Minggu, 06 Februari 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN / DENGAN PRESENTASI MAJEMUK TERHADAP Ny. S DI BPS MULIA TELUK BETUNG BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007


LANDASAN TEORI


Definisi

Menurut Harry Oxorn & William R Forte yang diedit oleh Dr. M. Hakimi, Ph. D dalam buku Patologi & Fisiologi Persalinan, presentasi majemuk adalah bila ada satu atau lebih anggota badan menumbung bersama dengan kepala atau bokong, keduanya bersama-sama masuk ke dalam panggul. Presentasi bokong kaki dan presentasi bahu tidak dimasukkan ke dalam golongan ini. Tali pusat menumbung menyertai keadaan ini pada 15 sampai 20 persen kasus.

Sedangkan menurut Morton A. Stenchever dan Tanya Sorensen yang dialih bahasakan oleh dr. Chrisdiono M. Achadiat, pada buku Penatalaksanaan Dalam Persalinan, suatu “presentasi rangkap” (“compound presentastion”) yang menunjukkan adanya lengan atau tangan di depan bersama-sama dengan verteks.
Meskipun biasanya keadaan ini dapat terkoreksi sendiri selama perjalanan persalinan, namun risiko prolaps tali pusat meningkat seperti halnya pada presentasi bukan verteks. Dokter harus waspada terhadap kemungkinan ini, dan janin haruslah dipantau. Prolaps tali pusat ditangani dengan menaikkan bagian terdepan (presenting-part) untuk mencegah kompresi tali pusat, sementara itu menyiapkan seksio sesarea secepatnya. Sebagian besar dari presentasi rangkap dilahirkan melalui vagina tanpa dilakukan intervensi.

            Kemudian pada Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal oleh Sarwono Prawirohardjo, persalinan spontan pada presentasi ganda hanya bisa terjadi jika janin sangat kecil atau mati dan maserasi. Lengan yang mengalami prolaps kadang-kadang dapat diubah posisinya dengan membantu ibu untuk mengambil posisi knee-chest, sorong tangan keatas ke luar dari simfisis pubis dan pertahankan di sana sampai timbul kontraksi kemudian dorong kepala masuk ke dalam panggul. Lanjutkan dengan penatalaksanaan untuk persalinan normal. Jika prosedur gagal atau terjadi prolapsus tali pusat, lakukan seksio sesarea.
Pada buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal oleh Sarwono Prawirohardjo, presentasi ganda ( majemuk ) terjadi bila ekstremitas (bagian kecil janin) prolaps di samping bagian terendah janin.

Lalu menurut Sarwono Prawirohardjo dalam bukunya yang berjudul Ilmu Kebidanan, presentasi ganda ialah keadaan dimana disamping kepala janin di dalam rongga panggul dijumpai tangan, lengan atau kaki, atau keadaan dimana disamping bokong janin dijumpai tangan. Presentasi ganda jarang ditemukan, yang paling sering diantaranya ialah adanya tangan atau lengan disamping kepala.

Klasifikasi Presentasi Majemuk (menurut Harry Oxorn)

1. Presentasi kepala dengan bagian yang menumbung berupa :
a.       Tungkai atas ( lengan – tangan ) salah satu atau keduanya.
b.      Tungkai bawah  ( tungkai –kaki ) salah satu atau keduanya.
c.       Lengan dan kaki bersama – sama.

2. Presentasi bokong dengan tangan atau lengan yang menumbung.
Kombinasi yang paling sering dijumpai adalah kepala dengan tangan atau lengan. Sebaliknya kombinasi kepala – kaki dan bokong – lengan sama – sama jarang ditemui. Penumbungan baik tangan dan kaki bersama -  sama di samping kepala adalah jarang. Semua kombinasi  dapat disertai tali pusat yang juga menumbung dan dengan ini kemudian menjadi masalah yang penting.

Etiologi
Menurut Harry Oxorn, etiologi presentasi majemuk meliputi semua keadaan yang menghalangi pengisian dan penutupan PAP sepenuhnya oleh bagian terendah janin. Faktor penyebab yang paling umum adalah prematuritas. Yang  lain adalah bagian terendah yang tinggi disertai pecahnya ketuban, multiparitas, panggul sempit, dan bayi kembar.

Dan menurut Sarwono Prawirohardjo yang memiliki pendapat yang tidak berbeda yakni, presentasi ganda terjadi karena pintu atas panggul tidak tertutup sempurna oleh kepala atau bokong, misalnya pada seorang multipara dengan perut gantung, pada kesempitan panggul dan janin yang kecil.

Diagnosis
Diagnosis presentasi majemuk menurut Harry Oxorn dibuat dengan pemeriksaan vaginal ( Pemeriksaan Dalam ). Seringkali baru diketahui setelah persalinan lanjut dan pembukaan lengkap.

            Menurut Sarwono Prawirohardjo, diagnosis berdasarkan pemeriksaan luar saja sulit diteemukan, sedangkan pada pemeriksaan dalam, disamping kepala atau bokong dapat diraba tangan, lengan atau kaki. Kemungkinan pada pemeriksaan dalam teraba juga tali pusat menumbung, yang sangat mempengaruhi prognosis janin


Mekanisme Persalinan
Mekanisme persalinan presentasi ganda (majemuk) menurut Harry Oxorn adalah mekanisme persalinan presentasi pokoknya. Oleh karena diameternya lebih besar, kemungkinan terhambatnya kemajuan persalinan lebih besar. Pada kebanyakan kasus persalinan tidak terhambat dan bagian terendah terdorong ke bawah menuju PAP. Bila terjadi distokia, janin tetap tinggi, diperlukan tindakan operatif.
Dan menurut Sarwono Prawirohardjo, pada presentasi ganda pada umumnya tidak ada indikasi untuk mengambil tindakan, karena pada panggul uuran normal, persalinan dapat spontan pervaginam. Akan tetapi apabila lengan seluruhnya menumbung disamping kepala, sehingga menghalangi turunnya kepala, dapat dilakukan reposisi lengan.
Penanganan Presentasi Majemuk
Menurut Sarwono Prawirohardjo, apabila pada presentasi ganda ditemukan prolapsus funikuli, maka penanganan bergantung pada kondisi janin dan pembukaan serviks. Bila janin dalam keadaan baik dan pembukaan belum lengkap sebaiknya dilakukan seksio sesarea, sedangkan bila pembukaan lengkap, panggul mempunyai ukuran normal pada multipara, dapat dipertimbangkan untuk melahirkan janin pervaginam. Dalam keadaan janin sudah meninggal, diusahakan untuk persalinan spontan, sedangkan tindakan untuk mempercepat persalinan hanya dilakukan atas indikasi ibu.
Penanganan paling baik menurut Harry Oxorn untuk presentasi majemuk (tanpa komplikasi seperti tali pusat menumbung) adalah menunggu dengan penuh perhatian. Pada kebanyakan kasus setelah pembukaan menjadi lengkap dan bagian terbawah turun, lengan atau kaki yang menumbung naik keluar dari panggul sehingga memungkinkan persalinan maju, tidak perlu dilakukan tindakan apa – apa.

Untuk persalinan terhambat dengan komplikasi :

1. Reposisi bagian yang menumbung
Pada panggul normal bila kemajuan persalinan terhambat lengan atau kaki harus dikembalikan, dibawah anastesi, dan kepala didorong masuk panggul. Bila kepala sudah turun jauh di dalam panggul dan pembukaan lengkap, kepala dikeluarkan dengan forceps.

2. Sectio Caesarea
Dilakukan sectio caesarea bila ada disproporsi kepala panggul, bila reposisi tidak dapat dilakukan atau tidak berhasil, atau bila ada beberapa keadaan lain yang merupakan kontra indikasi persalinan pervaginam.


3. Versi Ekstraksi
Cara ini mengandung bahaya ruptura uteri dan kematian janin, oleh karena itu hanya digunakan dalam penanganan presentasi majemuk tanpa komplikasi. Perkecualian adalah anak kedua bayi kembar.

Pada 12 sampai 23 persen kasus presentasi majemuk ada komplikasi tali pusat menumbung. Ini kemudian menjadi masalah yang besar dan penting sehingga penanganannya ditujukan terutama pada tali pusat yang menumbung.

Dalam memilih cara penanganan maka diperhatikan faktor – faktor sebagai berikut :
1.      Presentasi
2.      Ada tidaknya tali pusat menumbung
3.      Keadaan ketuban
4.      Keadaan cerviks
5.      Keadaan dan ukuran bayi
6.      Adanya bayi kembar















ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN /
DENGAN PRESENTASI MAJEMUK TERHADAP Ny. S
DI BPS MULIA TELUK BETUNG
BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007


A. PENGUMPULAN DATA DASAR, 16 MARET 2007, PKL. 06.00 WIB
I. Identitas
      Nama Isteri     : Ny. Sarinah               Nama Suami    : Tn. Haris
      Umur               : 20 tahun                    Umur               : 25 tahun
      Agama             : Islam                                     Agama             : Islam
      Pendidikan      : SMU                         Pendidikan      : SMU
      Pekerjaan         : I R T                          Pekerjaan         : Wiraswasta
      Alamat            : Jl. Ikan Sembilang     Alamat            : Jl. Ikan Sembilang
                                No. 27 T. Betung                                no. 27 T. Betung
                                B. Lampung                                        B. Lampung

II. Anamnesa
a.       Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil anak pertama, tidak pernah keguguran, usia kehamilan 9 bulan, mengeluh mulas dan nyeri perut yang menjalar sampai ke pinggang.

b.      Tanda – tanda persalinan
His             : Ada, sejak tanggal 16 Maret 2007 pukul 03.00 WIB
Frekuensi   : 1 x setiap 10 menit
Lamanya   : 20 detik
Kekuatan   : kuat

c.       Riwayat Imunisasi
TT 1           : pada usia kehamilan 6 bulan di puskesmas
TT 2           : pada usia kehamilan 7 bulan di puskesmas

d.      Makan dan minum terakhir
Ibu makan terakhir tanggal 15 Maret 2007 pukul 06.00 WIB
Ibu sering minum, dan minum terakhir 1 gelas air putih.

e.       Eliminasi
BAB terakhir 1x pada 16 Maret 2007 pukul 05.30 WIB
BAK terkahir 1x pada 16 Maret 2007 pukul 05.30 WIB

f.       Aktifitas sehari – hari
Ibu mengatakan tidur malam selama 8 jam, dan tidak tidur siang.

g.      Psikologis
Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinannya.

III. Pemeriksaan Fisik
a.       Keadaan umum     : baik
Kesadaran                         : composmentis

b.      Tanda – tanda Vital
Tekanan Darah      : 120 / 80 mmHg
Pernafasan             : 22 x / mmenit
Temperatur            : 37° C
Nadi                      : 78 x / mnt

c.       Inspeksi
1. Rambut             : Bersih, tidak mudah dicabut, warna hitam dan tidak ada ketombe.
2. Muka                 : Bersih, tidak ada oedema dan tidak ada cloasma gravidarum.
3. Mata                  : Kanan dan kiri simetris, konjungtiva merah muda dan sklera tidak ikterik, fungsi pengihatan normal.
4. Hidung              :Bersih, tidak ada polip, tidak ada sekret dan fungsi penciuman baik.
5. Mulut dan gigi  : Bersih, tidak ada caries, ada gigi yang berlubang dan tidak ada stomatitis.
6. Telinga              : Bersih, tidak ada serumen dan fungsi pendengaran baik.
7. Leher                 : Tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid dan vena jugularis.
8. Mammae           : Simetris, tidak ada benjolan yang abnormal, terdapat hiperpigmentasi pada areola mammae dan kolostrum sudah keluar.
9. Genetalia           : Tidak terdapat varices maupun pembesaran kelenjar batholini, tidak ada oedema, tampak pengeluaran blood slym.
10. Punggung dan pinggang : terdapat tanda michales yang simetris.
11. Ekstremitas atas dan bawah :
Atas                 : Simetris, keadaan bersih, tidak cacat dan berfungsi dengan baik
Bawah             : Simetris, keadaan bersih, terdapat oedema dan berfungsi dengan baik.
d.      Palpasi
Leopold I              : TFU pertengahan pusat Px, pada fundus teraba 1 bagian yang lunak, tidak melenting dan kurang bundar yang berarti bokong.
Leopold II             : Pada perut bagian sebelah kiri teraba ada tahanan yang lebar yang berarti punggung dan sebelah kanan teraba bagian yang kecil – kecil yang berarti ekstremitas.
Leopold III           : Bagian terbawah janin, teraba bulat, keras dan melenting yang berarti kepala.
Leopold IV           : Bagian yang terbawah janin sudah masuk PAP. H II
                        TFU                 : 31 cm
                        Mc. Donald
                                    TBJ      : ( TFU – 11 ) x 155
                                                = ( 31 – 11 ) x 155
                                                = 3100 gram

e.       Auskultasi
DJJ terdengar 140 x/menit, punctum maximum dibawah pusat sebelah kiri.

f.       Perkusi
Reflek patela positif

g.      Pemeriksaan Dalam, pukul 06.15 WIB
Vulva / Vagina      : Blood Slym
Dinding Vagina    : Tidak kaku
Serviks                  : Tipis, pembukaan 3 cm, efficement 30%
Ketuban                : Belum pecah (+)
Presentasi              : Teraba kepala, UUK kiri depan dan tangan
Penurunan             : Hodge II
His                         : Ada
Frekuensi               : 1x dalam 10 menit
Lamanya               : 20 detik








Pengawasan Kala I
a. Fase Laten
Pukul
Pembukaan
Kontraksi
Lamanya
Nadi
DJJ
Penurunan
Ketuban
06.15
06.45
07.15
07.45
08.15
08.45
09.15
09.45
10.15
3 cm







6 cm
1x10 mnt
1x10 mnt
2x10 mnt
2x10 mnt
2x10 mnt
2x10 mnt
3x10 mnt
3x10 mnt
4x10 mnt
20 dtk
20 dtk
20 dtk
20 dtk
20 dtk
20 dtk
20-40
20-40
20-40
78
78
80
80
80
80
80
82
82
140
140
140
145
145
145
145
145
145
4/5







3/5
(+)







(+)

b. Fase Aktif
                        Partograf terlampir

B. INTERPRESTASI DATA DASAR
1.      Diagnosa
Ibu G1 P0 A0 hamil aterm, inpartu, janin tunggal, hidup, intrauterin, presentasi majemuk, kala I fase laten.
Dasar : Ibu mengatakan hamil anak pertama dan sakit perut, sering, teratur yang menjalar sampai ke pinggang.
HPHT           : 12 Juni 2006              TP : 19 Maret 2007
Leopold I     : TFU pertengahan pusat dan Px, pada fundus teraba bokong.
Leopold II    : Punggung kiri
Leopold III : Bagian bawah teraba kepala
Leopold IV : Bagian terbawah janin sudah masuk PAP H II
DJJ ada, ffekuensi 140 x/mnt.
Pemeriksaan dalam : pembukaan 3 cm , efficement 30 % , ketuban (+).
2.      Masalah
Nyeri karena adanya his
Dasar   : Ibu mengatakan merasa mulas dan nyeri pada pinggang semakin sering.
3.      Kebutuhan
Dukungan psikologis pada ibu untuk menghadapi persalinan


C. IDENTIFIKASI TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
Potensial terjadinya penyulit pada persalinan.


D. KEBUTUHAN TINDAKAN SEGERA DAN KOLABORASI
Kolaborasi dengan dokter bila diperlukan.

E. RENCANA MANAGEMENT
1.      Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan.
a. Jelaskan kondisi ibu saat ini
b. Jelaskan tentang kemajuan persalinan
2.      Cara mengedan yang efektif
3.      Siapkan alat alat – alat
a. Siapkan ruang untuk persalinan
b. Alat untuk persalinan
c. Perlengkapan untuk ibu dan bayi
4.      Siapkan ibu
a. Ganti pakaian ibu
b. Tempatkan diruang bersalin
5.      Hadirkan orang – orang terdekat ( suami, orang tua ) untuk memberi dukungan psikologis.
6.      Beri nutrisi
Beri ibu kebutuhan nnutrisi berupa makanan dan minuman.
7.      Pantau tanda – tanda vital
Ukur tanda – tanda vital : TD, RR, Nadi, suhu
8.      Pantau kemajuan persalinan
Gunakan partograf dalam memantau kemajuan persalinan.


F. IMPLEMENTASI
1.      Menjelaskan pada ibu bahwa proses persalinan sedang berlangsung, ibu dianjurkan untuk menarik nafas panjang bila perutnya terasa sakit dan ibu boleh mencari posisi yang nyaman, ibu boleh minum dan BAK ke kamar mandi.
2.      Mempersiapkan alat untuk persalinan yaitu :
a. Menyiapkan ruangan utnuk bersalin yang bersih dan menciptakan lingkungan senyaman mungkin.
b.   Menyiapkan alat untuk persalinan yaitu :
1.      Klem Kelly 2 buah
2.      Gunting
3.      Gunting Episiotomi
4.      ½  Koher
5.      Jarum Heating
6.      Chutget
7.      Benang tali pusat atau klem plastik
8.      Kateter nelaton
9.      2 pasang sarung tangan DTT atau steril
10.  Kasa/ kain kecil untuk membersihkan jalan nafas bayi
11.  Gulungan kapas basah menggunakan air DTT
12.  Spuit 2½ atau 3 ml dengan jarum, IM sekali pakai
13.  4 kain bersih bisa disiapkan keluarga
14.  2 handuk untuk mengeringkan dan menyelimuti bayi
15.  Kateter penghisap De Lee ( penghisap lendir )
c.   Perlengkapan pakaian untuk ibu dan bayi
3.      Anjurkan pada ibu untuk miring ke kiri bila his datang agar vena cava inferior tidak tertekan sehingga mengurangi terjadinya asfiksia pada bayi.
4.      Menganjurkan kepada ibu mengenai cara meneran yang baik, yaitu saat his datang ibu menarik nafas panjang, kedua tangan merangkul paha, angkat kepala, mata melihat ke arah perut dan mulut ditutup. Dan teknik relaksasi yaitu ibu diminta melepaskan nafas dengan meniup melalui perut sewaktu his hilang dan ibu istirahat di luar his.
5.      Menyiapkan ibu
Mengganti pakaian ibu dan menempatkan ibu diruang bersalin.

6.      Melibatkan orang – orang untuk memberi dukungan psikologis.
Hadirkan pendamping yang dianggap penting bagi ibu seperti suami dan orang tua.

7.      Memberi nutrisi
Memberi nutrisi pada ibu berupa makanan dan minuman setiap ibu menginginkan.
8.      Memantau dan mengukur tanda – tanda vital
Tekanan darah : 110/70 mmHg           Pernafasan       : 20 x/mnt
Nadi                : 80 x/mnt                   Suhu                : 30°C

9.      Menggunakan partograf untuk memantau kemajuan persalinan
a. Kontraksi uterus dalam 10 menit
b. Denyut jantung janin setiap 30 menit

G. EVALUASI
1.      Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini bahwa ibu sedang neghadapi proses persalinan.
2.      Ibu mengatakan sangat cemas menjelang persalinan
3.      Ibu mengatakan telah mengerti cara meneran yang baik
4.      Ibu akan melaksanakan semua anjuran bidan.
CATATAN PERKEMBANGAN
Tanggal 16 Maret 2007, jam 14.15 WIB

Kala II
S       : 1. Ibu mengatakan rasa ingin BAB dan ingin meneran
  2. Ibu mengatakan rasa sakit bertambah sering dan lama menjalar dari pinggang ke perut bagian bawah
  3. Ibu mengatakan merasa cemas menghadapi persalinannya.

O      : 1. His 4x dalam 10 menit, teratur lamanya > 40 detik
  2. DJJ 145 x/menit, teratur, pengeluaran dari vagina blood slym yang semakin banyak
  3. Keadaan kandung kemih kosong
  4. Inspeksi : vulva membuka, anus mengembang, perineum menonjol
PD pkl 14.15 WIB dengan hasil
Vulva/vagina         : Blood slym
Dinding vagina     : Tidak kaku
Serviks                  : Tipis, pembukaan 10 cm, efficement 100%
Ketuban                : Pecah pukul 13.25 WIB
Presentasi              : Teraba kepala UUK kiri dan tangan
Penurunan             : Hodge IV (+) 0/5
His                         : Ada
Frekuensi               : 5x dalam 10 menit
Lamanya               : > 40 detik
             5. Tanda Vital
Tekanan Darah      : 120/80 mmHg
Pernafasan             : 22 x/menit
Nadi                      : 78 x/menit
Suhu                      : 37,5°C


A      : Diagnosa
Ibu G1 P0 A0 hamil aterm, inpartu, janin tunggal, hidup, intrauterin, presentasi majemuk
Dasar :
         Ibu mengatakan hamil anak pertama
         HPHT  : 12 Juni 2006              TP : 19 Maret 2007
         His 4 x/menit, lamanya > 40 detik teratur.
            Pada inspeksi tampak vulva membuka, anus mengembang, dan perineum menonjol
            Pada pemeriksaan dalam teraba kepala dan tangan, portio tidak teraba, pembukaan serviks 10 cm, ketuban (-), presentasi mejemuk, penurunan bagian terendah di Hodge IV.
            DJJ      : 140 x/menit, teratur, terdapat 1 punctum maximum.

Masalah :
            Presentasi Majemuk

            Dasar :
Pada pemeriksaan dalam teraba kepala dan tangan bayi. Kemajuan persalinan agak lama namun tetap ada kemajuan kepala janin.

            Kebutuhan :
1.      Memberikan dukungan terus – menerus pada ibu
2.      Menjaga kandung kemih tetap kosong
3.      Memimpin meneran dan bernafas yang baik selama persalinan
4.      Melakukan pertolongan persalinan





P       :
1.      Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini bahwa pembukaan serviks sudah lengkap ( 10 cm ) dan ibu memasuki proses persalinan untuk melahirkan bayinya.
2.      Berikan dukungan / support terus menerus ibu harus semangat dalam menjalani proses pesalinan ini.
3.      Pimpin ibu untuk meneran : ibu boleh meneran pada waktu timbul his seperti orang BAB keras, meneran di bawah, kepala melihat ke fundus, tangan merangkulkedua pahanya, jangan bersuara saat meneran sampai his hilang.
4.      Anjurkan ibu untuk bernafas yang baik selama persalinan. Saat his hilang anjurkan ibu untuk menarik nafas dalam dari hidung dan keluarkan melalui mulut, beri minum di antara his.
5.      Lakukan pertolongan persalinan dengan teknik septik dan anti septik.
6.      Bantu proses kelahiran bayi, bantu kelahiran kepala.
7.      Lahirkan bahu, dan lahirkan seluruh tubuh bayi.
8.      Bayi lahir sppontan pervaginam pukul 14.45 WIB, letak belakang kepala, jenis kelamin perempuan, BB : 3000 gram, PB : 48 cm.

Kala III, pukul 14.50 WIB
S :     1. Ibu mengatakan bahwa ia merasa lega dan senang atas kelahiran bayinya.
         2. Ibu mengatakan masih merasa mulas pada perutnya.

O :    1. Ibu tampak senang dan bahagia
Tekanan darah          : 120/80 mmHg
Pernafasan                : 20 x/menit
Suhu                         : 37°C
Nadi                                     : 78 x/menit
            2. Plasenta belum lahir
            3. Pada palpasi di dapat uterus teraba bulat dan keras. TFU : sepusat
            4. Pada inspeksi tidak terdapat robekan jalan lahir.
A : Diagnosa
         Ibu P1 A0 partus spontan pervaginam
Dasar : Bayi baru lahir spontan pervaginam pukul 14.45 WIB. Plasenta belum lahir.
Kebutuhan :
Melakukan Manajemen aktif kala III
1.      Berikan oksitosin
2.      Lakukan Peregangan Tali Pusat Terkendali
3.      Segera lahirkan plasenta
4.      Lakukan masase fundus

P :
1.      Periksa fundus dan pastikan tidak ada janin lagi, kandung kemih kosong dan kontraksi uterus baik
2.      Memberikan oksitosin 10 unit IM di 1/3 paha bagian luar.
3.      Lakukan peregangan tali pusat terkendali saat ada kontraksi
4.      Observasi tanda – tanda pelepasan plasenta
5.      Melahirkan plasenta
6.      Plasenta lahir lengkap dan spontan pukul 15.00 WIB, kotiledon dan selaput ketuban utuh.
Panjang tali pusat  : 40 cm
Diameter plasenta : 15 cm
Berat plasenta       : 500 cm
Tebal plasenta       : 3 cm
Insersi                    : -
7.      Melakukan masase secara sirkuler dalam 15 detik pertama dan ajarkan ibu untuk memasase fundusnya
8.      Jaga personal hygiene, membersihkan pakaian ibu dan mengganti pakaian ibu.
9.      Periksa kontraksi ibu, dan ternyata berkontraksi dengan baik, dan uterus teraba keras.
Kala IV, pukul 15.05 WIB
S :     1. Ibu mengatakan senang dengan kelahiran bayi perempuannya.
         2. Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas
         3. Ibu merasa lega karena plasenta sudah lahir.

O :    1. Pemeriksaan Umum
KU               : Baik                           Kesadaran       : Composmentis
TD                : 120/80 mmHg           Nadi                : 78 x/menit
RR                : 21 x/ menit                Suhu                : 37°C
            2. TFU 1 jari dibawah pusat, kontraksi uterus baiks
            3. Jumlah perdarahan ± 150 cc, konsistensi berupa darah segar cair.


A :    Diagnosa
P1 A0 partus spontan pervaginam

            Dasar :
1.      Ibu melahirkan anak ke – 1
2.      Ibu partus spontan pervaginam pukul 14.45 WIB
3.      Plasenta lahir lengkap pukul 15.00 WIB
4.      TFU 1 jari dibawah pusat

Masalah :
Nyeri adanya his

            Dasar :
Ibu mengatakan nyeri pada perut bagian bawah

            Kebutuhan :
1.      Observasi keadaan ibu; keadaan umum, perdarahan yang keluar, involusi uterus dan TTV
2.      Tenangkan ibu dan yakinkan bahwa nyeri itu normal

P :     1. Keadaan umum ibu
         2. Periksa fundus
a.                   TFU : 1 jari di bawah pusat
b.                  Kontraksi uterus baik
c.                   Perdarahan normal
d.                  Keadaan umum ibu dan tanda – tanda vital
3.      Periksa kandung kemih, tekan blasnya, apabila teraba penuh, rangsang untuk berkemih.
4.      Bersihkan tubuh ibu dan lakukan vulva hygiene
5.      Anjurkan ibu dan keluarga tentang tanda – tanda bahaya post partum
6.      Anjurkan keluarga untuk melapor ke bidan jika ada tanda – tanda bahaya seperti demam, perdarahan berlebihan, perut tidak mulas, dan fundus tidak ada kontraksi
7.      Anjurkan ibu untuk istirahat serta makan dan minum
8.      Susukan bayi dan lakukan rooming in
9.      Anjurkan ibu untuk hanya memberikan ASI pada bayinya tanpa diberi tambahan lain.
10.  Anjurkan dan ajarkan kepada ibu untuk merawat tali pusat bayi dengan menggunakan kassa steril minimal 2x setiap hari setelah mandi.
11.  Beritahu bahwa ibu dapat mandi setelah 6 jam post  partum.










Daftar Pustaka

Oxorn, Harry. 1996. ILMU KEBIDANAN : PATOLOGI & FISIOLOGI PERSALINAN. Yayasan Essenti Medica

Prawirohardjo, Sarwono. 2002. BUKU PANDUAN PRAKTIS PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL DAN NEONATAL. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

A. Stenchever MD, Morton and Tanya Sorensen MD. PENATALAKSANAAN DALAM PERSALINAN. Jakarta, Hipokrates

Prawirohardjo, Sarwono. 2002. BUKU ACUAN NASIONAL PELAYANAN KESEHATAN MATERNAL & NEONATAL. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Prawirohardjo, Sarwono. 2002. ILMU KEBIDANAN. Jakarta, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo




























ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN
DENGAN PRESENTASI MAJEMUK TERHADAP Ny. S
DI BPS MULIA TELUK BETUNG
BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007








Disusun Oleh

L I A N A
NIM. 06242022


























DEPARTEMEN KESEHATAN TANJUNG KARANG
POLITEKNIK KESEHATAN
PROGRAM STUDY KEBIDANAN METRO
2008

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates