Rabu, 21 September 2011

SATUAN PENYULUHAN NIFAS


I.       PENGERTIAN
Masa nifas ( puerperium ) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil.
(Mochtar R,1998:115)
Masa puerperium atau masa nifas mulai setelah partus selesai, daan berakhir setelah kira-kira 6 minggu.
(Prawirohardjo,S, 2006:237)
II.    PEMBAGIAN MASA NIFAS
Masa nifas dibagi dalam 3 periode :
a.       Puerperium Dini
Yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
b.      Puerperium Intermedial
Yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
c.       Remote Puerperium
Yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan.
(Mochtar, 1998:115)
III. INVOLUSI ALAT-ALAT KANDUNGAN
1        Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil.
Involusio
Tinggi Fundus Uteri
Berat Uterus
Bayi lahir
Uri lahir
1 minggu PP
2 minggu PP
6 minggu PP
8 minggu PP
Setinggi pusat
2 jari bawah pusat
Pertengahan pusat-sympisis
Tidak teraba diatas sympisis
Bertambah kecil
Sebesar normal
1000 gram
750 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram

2        Bekas implantasi uri : placental bed mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri dengan diameter 7,5 cm. Sesudah 2 minggu menjadi 3,5 cm. Pada minggu keenam 2,4 cm dan akhirnya pulih.
3        Luka-luka pada jalan lahir bila tidak diserrtai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari.
4        Rasa sakit, yang dosebut after pains, (merian atau mules-mules) disebabkan kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. Perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu dapat diberikan obat-obat anti sakit dan anti sakit dan anti mules.
5        Lochea
Adalah cairan sekret yang berasal dari cavumuteri dan vagina dalam masa nifas.
a)      Lochea rubra
Berisi darah segar dan sisa selaput ketuban, sel desidua, vernix caseosa, lanugo dan meconeum selama 3 hari postpartum
b)      Lochea Sanguinolenta
Berwarna merah kekuningan berisi darah dan lendir, hari 4-7 postpartum.
c)      Lochea Serosa
      Berwarna kuning kecoklatan berisi lendir, hari 8-14 postpartum.
d)     Lochea Alba
      Cairan putih setelah 2 minggu
  1. Serviks : setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang-kadang terdapat perlukaan-perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan masih bisa masuk rongga rahim. Setelah 2 jam dapat dilalui oleh 2-3 jari dan setelah 7 hari dapat dilalui 1 jari.
  2. Ligamen-ligamen : Ligamen, fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu persalinan, setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali, sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi retrofleksi, karena ligamentum rotundum menjadi kendor.
(Mochtar, 1998:115-116)
IV. PERAWATAN POST PARTUM
a.       Mobilisasi
Anjurkan ibu untuk mobilisasi dini ( early mobilization ) karena :
ª      Memperlancar pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium.
ª      Mempercepat involusi uteri.
ª      Meningkatkan fungsi traktus gastrointestinal dan traktus urinarius.
ª      Melancarkan peredaran darah.
Early ambulation tidak diperbolehkan pada wanita dengan :
ª      Partus lama
ª      HPP
ª      Pre eklampsia dan eklampsia
ª      Suhu tubuh lebih dari 38ºC.
Mobilisasi dimulai 2 jam postpartum dengan gerakan miring ke kiri dan ke kanan. Setelah 8 jam postpartum ibu boleh turun dari tempat tidur dengan ditemani keluarga atau perawat
b.      Nutrisi dan Cairan
Ibu yang menyusui harus :
ª      Mengkonsumsi kalori tambahan sebanyak 500 kalori perhari atau 1-2 piring lebih banyak
ª      Makan dengan diet seimbang untuk mendapatkan protein, mineral dan vitamin yang cukup.
ª      Minum sedikitnya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu minum tiap kali selesai menyusui.)
ª      Tablet Fe diminum untuk mencegah anemia setidaknya selama 40 hari postpartum.
ª      Minum kapsul vitamin A 200.000 unit agar bisa memberikan vitamin A pada bayinya.

c.       Eliminasi
ª      Kandung kemih perlu dikosongkan dalam 6-8 jam postpartum, bila tidak memungkinkan dilakukan kateterisasi.
ª      Kandung kemih yang penuh dapat menyebabkan :
-          terganggunya kontraksi uterus
-          infeksi kandung kemih.
ª      Upaya mempercepat BAK :
-          Banyak minum
-          Berjalan dapat mengaktifkan kandung kemih
-          Kompres hangat diatas sympisis
-          Menyiram vagina dengan air.
ª      BAB harus terjadi dalam 3 hari postpartum.
ª      Upaya untuk mempercepat BAB :
-          Mengkonsumsi makanan berserat dan banyak minum.
-          Berjalan-jalan atau mobilisasi dapat meningkatkan peristaltik usus.
-          Segera ke kamar mandi jika terasa dorongan untuk BAB.
d.      Personal Hygiene
1)      Kebersihan Diri
·         Anjurkan ibu untuk mandi secara teratur
·         Bila tidak memungkinkan, keluarga bisa menyeka tubuh ibu agar terasa bersih dan nyaman.
2)      Kebersihan Genetalia dan Perineum
·         Daerah genetalia dan perineum harus dibersihkan setiap kali BAK dan BAB.
·         Mengganti pembalut sekurang-kurangnya 3 kali dalam sehari.
·         Mengajarkan cara cebok yang benar yaitu menggunakan air bersih dan sabun, membersihkan daerah vulva dari depan ke belakang, kemudian membersihkan daerah anus.
      Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi:
·         Menyarankan ibu agar tidak menyentuh luka.
·         Duduk berendam dalam air hangat untuk mengurangi rasa nyeri.
·         Mengajarkan ibu cara membuat dan memasang kasa bethadine pada daerah luka dan menganjurkan untuk menggantinya tiap BAB dan BAK.
·         Posisi tubuh yang tidak menekan, berbaring miring dan tidak duduk atau berdiri terlalu lama.
·         Senam Kegel untuk merangsang aliran darah ke perineal.
3)      Kebersihan Payudara
·         Ibu harus membersihkan puting payudara sebelum menyusui, dengan kapas yang telah dibasahi air matang.
·         Mengeluarkan sedikit ASI dan mengoleskannya pada puting agar puting lunak.

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates