Minggu, 06 Februari 2011

MANAJEMEN KEBIDANAN PATOLOGIS PADA IBU BERSALIN TERHADAP NY. R DENGAN FADE AKTIF MEMANJARI G DI BPS KASIH BUNDA METRO PUSAT


LANDASAN TEORI


A.    DEFINISI PARTUS LAMA (Sarwono Prawirohardjo, 2005)
Menurut buku acuan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, 2005
Partus lama adalah fase laten lebih dari 8 jam ataufase aktif lebih dari 7 jam, persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih, bayi belum lahir. Dilatasi serviks di kanan garis waspada persalinan fase aktif.

B.     PENILAIAN KLINIS (Sarwono Prawirohardjo, 2005)
Pada prinsipnya persalinan lama dapat disebabkan oleh:
1.      His (kontraksi uterus) tidak efisien / adekuat
2.      Faktor jari in (mal posisi, mal presensi, jari in besar)
3.      faktor jalan lahir (panggul sempit, kelainan seviks, kelainan vagina, tumor)
Faktor-faktor ini saling berhubungan

C.    TENTUKAN KEADAAN JARI IN (A. Marton Stenceheve dan Tanya Sorensen, 1995)
1.      Periksa DJJ selama atau segera setelah his. Hitung frekuensi sekurang-kurangnya sekali dalam 10 menit selama fase aktif dan tiap 5 menit selama kala II
2.      Jika ketuban sudah  pecah, air ketuban kehijau-hijauan atau bercampur darah, pikirkan kemungkiri an gawat jari in
3.      Jika tidak ada air ketuban yang mengalir, setelah selaput ketuban pecah, pertimbangkan adanya indikasi penurunan jumlah air ketuban yang mungkiri  menyebakan gawat jari in. Perbaiki keadaan umum dengan memberikan dukungan emosi, berikan cairan secara oral atau perenteral dan upayakan ibu BAK
4.      Bila penderita merasakan nyeri yang sangat, berikan analgesik
D.    PENANGANAN (Hanifa Winknjosastro, 2002)
1.      Perhatian perlu ditujukan jari gan sampai penderita menjadi letih, timbul dehidrasi dan kegelisahan, persalinan jari gan sampai terlalu lama, berikan cairan secukupnya dan obat penenang.
2.      Pengosongan kandung kemih biasanya dapat memperbaiki his. Kandung kemih yang penuh dapat menahan turunnya bagian bawah jari in. Perubahan dalam berbaring, dari terlentang menjadi tidur miring dapat pula memperbaiki his.
3.      Pecahkan ketuban dapat memacu persalinan, hanya harus di sadari bahwa dengan memecahkan ketuban kita terikat pada waktu, agar persalinan tersebut jari gan berlangsung lama supaya tidak timbul infeksi. Lagi pula persyaratan untuk memecahkan ketuban perlu diketahui yaitu kepala telah masuk rongga panggul dan tidak ada disproporsi fetopelvik. Umumnya bila kepala sudah masuk rongga panggul dan pembukaan serviks telah 4-5 cm, maka pemecahan ketuban akan menghasilkan his yang lebih baik dan kala pembukaan akan lebih pendek.
4.      Bila tidak berhasil maka pemberian infus oksitosin perlu di pikirkan. Infus oksitosin dapat diberikan dengan dosis 5 IU dimasukkan dalam larutan glukosa 5% 500 ml atau NaCl dan di berikan  secara infus intravena dimulai dengan kecepatan 8 tetes per menit. Bila dalam 30 menit tidak ada peningkatan his maka kecepatan infus dapat ditingkatkan menjadi 12 tetes per menit . sesudah partus berakhir, infus masih di teruskan 30-60 menit untuk menghindari adanya atonia uteri dan perdarahan pasca persalinan. 

Manajemen Kebidanan Patologis Pada Ibu Bersalin Terhadap
Ny. R Dengan Fade Aktif Memanjari g
Di BPS Kasih Bunda Metro Pusat

I.              Pengumpulan Data Dasar

Tanggal 8 Desember 2007


A.    1.    Identitas pasien

Nama Ibu         : Ny. Rahmawati       Nama Suami     : Tn. Fahri
Umur                : 24 tahun                  Umur                : 26 tahun
Pendidikan       : SMA                        Pendidikan       : SMP
Pekerjaan          : IRT                          Pekerjaan          : Wiraswasta
Suku                 : Jawa                        Suku                 : Jawa
Agama              : Islam                        Agama              : Islam
Alamat             : Jln. Melati No.2      Alamat             : Jln.Melati No.2
                           15 Kauman                                         15 Kauman         
2.       Keluhan Utama
Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan cukup bulan, mengeluh nyeri di daerah pinggang yang menjalar ke perut bagian bawah sejak pukul 06.00 WIB dan lendir bercampur dari vagina.
3.       Tanda-tanda vital
Ibu datang pukul 10.30 WIB dengan lama his 20 detik kekuatan sedang, his muncul 2 x dalam 10 menit
4.       Pengeluaran pervaginam
Lendir bercampur darah, tidak ada pengeluaran air ketuban
5.       Riwayat kehamilan
HPHT                : 07-03-2007
TP                      : 14-12-2007
ANC dilakukan secara teratur di BPS dan Puskesmas
6.       Riwayat imunisasi
Ibu mengatakan sudah mendapatkan imunisasi TT lengkap 2 x di BPS
TT1 pada usia kehamilan 20 minggu
TT2 pada usia kehamilan 24 minggu
7.       Riwayat perkawinan
Ibu menikah 1 x pada usia 23 tahun, perkawinan sudah berlangsung kurang lebih 1 tahun
8.       Pergerakan jari in dalam 24 jam terakhir
Ibu merasakan sebelum mulas perutnya dirasakan gerakan jari in sangat kuat, pada saat his timbul gerakan jari in lemah, dalam 24 jam terakhir terdapat > 7 x
9.       Makan minum terakhir
Sebelum mulas timbul pada perutnya dirasakan makan dan minum biasa, tetapi setelah mulas pada perutnya timbul rasa malas makan tetapi banyak minum air putih. 
10.   BAB dan BAK terakhir
Ibu BAB terakhir pukul 17.00 WIB pada tanggal 7 Desember 2007
Ibu BAK terakhir pukul 10.00 WIB pada tanggal 8 Desember 2007
11.   Pola istirahat tidur
Ibu mengatakan sejak ada his, tidurnya kurang, tetapi sebelumnya tidur tiap harinya + 6-7 perhari
12.   Psikologis
Ibu merasa senang menyambut kelahiran anaknya yang pertama dan ibu merasa sedikit cemas menghadapi persalinan.

 

B.     Pemeriksaan fisik

1.      Keadaan umum :baik
Kesadaran          :baik

2.      Tanda vital :
TD          : 120/ 80 mmHg                      RR       : 24 x/ menit
Pols        : 82 x/menit                             Temp   : 36,50C
3.      TB/BB : 157 cm / 55 kg
4.      Pemeriksaan fisik
a.         Rambut               :  Bersih, mudah rontok dan tidak ada ketombe
b.         Mata                   : Bentuk simetris, konjungtiva pucat, sklera an ikterik
c.         Hidung               :  Bentuk simetris, tidak ada polip, tidak ada pengeluaran, fungsi penciuman baik
d.        Gigi dan mulut   :  Bentuk simetris, bersih tidak ada sariawan, tidak ada carices
e.         Telinga                : Bentuk simetris, bersih, fungsi pendengaran baik
f.          Leher                  : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar thyroid
g.         Dada                   : Bentuk simetris, puting susu menonjol, colostrum ada
h.         Abdomen            : tidak ada bekas operasi
1)      Leopold I      :  TFU 32 cm
2)      Leopold II    :  Bagian punggung jari in terletak di sebelah kiri sedangkan bagian kecil jari in berada di sebelah kanan.
3)      Leopold III   : Bagian terendah kepala sudah masuk PAP
4)      Leopold IV   : DJJ 144 x/menit
i.           Ekstremitas: tidak ada oedema pada kaki dan tangan, reflek (+)
j.           Genetalia            :
1)      Inspeksi         :   pada vulva dan vagina ada varises maupun oedema, tidak ada luka dan tidak ada cidera juga peradangan, pada perineum tidak ada bekas luka
2)      Pengeluaran pervagina : lendir bercampur darah
k.         Rectum               : keadaan rektum kosong

5.      Pemeriksaan dalam
Keadaan perenium kaku, serviks tebal, pembukaan 2 cm, ketunban utuh penurunan kepala hodge II

Pengawasan kala I
 Tgl
Waktu
Pemb. Servik
Kondisi Ibu

TD
Pols
RR
Temp
Obat cairan yg diberikan
Kontraksi uterus/his
DJJ
Penurunan kepala
Ketuban/
penyusupan
10/08/
06
10.30
2 cm
120/70
80
20
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
144 x/mnt
4/5
+/O

11.00

120/70
82
23
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
144 x/mnt
4/5
+/O

11.30

120/70
82
23
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
144 x/mnt
4/5
+/O

12.00

120/70
80
22
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
142 x/mnt
4/5
+/O

12.30

120/70
80
22
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
142 x/mnt
4/5
+/O

13.00

120/70
80
22
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
142 x/mnt
4/5
+/O

13.30

120/70
80
22
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
142 x/mnt
4/5
+/O

14.00

120/70
80
22
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
142 x/mnt
4/5
+/O

14.30
4 cm
120/70
80
22
370C
-
Kontraksi sedang lamanya 20-30 detik 2x dlm 10 mnt
142 x/mnt
4/5
+/O

 

II.           Interprestasi data dasar

1.       Diagnosa   

Ibu G1P0A0 hamil 40 minggu jari in tunggal, hidup, intrautri, persentasi kepala. Ibu in partu kala I fase laten.

Darsar :  1)   Ibu mengatakan hamil anak pertama
                2)   HPHT : 7-03-2007

2.       Masalah 

a.       Gangguan rasa nyaman : nyeri akibat his
Dasar     : ibu mengatakan nyeri dan sakit pada saat his datang
b.      Gangguan aktivitas
Dasar     : ibu mengatakan sejak adanya his aktifitasnya berkurang

3.       Kebutuhan

a.       Penyuluhan pengurangan rasa nyeri
b.      Persiapan fisik dan mental

III.        Identifikasi diagnosa dan masalah potensial

Potensial terjadinya perpanjari gan kala I fase aktif
Ibu inpartu kala I, hamil anak pertama
Ibu mengeluh nyeri di pinggang sejak pukul 06.00 WIB. His tmbul 2-3x/menit, lamanya 20-30 detik. Pengeluaran pervaginam blood slym

IV.        Identifikasi kebutuhan tindakan dan kolaborasi

Kolaborasi dengan dokter bila ada komplikasi pada kala I  dan proses persalinan

V.           Rencana manajemen

1.       a.    Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini
b.      Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis
c.       Observasi kala I menggunakan partograf dan kolaborasi bila ada keluhan
d.      Siapkan ruangan bersalin, alat, kebutuhan fisik dan psikologis
2.       Penyuluhan cara mengedan efektif
a.       Jelaskan manfaat mengejari  efektif
b.       Ajarkan ibu cara mengejari  efektif
c.       Observasi cara mengejari  efektif
3.       Penyuluhan mengatasi rasa nyeri
b.      Jelaskan penyebab nyeri
c.       Ajarkan cara mengatasi nyeri
4.       Pemenuhan nutrisi
b.      Beri  ibu makan bila lapar
c.       Beri  ibu minum manis sebagai penambah tenaga
5.       Beri induksi dengan oksitosin 5 unit dalam 500 cc dektosa atau NaCl

VI.        Implementasi

2.       a.    Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini, ibu telah memasuki kala I persalinan
b.      Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis
c.       Melakukan observasi kala I menggunakan partograf,  mengenai DJJ, penurunan kepala, pembukaan serviks, frekuensi his dan tanda vital
3.       Persiapan persalinan
a.       Ruang bersalin
b.       Persiapkan alat persalinan
1)      Partus set :
a)      2 buah klem
b)      Pengikat tali pusat
c)      Gunting umbilicus
d)     Kateter metal
e)      Gunting episiotomi
f)       Hand scoen
2)      Heating sel :
a)      Nal pulder
b)      Klem
c)      Gunting
d)     Pinset anatomi
e)      Sarung tangan
c.       Menyiapkan alat resusitasi
1)      Slym zuinger
2)      Alat penghisap lendir De Lee
3)      Tabung dan sunkup atau balon dan sunkup neonatal
4)      Bahan ganjal bahu bayi yang di gulung setinggi 5 cm 
5)      2 helai kain / handuk
d.      Menyiapkan pakaian bayi
1)      Bedong
2)      Topi
3)      Popok
4)      Sarung tangan
5)      Baju bayi    
6)      Sarung kaki
e.       Memenuhi kebutuhan fisik ibu
1)      Makan dan minum
2)      BAB dan BAK
f.        Memenuhi kebutuhan fisik ibu
Memberi dukungan persalinan
g.       Menyiapkan alat-alat untuk bidan
1)      Mitela
2)      Skrot
3)      Masker
4)      Hand scoen
5)      Kaca mata
6)      Sepatu boot
h.       Melakukan penyuluhan cara mengatasi rasa nyeri
1)      Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Nyeri disebabkan karena adanya rahim yang akan membantu mendorong jari in untuk turun
2)      Mengajarkan cara mengatasi nyeri. Ibu disuruh untuk berjalan-jalan bila masih bisa, kemudian menganjurkan ibu untuk tidur dengan posisi miring kiri , agar permukaan serviks lebih cepat
i.         Bila kontraksi uterus tidak adekuat
Melakukan induksi dengan oksitosin 5 unit dalam 500 cc dekstrosa atau NaC1
j.         Evaluasi ulang dengan pemeriksaan vagina setiap 4 jam
1)      Bila garis tindakan di lewati (memotong) lakukan seksio sesarea
2)      Bila ada kemajuan evaluasi setiap 2 jam
k.       Melakukan penyuluhan cara mengejari  efektif
Menjelaskan manfaat mengejari  efektif pada ibu, apabila ibu mengejari  dengan baik ibu dapat mempercepat penurunan kepala dan pengeluaran bayi. Mengejarkan ibu cara mengejari  efektif, mengejari  dilakukan pada saat his dan telah memasuki kala II persalinan. Sehingga diagfragma berfungsi lebih baik, badan ibu di lengkungkan dengan dagu di dada, kaki ditarik ke arah badan sehingga lengkungan dengan dapat membantu mendorong jari in. Mengobservasi cara mengejari  ibu.


VII.          Evaluasi
  1. Ibu mengerti dengan kondisinya saat mi
  2. Hasil pengawasan kala I dengan partograf
a.       DJJ                                :   144 x/menit
b.      Penurunan kepala          :   4/5
c.       RR                                 :   20 x/menit
d.      Temp                             :   370C  
e.       TD                                 :   120/70 mmHg
f.       Frekuensi his                 :   2x dalam 10 menit, kekuatan sedang , teratur
g.      Pembukaan serviks        :   4 cm   
  1. Ruang dan alat persalinan sudah siap
  2. Ibu mengatakan perutnya semakiri  mulas dan merasa ingin BAB

Kala II pukul 22.00 WIB
S          :     Ibu mengatakan perutnya mulas-mulas seperti ingin BAB dan keluar air dan kemaluannya
O         :     a. Dilakukan PD dengan hasil
b.  Perineum kaku, konsistensi portio lunak, tipis, effisement 90%
c.    Pembukaan serviks 10 cm
d.  Presentasi kepala penurunan bagian terendah di hodge IV kiri  depan
e.   DJJ 140 x/menit
f.   Keadaan umum baik, kesadaran           composmetis
TD         120/70 mmHg             RR       : 20 x/menit
Pols       80 x/menit                   Temp   : 37 0C
g.  Perineum menonjol, vulva membuka, ada tekanan dan anus
A         :     1.   Diagnosa
Ibu  G1P0A0 partu kala II dengan fase aktif memanjari g
Dasar:
a.       Kontraksi uterus 5 x dalam 10 menit, lama 45 detik
b.      Pembukaan lengkap
c.       Portio tidak teraba, ketuban (-), perineum menonjol, anus dan vulva membuka
2.   Masalah
Ibu cemas menghadapi persalinan
Dasar:
a.       Ibu memasuki kala II persalinan
b.      Ibu hamil anak pertama
3.   Kebutuhan
a.   Penyuluhan cara relaksasi
b.   Pertolongan persalinan

P          :     1.   Jelaskan kondisi ibu saat mi sudah memasuki fase persalinan
                  2.   Lakukan pengawasan kala II menggunakan partograf, pantau tenaga ibu, kontraksi uterus pantau penurunan, presentasi kepala jari in dan DJJ setelah kontraksi dan vital sign
3.   Anjurkan ibu mengejari  jika ada his
4.   Lakukan episiotomi pada puncak his karena perineum kaku dan agar tidak terjadi robekan yang lebih lebar dan tidak teratur
5.      Lakukan pertolongan persalinan
a.       Atur posisi ibu
b.      Melahirkan kepala
c.       Periksa lilitan tali pusat pada leher
d.      Melahirkan bahu
e.       Melahirkan seluruh tubuh bayi
f.       Memotong tali pusat
6.      Periksa jari in tunggal atau kembar
7.      Observasi perdarahan pervaginam
8.      Libatkan keluarga dalam memberikan motivasi dan dukungan pada ibu
9.      Bayi lahir tidak menangis spontan, warna kulit kebiruan terutama dibagian ekstremitas, bagian tubuh bayi teraba  dingin pukul : 20.30 WIB
BB                   : 2900 gr
Apgar score     : 6/7
Anus                : (+)
Jenis kelamin   : perempuan
PB                   : 49 cm
10.  Lakukan penanganan bayi asfiksia
a.       Jaga bayi tetap hangat
1)      Letakkan bayi diatas kain  yang ada di atas perut ibu atau dekat perenium
2)      Selimuti bayi dengan kain tersebut, potong tali pusat
3)      Pindahkan bayi ke atas kain ke tempat resusitasi
b.      Atur posisi bayi
Baringkan bayi terlentang dengan kepala dekat penolong ganjal bahu agar kepala sedikit ekstensi
c.       Isap lendir
Gunakan alat penghisap lendir De Lee atau bola karet
1)      Isap lendir didalam mulut, kemudian baru isap lendir di bagian hidung
2)      Isap lendir sambil menarik keluar penghisap, jari gan memasukkan ujung penghisap terlalu dalam (lebih dari 5 cm ke dalam mulut atau lebih dari 3 cm kedalam hidung) karena dapat menyebabkan denyut jari tung bayi  melambat  atau henti nafas
d.      Keringkan dan rangsang taktil
1)      Keringkan bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya dengan sedikit tekanan

2)      Lakukan rangsangan taktil dengan cara di bawah ini
a)      Menepuk atau menyentil telapak kaki
b)      Menggosok punggung, perut, dada, atau tungkai bayi  dengan telapak tangan
e.       Atur kembali posisi kepala dan selimuti bayi
1)      Ganti kain basah dengan kain bersih dan kering yang baru
2)      Selimuti bayi dengan kain tersebut, jari gan tutupi bagian muka dan dada agar pementauan nafas bayi dapat di teruskan
3)      Atur kembali posisi kepala bayi (sedikit ekstensi)
11.  Lakukan penelitian
Bayi bernafas normal berikan pada ibu dan letakkan di atas dada ibu dan selimuti untuk menjaga kehangatan dan menganjurkan ibu menyusui bayi nya sambil membelainya.
                            
Kala III pukul 22.30 WIB
S          :     Ibu mengatakan perutnya terasa mulas
O         :     a.   lakukan mengawasan kala II menggunakan partograf, pantau tenaga ibu, kontraksi uterus pantau penurunan, presentasi kepala janin dan DJJ setelah kontraksi dan vital sign
b.      tanda-tanda vital
TD       : 110/70 mmHg
Pols     : 82 x/menit
RR       : 24 x/menit
Temp   :36,5 °C
c.       Janin tunggal
d.      TFU 2 jari di bawah pusat
e.       Abdomen kontraksi uterus baik, uterus teraba bulat dan keras
f.       Semburan darah, tali pusat memanjang

A         :     1.   Diagnosa
Ibu G1P1A0 partu kala III
a.       Dasar:
1)      Uterus teraba bulat dan keras, TFU 2 jari  di bawah pusat
2)      Plasenta belum lahir
b.      Potensial terjadi retensio plasenta Dasar: plasenta belum lahir
2.      Masalah
Nyeri pada perut bagian bawah
Dasar:
a.       Ibu mengatakan nyeri pada perut bagian bawah
b.      Plasenta belum lahir
c.       Kontraksi uterus baik
d.      TFU 2 jari di bawah pusat
3.      Kebutuhan
Pemenuhan nutrisi dan cairan
P          :     1.   Jelaskan kondisi ibu saat ini
                  2.   Lakukan pemeriksan tanda vital
                  3.   Lakukan manajemen aktif kala III
a. Pemberian oksitosin 10 IU
b. Lakukan peregangan tali pusat terkendali
c. Massase fundus
4.   Lahirkan plasenta dengan hati-hati
Plasenta lahir lengkap pukul 22.40 WIB
a.   Kotiledon dan selaput utuh
b.   Panjari g tali pusat : 17 cm
c.   Diameter plasenta : 15 cm
d.   Berat plasenta       : 500 gr
e.   Tebal plasenta       : 2 cm
f     Inserse                   : marginal
5.   Setelah 15 detik lakukan massase secara sirkular
6.   Lakukan vulva hygiene pada ibu
7.   Observasi laserasi luka episiotomi
8.   Siapkain heating set dan anastesi lidokain 1% atau 2%
9.   Lakukan penjahitan luka perineum derajat II dengan cara jelujur dan subkutikular

Kala    IV pukul 22.45 WIB
S          :     Ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas
O         :     a.   Pemeriksaan tanda vital
TD 110/70 mmHg
RR       : 22 x/menit
Pols : 80 x/menit
Temp   : 36,5 °C
                  b.   Keadaan kandung kemih: kosong
c.   TFU 2 jari  di bawah pusat
d.   Kontraksi uterus baik
e.   Perdarahan pervaginam ±150 cc
f     Pengeluaran lochea rubra
g.   Keadaan jahitan laserasi derajat II baik
A         :     1.   Diagnosa
                        a.         Ibu  G1P1A0 partus spontan pervaginam kala IV
Dasar:
1) Ibu partus spontan pervaginam 22.00 WIB
2) Plasenta lahir lengkap pukul 22.40 WIB
3) Reboken perineum derajat II
4) Pengeluaran lochea rubra
5) TFU 2 jari  di bawah pusat


b. Potensial terjadi perdarahan pervaginam
Dasar:
1) Plasenta lahir pukul 22.40 WIB
2) Perdarahan pervaginam berupa lochea rubra
3) Terdapat robekan perineum derajat II
2.   Masalah : Gangguan rasa nyaman
3.   Kebutuhan : personal hygien
P     :  1.  Jelaskan kondisi ibu saat ini
2.   Periksa tanda-tanda vital, TFU, kandung kemih, dan perdarahan setiap 15 menit dalam 1 jam pertama dan 30 menit dalam 1 jam kedua
3.   Penyuluhan personal hygiene
a.       Mandi
b.      Vulva hygiene
4.   Pemenuhan mobilisasi ibu
a.       Miring kanan/miring kiri
b.      Ibu boleh berjalan sesudah 6 jam
5.   Pemenuhan nutrisi ibu
Makan dan minum
6.   Pemenuhan istirahat
Tidur 8-7 jam/hari
7.   Lakukan perawatan luka perineum
Perawatan luka dengan menggunakan kassa steril
8.   Perdarahan + 150 cc


DAFTAR PUSTAKA


Stenchever, A. Morton Sorensen Tanya, 1995, Penatalaksanaan Dalam Persalinan,­_______ Hipokrates.

Prawirohardjo Sarwono, 2005, Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta, Yayasan Bina Pustaka.

Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNPAD, 1984, Obstetri Patolodi, Bandung ELstar Offset.

Mohtar R, 1998, Sinopsis Obstetri Jilid I Edisi Ke-2, EGC, Jakarta


0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates