrium. Mimetritis akut biasanya terdapat pada abortus septic atau infeksi post partum. Metritis adalah infeksi post partum. Metritis adalah infeksi uterus setelah persalinan yang merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu. Penyakit ini tidak berdiri merupakan bagian dari infeksi yang lebih luas.
Pada penyakit metritis menunjukkaan reaksi radang berua pembengkakan dan infiltrasi sel-sel radang. Perluasan dapat terjadi lewat jalan linfe atau lewat tromboflebitis dan kadang-kadang dapat terjadi abses.
Metritis kronik adalah diagnosis yang dahulu banyak dibuat atas dasar uterus lebih besar dari biasa, sakit pinggang dan leukorea. Akan tetapi pembesaran uterus pada seorang multipara umumnya disebabkan oleh pertambahan jaringan ikat akibat kelamin. Bila pengaobatan terlambat atau kurang adekuat dapat menjadi :
1.      Abses pelvik
2.      Peritonitis
3.      Syok septik
4.      Dispareunia
5.      Trombosis vena yang dalam
6.      Emboli pulmonal
7.      Infeksi pelvik yang menahun
8.      Penyumbatan tuba dan infertilitas

D.    Gejala-gejala
Gejala metristis dan pengobatannya sama dengan gejala dan penanganan endometritis yaitu :
1.      Demam
2.      Keluar lochea/keputihan dari kemaluan
3.      Sakit pinggan
4.      Nyeri abdomen

E.     Penanganan
1.      Segera transfuse jika ada perdarahan
2.      Berikan antibiotic kombinasi sampai ibu bebas demam selama 48 jam
a.       Ampicilin 2 gr IV setiap 6 jam
b.      Gentamycin 5 mg/kg BB IV tiap 24 jam
c.       Metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam dosis tunggal
Antibiotika oral tidak diprelukan setelah terapi suntikkan
3.      Jika diduga ada sisa plasenta, lakukan eksplorasi digital dan keluarkan bekuan serta sisa kotiledon.

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PATOLOGIS DENGAN METRITIS
TERHADAP NY. P. DI RB “RESTU IBU” SUKADANA
KECAMATAN LAMPUNG TIMUR



I.             PENGUMPULAN DATA
Tanggal 10 Januari 2007

A.    Pengkajian
1.      Identitas
Nama               :  Ny. P                        Nama Suami      :   Tn. K
Umur                :  28 Tahun                  Umur                 :   32 Tahun
Pendidikan       :  SMP                         Pendidikan        :   SMP
Pekerjaan         :  IRT                           Pekerjaan           :   IRT
Agama             :  Islam                         Agama               :   Islam
Suku/Bangsa    :  Jawa/Indonesia          Suku/Bangsa    :   Jawa/Indonesia
Alamat             :  Tridatu Jl. Mawar     Alamat              :   Tridatu. Jl Mawar
                            No. 2 Sukadana                                      No. 2 Sukadana

B.     Keluhan Utama
Ibu datang ke RB “Restu Ibu” Sukadana, dengan keluhan sudah dua hari panas badan dingin, nyeri perut bagian bawah, pagi ini keluar darah kotor dari vagina bau busuk seperti nanah. Ibu melahirkan pada tanggal 6 Januari 2007, perdarahan normal, ibu melahirkan di rumah ditolong oleh dukun tidak didampingi tenaga kesehatan.


C.    Riwayat Kebidanan
Riwayat kehamilan (G2P1Ao) ibu mengatakan tidak ada masalah yang dengan kehamilan yang sekarang, ibu memeriksakan kehamilannya di Puskesmas 4 kali, imunisasi TT2 kali, kadang periksa hamil dengan dukun bayi.

D.    Riwayat Persalinan yang Lalu
No
Tgl/Tahun
Tempat Persalinan
Usia Kehamilan
Jenis Kehamilan
Penolong
Faktor Penyulit
Jenis Kehamilan
BB/PB
Keadaan anak
1.
12-08-1999
Rumah
39 mgg
Normal
Dukun
Tidak ada
L
3000gr/ 48cm
Hidup sehat
2.
06-01-2007
Rumah
40 mgg
Normal
Dukun
Tidak ada
P
8200gr/
48 cm
Hidup sehat

E.     Riwayat Persalinan Sekarang (P2Ao)
Ibu melahirkan spontan aterm normal pada tanggal 6 Januari 2007 jam 22.00 Wib, jenis kelamin perempuan, anak tunggal, hidup tidak cacat bawaan, placenta lahir spontan lenkap, perdarahan kurang lebih 250 cc. pada perenium tidak ada laserasi jalan lahir. Ibu melahirkan di rumah dan ditolong oleh dukun bayi.

Lama Persalinan
Kala I    lamanya   6 jam
Kala II   lamanya   20 menit
Kala III                 lamanya 10 menit
Jumlah   lamanya   6 jam 30 menit

Banyaknya perdarahan
Kala I                                                          
Kala II                                             25 cc   
Kala III                                            150 cc
Kala IV sampai 2 jam post partum 100 cc
Jumlah                                              275 cc
F.     Riwayat Kontrasepsi
Ibu pernah memakai alat kontrasepsi suntik kadang-kadang di selingi pil

G.    Keadaan Psiko Sosial
Ibu nampak gelisah saat merasakan nyeri perut dibagian bawah

H.    Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu tidak pernah menderita penyakit TBC, hepatitis, DM dan penyakit jantung. Dalam keluarga tidak pernah ada yang menderita penyakit TBC, DM, hepatitis dan penyakit jantung.

I.       Kebiasaan Sehari-hari
Eliminasi
1.      BAB
Sebelum melahirkan   :  1 kali sehari
Setelah melahirkan     :  belum BAB
2.      BAK
Sebelum melahirkan   :  4 – 5 kali sehari
Setelah melahirkan     :  belum BAK

Nutrisi
Sebelum melahirkan    :   makan 3 kali sehari, sejak sakit nafsu makan berkurang
Setelah melahirkan      :   makan 4 kali sehari dengan porsi banyak

Istirahat
Sebelum melahirkan    :   Tidur malam 8 jam, siang jarang tidur, sejak sakit tidur, makan + 4 – 5 jam
Setelah melahirkan      :   Tidur malam 6 jam, siang tidak tidur makan + 5-6 jam

J.      Pemeriksaan Fisik
1.      Keadaan Umum
TD                    :   90/60 mmHg
Nadi                 :   86 x/menit
Pernapasan       :   24 x/menit
Suhu                 :   39,50C

2.      Inspeksi
Rambut         :  tampak bersih dan tidak rontok
Muka             :  tidak ada kelainan pada wajah
Mata              :  konjungtiva merah simetris kiri dan kanan sclera normal, tidak ada pembenkakan pada mata, fungsi penglihatan normal
Mulut            :  merasa mulut tidak ada sariawan, keadaan bersih, gigi tidak ada caries.
Telinga          :  simetris, bersih, tidak ada peradangan, fungsi pendengaran normal
Leher             :  tidak ada kelainan pembesaran kelenjar dan vena jugulars
Hidung          :  bersih, simetris tidak ada polip, funsi penciuman normal
Dada             :  pada payudara tampak menonjol simetris kiri dan kanan, keadaan bersih. Asi keluar lancar
Abdomen      :  tidak adal luka operasi, TFU normal pada palpasi, ibu merasakan nyeri tekan diperut bagian bawah
Ekstermitas  
Atas               :  tangan tidak ada oedema/pergerakan normal
Bawah           :  tidak ada oedema pada kaki tidak ada varices, reflek patella dan baik, pererakan normal
Genetalia       :  perenium tidak ada bekas laserasi jalan lahir tidak ada bekas luka, masih tampak cairan lochea rubra, kecocokan dan bau busuk, perdarahan normal.

K.    Pemeriksaan penunjang
Hemoglobin        :  10,4 gr %
Leukosit              :  150.00 UI
Golongan darah :  0

II.          INTER PRESTASI DATA DASAR, DIAGNOSA DAN KEBUTUHAN
1.      Diagnosa P2Ao
Post partum hari ke empat dengan gejala metritis
Dasar :
b.      Ibu melahirkan pada tanggal 10 Januari 2007
c.       Panas tinggi 39,5 0C
d.      Lochea merah kehitaman berbau busuk seperti nanah
e.       Nyeri perut bagian bawah
f.       Uerus tegang, subinvolusio
g.      Perdarahan

2.      Masalah
a.       Gangguan rasa nyaman dan gangguan aktivitas
b.      Demam tinggi 39,5 0C
c.       Gangguan psikologis berupa cemas

3.      Kebutuhan
a.       Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi
b.      Kolaborasi untuk pemberian therapy dengan dokter
c.       Konseling mengatasi cemas
III.       IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadinya syok hemorargi, abses pelvik peritonitis, syok septik trombosis vena yang dalam, emboli pulmonal, infeksi pelvik menahun penyumbatan dan infertilitas.

IV.       EVALUASI KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
Tindakan segera
a.       Mengurangi cairan yang hilang
b.      Mengganti cairan yang hilang

Kolaborasi
a.       Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapy
b.      Menyiapkan rujukan bila sewaktu-waktu diperlukan

V.          RENCANA MANAJEMEN
1.      a.  Jelaskan kepada ibu dan keluarga kondisi ibu saat ini
b.  Libatkan keluarga untuk melakukan kompres hangat pada ibu
c.  Observasi keadaan umum ibu dan tanda vital
d. Berikan obat-obatan anti biotik dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit
e.  Pasang infus kalau perlu transfusi darah

2.      Anjurkan ibu untuk :
a.       Banyak minum minimal 8 gelas / hari
b.      Makan dengan diet gizi seimban dan lunak
c.       Personal hygiene
d.      Memakai celana dalam longgar dari bahan katun
e.       Istirahat yang cukup 7 – 8 jam/hari
f.       Lakukan vulva hygiene

3.      a.   Persiapkan ibu untuk dirujuk
b.   Memberitahu keluarga dan libatkan keluarga
c.   Meyiapkan surat rujukan
d.   Menyediakan obat-obat yang diperlukan selama proses rujukan
1)      Infus
2)      Oksigen
3)      Analgetik
4)      dll
e.       Siapkan kendaraan yang akan di gunakan untuk mengantarkan klien ke tempat rujukan
f.       Siapakan uang untuk kebutuhan administrasi
g.      Bila ada persediaan darah, siapkan darah untuk transfusi

4.      Potensial terjadi syok hemorargi
Rencana menajemen
a.       Jelaskan kepada ibu jika kondisi ibu saat ini jika segera diatasi maka akan terjadi perdarahan, jika terjadi perdarahan dapat mengakibatkan syok
b.       Libatkan keluarga untuk turun merawat dan memberi dukungan terhadap ibu
c.       Observasi keadaan umum ibu dan tanda vital
d.      Jaga dan lanjutkan perawatan dan pengobatan terhadap ibu sesuai dengan prinsip penanganan metritis dan kolaborasi dokter

VI.       IMPLEMENTASI
1.      Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang kondisinya saat ini
2.      Melakukan observasi keadaan umum dan tanda vital
Suhu                   : 39,8 0C
Nadi                   : 86 x/menit
Pernapasan         : 24 x/menit
TD                      : 90 / 60 mmHg
3.      Memberikan kompres hangat untuk membantu mengurangi rasa sakit dan menurunkan panas
4.      Tindakan metritis
a.       Segera transfuse jika ada perdarahan
b.      Berikan antibiotika kombinasi sampai ibu bebas dari demam selama 48 jam
1)      Ampicilin 2 gr IV setiap 6 jam
2)      Gentamycin 5 mg/kg BB IV tiap 24 jam
3)      Metronidazol 500 mg IV tiap 8 jam dosis tunggal
Antibiotika oral tidak diprelukan setelah terapi suntikkan
c.       Jika diduga ada sisa plasenta, lakukan eksplorasi digital dan keluarkan bekuan serta sisa kotiledon.
5.      Memasang infus RL dengan tetesan 20 tetes/menit mengganti doek minimal 3 kali ganti doek
6.      Menganjurkan pada ibu untuk sedikitnya 8 liter/hari
7.      Menganjurkan pada ibu untuk makan yang cukup dan mengandung gizi
8.      Menganjurkan pada ibu untuk mandi 2 x/hari dan mengganti doek minimal 3 kali ganti doek.
9.      Mengajurkan pada ibu untuk memakai celana dalam yang longgar dari bahan katun mencegah lembab dan infeksi
10.  Menganjurkan pada ibu untuk banyak istirahat
11.  Memberitahukan kepada ibu dan keluarga bibla sewaktu-waktu dirujuk ke rumah sakit

VII.    EVALUASI
1.      Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini
2.      Keadaan umum ibu sudah membaik dan tampak lebih tenang
TD               :  90/60 mmHg
Suhu            :  38,5 0C
Pernapasan   :  20 x/menit
Nadi             :  80 x/menit
3.      Perut bagian bawah masih sakit bila ditekan terasa keras dan bulat
4.      Ibu mau minum air putih 6 gelas sehari
5.      Ibu sudah mulai makan dengan diet nasi lauk dan sendok setiap kali makan
6.      Ibu mandi masih di lap 2 x/hari lakukan vulva hygine 2 x/hari dan 3 x ganti doek
7.      Ibu sudah bisa istirahat malam  hari, siang belum bisa tidur
8.      Ibu merasa enak dan nyaman setelah dilakukan vulva hygiene
9.      Lochea masih keluar, bau busuk, ganti doek 3 x
10.  Ibu mau minum obat secara teratur

CATATAN PERKEMBANGAN I
Tanggal :  11 Januari 2007 Post Partum Hari Ke-4

S     :   Data Subyektif
a.     Ibu masih merasa sakit perut bagian bawah
b.    Ibu mengatakan suhu tubuhnya sudah menurun
c.     Ibu mengatakan cairan yang keluar masih berbau busuk
d.    Ibu mengatakan nafsu makan masih kurang

O    :   Data Objektif
a.     Suhu tubuh     :   39,5 0C
b.    TD                  :   100/60 mmHg
c.     Nadi               :   80 x/menit
d.    Pernapasan     :   20 x/menit
e.     BAB               :   lancar 1 x/hari
f.     BAK               :   normal, 4 – 5 x/hari
g.    Palpasi            :   nyeri tekan perut bagian bawah terasa keras dan bulat
h.    TFU                :   3 jari dibawah pusat
i.      Lochea            :   alba, warna kecoklatan, masih bau busuk
j.      Heating           :   tidak ada laserasi jalan lahir dan robekan perenium
k.    ASI                 :   sudah keluar lancar
l.      Pendarahan     :   pendarahan 50 cc ganti softek 3 x sehari

A    :   Analisis Data
Diagnosa
Ibu post partum hari ke-4 dengan metritis
Dasar :
a.     Ibu melahirkan pada tanggal 10 Januari 2007
b.    Ibu masih merasa nyeri bagian bawah
c.     Suhu tubuh 39,8 0C
Masalah
a.     Ibu mengatakan sakit dibagian pinggang dan merasa nyeri dibagian bawah
b.    Suhu tubuh 39,8 0C
c.     Lochea berbau

Kebutuhan
a.     Istirahat/bedrest untuk mengurangi rasa nyeri
b.    Pemenuhan kebutuhan cairan dan pemberian anti piretik untuk mengatasi demam
c.     Berikan anti biotik seperti :
-          Ampicilin
-          Gentamisin
-          Metronidazol
d.    Lakukan rujukan dan kolaborasi denan dokter

P    :   Perencanaan
1.  a.  Jelaskan kepada ibu dan keluarga tentang kondisi ibu saat ini
b.  Libatkan keluarga untuk melakukan kompres hangat pada ibu
c.  Observasi keadaan umum ibu dan tanda vital
d.  Berikan obat-obatan anti biotik dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit, serta obat anti piretik
e.  Pasang infus kalau perlu transfusi darah

2.  Anjurkan ibu untuk :
a.       Banyak minum minimal 8 gelas/hari
b.      Makan dengan diet gizi seimbang dan lunak
c.       Personal hygiene
d.      Memakai pakaian dalam longgar dari bahan katun
e.       Istirahat yang cukup 7 – 8 jam/hari
f.       Lakukan vulva hygiene
g.      Siapkan dan beri penjelasan kepada ibu dan keluarga bahwa ibu akan dirujuk


CATATAN PERKEMBANGAN II
Tanggal : 12 Januari 2007 Post Partum Ke-5

S     :   Data Subyektif
a.     Ibu mengatakan masih merasa sakit perut bagian bawah bila ditekan
b.    Ibu mengatakan nafsu makan mulai membaik, ibu makan nasi lunak 3 – 4 sendok setiap makan
c.     Ibu mengerti dan mengerjakan semua yang dianjurkan

O    :   Data Objektif
a.     Lochea masih keluar dan bau bila ganti doek pagi dan sore
b.    Tinggi fundus uteri sudah idak teraba
c.     Ibu menyusui bayinya dengan baik, ASI keluar lancar
d.    BAB/BAK lancar
e.     Vital sign
f.     TD                  :   100/70 mmHg
g.    Nadi               :   80 x/menit
h.    Pernapasan     :   20 x/menit
i.      Suhu tubuh     :   37 0C
j.      Lochea            :   alba, kekuningan masih berbau seperti nanah

A    :   Analisis Data
Diagnosa
Ibu post partum hari ke-5

Dasar :
a.     Ibu mengatakan nyeri purut bawah bila ditekan
b.    Lochea masih berbau busuk

Masalah
a.     Bagian bawah ibu masih terasa sakit
b.    Lochea masih berbau busuk

Kebutuhan
a.     Menganjurkan ibu untuk melanjutkan terapi
b.    Vulva hiegyiene
c.     Berdrest untuk mengurangi rasa nyaman

P    :   Perencanaan
a.     Melanjutkan perawatan vulva hygiene
b.    Menjaga makan dengan menu seimbang
c.     Menganjurkan pada ibu untuk minum obat yang diberikan oleh dokter
1)      Amoxilin 4 x 1 tablet/hari
2)      Asam mefamanat 3 x 1 tablet/hari
3)      Metronidazole 4 x 1 tablet/hari

CATATAN PERKEMBANGAN III
Tanggal : 13 Januari 2007 Post Partum Ke-6

S     :   Data Subyektif
a.     Ibu mengatakan perut bagian bawah masih nyeri bila dikena
b.    Ibu mengatakan nafsu makan sudah lebih baik
c.     Ibu melakukan aktivitas duduk dan jalan serta menyusui bayinya
d.    Ibu mengatakan sudah lebih enak dan nyaman

O    :   Data Objektif
a.     Keadaan umum baik, sudah bisa beraktivitas
b.    Lochea kadang masih bau, 2 x ganti doek
c.     Tinggi fundus uteri normal sudah tidak teraba lagi
d.    Vital sign
TD                  :   100/70 mmHg
Suhu               :   37 0C
Pernapasan     :   20 x/menit
Nadi               :   80 x/menit
e.     ASI lancar
f.     Infus sudah dilepas

A    :   Analisis Data
Diagnosa
Ibu post partum hari ke-6 dengan metritis
Dasar :
a.     Ibu mengatakan perut bagian bawah nyeri jika ditekan

Masalah
a.  Ibu masih merasa nyeri tekan pada perut bagian bawah

Kebutuhan
a.     Melakukan aktivitas yang ringan
b.    Mobilisasi dini
c.     Melanjutkan terapi ke dokter
d.    Tetap menjaga kebersihan (vulva hiene)


P    :   Perencanaan
a.     Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan badan dan daerah vagina
b.    Menganjurkan pada ibu untuk memakai celana dalam yang longgar dari bahan katun untuk mengurangi penekanan dan mengurangi kelembaban
c.     Menganjurkan pada ibu untuk tetap beraktivitas ringan dan tetap dibantu keluarga agar tidak terlalu capek
d.    Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup



DAFTAR PUSTAKA

Yayasan Bina pustaka sarwono Prawirohadjo, Buku Acuan nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, 2002

Buku Ginekologi Bagian Obstetri dan Gynekologi, Bandung

Materi-materi Kuliah Askeb III


0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates