Minggu, 06 Februari 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS DENGAN BABY GIANT TERHADAP Ny. MARIA DI BPS JELITA 15 B TIMUR METRO


MAKROSOMIA
(BABY GIANT)

Pengertian
Makrosomia atau bayi besar adalah bayi baru lahir yang berat badan lahir pada saat persalinan lebih dari 4000 gram. Bayi baru lahir yang berukuran besar tersebut biasanya dilahirkan cukup bulan. Tetapi bayi preterm dengan berat badan dan tinggi menurut umur kehamilan mempunyai mortalitas yang secara bersama lebih tinggi dari pada bayi yang dilahirkan cukup bulan dengan ukuran yang sama. Diabetes dan obesitas ibu merupakan faktor predisposisi.

Etiologi
Beberapa keadaan pada ibu dapat menyebabkan terjadinya kelahiran bayi besar / baby giant.
Faktor-faktor dari bayi tersebut diantaranya :
1.      Bayi dan ibu yang menderita diabetes sebelum hamil dan bayi dari ibu yang menderita diabetes selama kehamilan. Sering memiliki kesamaan, mereka cenderung besar dan montok akibat bertambahnya lemak tubuh dan membesarnya organ dalam, mukanya sembab dan kemerahan (plethonic) seperti bayi yang sedang mendapat kortikosteroid. Bayi dari ibu yang menderita diabetes memperlihatkan insiden sindrom kegawatan pernafasan yang lebih besar dari pada bayi ibu yang normal pada umur kehamilan yang sama. Insiden yang lebih besar mungkin terkait dengan pengaruh antagonis antara kortisol dan insulin pola sintesis surfakton.
2.      Terjadinya obesitas pada ibu juga dapat menyebabkan kelahiran bayi besar (bayi giant).
3.      Pola makan ibu yang tidak seimbang atau berlebihan juga mempengaruhi kelahiran bayi besar.

Komplikasi Yang Mungkin Terjadi
Bayi besar yang sedang berkembang merupakan suatu indikator dari efek  ibu. Yang walaupun dikontrol dengan baik dapat timbul pada janin, maka sering disarankan persalinan yang lebih dini sebelum aterm. Situasi ini biasanya dinilai pada sekitar kehamilan 38 minggu. Penilaian yang seksama terhadap pelvis ibu.Tingkat penurunan kepala janin dan diatas serviks. Bersama dengan pertimbangan terhadap riwayat kebidanan sebelumnya. Seringkali akan menunjukkan apakah induksi persalinan kemungkinan dan menimbulkan persalinan pervaginam. Jika tidak maka persalinan dilakukan dengan seksio sesarea yang direncanakan. Pada kasus-kasus Bordeline dapat dilakukan persalinan percobaan yang singkat. Resiko dari trauma lahir yang tinggi jika bayi lebih besar dibandingkan panggul ibunya perdarahan intrakranial, distosia bahu, ruptur uteri,serviks, vagina, robekan perineum dan fraktur anggota gerak merupakan beberapa komplikasi yng mungkin terjadi. Jika terjadi penyulit-penyulit ini dapat dinyatakan sebagai penatalaksanaan yang salah. Karena hal ini sebenarnya dapat dihindarkan dengan seksio sesarea yang terencana. Walaupun demikian, yang perlu dingat bahwa persalinan dari bayi besar (baby giant) dengan jalan abdominal bukannya tanpa resiko dan hanya dapat dilakukan oleh dokter bedah kebidanan yang terampil.

Penatalaksanaan
Pemeriksaan klinik dan ultrasonografi yang seksama terhadap janin yang sedang tumbuh, disertai dengan faktor-faktor yang diketahui merupakan predisposisi terhadap makrosomia (bayi besar) memungkinkan dilakukannya sejumlah kontrol terhadap pertumbuhan yang berlebihan. Peningkatan resiko bayi besar jika kehamilan dibiarkan hingga aterm harus diingat dan seksio sesrea efektif harus dilakukan kapan saja persalinan pervaginam.

ASUHANKEBIDANAN PADA PERSALINAN PATOLOGIS
DENGAN BABY GIANT TEHADAPP NY. MARIA
DI BPS JELITA JLN. RADEN INTAN NO. 15 (15 B TIMUR)


I.       PENGUMPULAN DATA DASAR
Tanggal : 30 Oktober 2007

  1. Identifikasi Klien
Nama               : Ny. Maria                  Nama               : Yudihistira
Umur               : 26 tahun                    Umur               : 31 tahun
Pendidikan      : D3                             Pendidikan      : S1
Pekerjaan         : PNS                           Pekerjaan         : PNS
Agama             : Islam                                     Agama             : Islam
Suku/bangsa    : Lampung/Indonesia Suku/bangsa    : Lampung/Indonesia
Alamat                        : 15 B Timur                Alamat                        :15 b Timur
  Jl. Raden Intan 12                              Jl. Raden Intan 12

  1. Keluhan utama

Ibu mengatakan hamil 9 bulan anak, kedua, mengeluh perutnya mulas dan menjalar sampai kepinggang sejak pukul 06.00 WIB dan mengeluarkan lendir bercampur darah dari vagina .

  1. Tanda-Tanda Persalinan

Ibu datang pukul 10.30 WIB, his (+) dengan lama his 20 detik, kekuatan His sedang, his muncul 3 x dalam 10 menit adalah 136x/mnt.

  1. Pengeluaran Pervaginam
Lendir bercampur darah.
  1. Riwayat Kehamilan

HPHT                    : 21 Januari 2007
TP                         : 28 Januari 2007
ANC                     : dilakukan secara teratur ditempat bidan
Trimester I             : 3x dengan keluhan mual
Trimester II           : 3x mual mulai berkurang
Trimester III          : 4x dengan keluhan nyeri pinggang dan sering buang air kecil

  1. Riwayat Imunisasi

Selama hamil ibu imunisasi 2x
TT1 pada tanggal 25 April 2007
TT2 pada tanggal 12 Agustus 2007

  1. Riwayat kehamilan yang lalu

Ibu tidak pernah sakit berat selama hamil, namun memiliki riwayat penyakit diabetes melitus

  1. Riwayat Persalinan yang lalu

No
Umur
Jenis kelamin
Persalinan
PB/BB
Penolong
Keadaan
1.
3 tahun
Wanita
Spontan
48kg/3600gr
Bidan
Hidup

  1. Pergerakan janin dalam 24 jam teratur

Ibu merasakan sebelum mulai perutnya dirasakan gerakan janin sengat kuat, setelah mulas perutnya timbul ibu merasakan gerakan janin sedikit berkurang.


  1. Pola makan / minum

Sebelum mulas timbul ibu makan dan minum biasa dengan porsi sedang
Makan : 3x/ hari                Minum : 5-7 gelas/hari

Tiap setelah mulas pada perutnya timbul rasanya malas makan tapi ibu banyak minum air putih.

  1. BAB / BAK Terakhir

Ibu biasanya BAB 1x sehari pada pukul : 09.30 WIB
Ibu mengatakan sering BAK hari ini.

  1. Pola istirahat dan Tidur

Setelah rasa mulas pada perutnya timbul yaitu pada pukul 06.00 WIB sampai pengkajian dilakukan ibu tidak dapat tidur lagi, tetapi sebelumnya ibu tidur 7-8 jam tiap harinya, tidur siang kadang-kadang.

  1. Psikologis dan Spiritual

Ibu mengatakan takut dan cemas dengan keadaannya saat ini, dan dalam menghadapi persalinan. Ibu selalu berdo’a agar persalinannya berlangsung lancar.

  1. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum ibu : baik         Kesadaran : Cemposmentis
2. Tanda – tanda vital : TD           :110/80 mmHg
                                      Pols         : 82x/mnt
                                      RR           : 23x/mnt
                                      Temp       : 37 C
3.Tinggi badan : 160 cm

4. Berat badan : sebelum hamil     :70 kg
        Saat hamil           :82 kg
5. Ukuran lila :26 cm
6. Inspeksi
a. Rambut           : Kotor, mudah rontok dan sedikit berketombe
b. Mata                : Bentuk simetris, konjungtiva pucat, fungsi penglihatan  baik
c.  Hidung            : Bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada polip, penciuman ibu baik.
d.                         Gigi dan mulut : Bentuk simetris, sedikit kotor, ada sariawan, tidak ada caries
e. Telinga            : Bentuk simetris, bersih, fungsi pendengaran baik
f. Leher               : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis
g. Dada               : Bentuk simetris, puting susu menonjol, colostrum ada
h. Abdomen        :  Tidak ada luka bekas operasi, keadaan pembesaran abdomen sesuai dengan usia kehamilan terdapat linia nigra.
i.   Genetalia eksterna : tidak ada odema                      Higyene : baik
                                      tidak ada flour albus               Haemoroid : tidak ada
j.   Ekstremitas
     Atas        :  Bentuk simetris, keadaan kuku bersih, keadaan kulit baik, turgor kulit baik, dapat digerakkan dengan baik, tidak kecacatan.
     Bawah    :  Bentuk simetris, keadaan kuku bersih, keadaan kulit baik
7.Palpasi
Leopold I              : TFU 3 jari bawah Px, pada fundus teraba lunak dan tidak melenting yang berarti bokong, TBJ : ( 38-11 ) x 155 = 4.185 gr
Leopold II             :  Perut ibu sebelah kanan teraba keras dan panjang, berarti punggung kanan dan bagian kiri perut teraba kecil-kecil yang berarti ekstremitas.
Leopold III           : Bagian terendah kepala
Leopold IV           : Kepala sudah masuk PAP

8.Auskultasi
Jantung               : Detak jantung teratur, tidak ada mur-mur
Paru-paru            : tidak ada ronchi dan whezing
DJJ                     : 130x/mnt

9.Perkusi
Reflek patella     : -
Reflek Babynzki :  -

10.  Pemeriksaan laboratorium
Hb                   : 11 gr %
Protein Urine   : -
Reduksi Urine : -

11.  Pemeriksaan dalam
Pukul 10.30 WIB, His timbul 3x dalam 10 menit, lamanya 30 detik, DJJ : 136x/mnt
Keadaan perineum elastis dan lembut, serviks tebal dan lembut
Pembukaan 3 cm, ketuban (+), kepala hodge II, presentasi kepala, Penurunan Bagian terendah 4/5.







Pengawasan Kala I
Pukul
Pemb.
Serviks
TD
Pols
RR
Temp
Obat
Cairan yang diberikan
Kontraksi uterus/ His
DJJ
Penurunan
kepala
Ketuban/
Penyusupan
10.30
3cm
110/80

23
37 C
-
Kekuatan sedang lama 30 detik 3x dalam 10 menit
136
x/mnt
(+)
4/5
+/0
11.00

110/80
82
23
37 C
-
Kekuatan sedang lama 30 detik 3x dalam 10 menit
137
x/mnt
(+)
4/5
+/0
11.30

110/80
82
23
37 C
-
Kekuatan sedang lama 30 detik 3x dalam 10 menit
137
x/mnt
4/5
+/0
12.00

110/80
83
23
37 C
-
Kekuatan sedang lama 35 detik 3x dalam 10 menit
137
x/mnt
4/5
+/0
12.30

110/80
83
24
37 C
-
Kekuatan sedang lama 35 detik 3x dalam 10 menit
136 x/mnt
(+)
4/5
+/0
13.00

110/80
24
24
37 C
-
Kekuatan sedang lama 35 detik 3 xdalam 10 menit
136
x/mnt
(+)
4/5
+/0
13.30

110/80
24
24
37 C
-
Kekuatan sedang lama 40 detik 3 x dalam 10 menit
135
x/mnt
(+)
4/5
+/0
14.00

110/80
25
25
37 C
-
Kekuatan sedang lama 40 detik 3x dalam 10 menit
135
x/mnt
(+)
4/5
+/0
14.30

110/80
25
25
37 C
-
Kekuatan sedang lama 40 detik 4 x dalam 10 menit
135
x/mnt
4/5
+/0

II. Interprestasi Data Dasar, Diagnosa, Masalah Dan Ketuban
1.Diagnosa
G2P1Ao, hamil aterm 36 minggu, janin tunggal, punggung kanan, memanjang, intrauterin, presentasi kepala inpartu kala I persalinan fase laten.
DS : Ibu hamil anak ke 2
         HPHT              : 21 Januari 2007
         Leopold I        : TFU :38 cm, TBJ : 4.185 gr
         Leopold II       : Bagian sebelah kanan ibu teraba keras dan panjang, berarti punggung kanan dan bagian kiri teraba kecil-kecil berarti ekstremitas. DJJ :136x/mnt
         Leopold III     : Bagian terendah kepala
         Leopold IV     : Kepala sudah masuk  PAP
                                    Ibu mengatakan sering mulas dan sakit perut bagian bawah menjalar sampai kepinggang
DO   :  His sering dan teratur dengan interval 3x dalam 10 menit lamanya 30 detik. DJJ 136x/mnt periksa dalam pembukaan 3 cm keadaan perineum elastis. Serviks tebal dan lembut, ketuban (+), kepala di hodge II, presentasi kepala, penurunan bagian terendah 4/5
Tanda – tanda vital
TD                : 110/80 mmHg
Pols              : 82x/mnt
RR                : 23x/mnt
Temp            : 37 C
Adanya kemungkinan bayi besar

2. Masalah
a. Cemas
    DS      : Ibu mengatakan takut dan cemas dalam mengahadapi persalinanya
    DO     : Ibu terlihat gelisah dan menangis menahan rasa sakit bila his timbul

b. Gangguan rasa nyaman : rasa nyeri adanya His
    DS      : Ibu mengatakan mules pada perut bagian bawah dan menjalar sampai kepinggang
    DO     : Ibu tampak gelisah dan menahan rasa sakit bila his timbul
                  His timbul teratur 3 x dalam 10 menit lamanya 30 detik

C.  Kebutuhan
1. Penyuluhan persiapan menghadapi Kala II
    DS      :  Ibu mengatakan takut menghadapi persalinannya karena riwayat diabetes mellitus sehingga bayinya akan besar.
    DO     : Ibu tampak bingung dan takut


2.            Penyuluhan cara mengurangi rasa sakit
3.            Penyuluhan posisi melahirkan yang efektif
4.            Pertolongan persalinan yang aman dan nyaman

III. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial
Jika dilakukan persalinan pervaginam kemungkinan dapat terjadi ruptur uteri,  ruptur vagina, distosia bahu, karena ibu mempunyai riwayat diabetes melitus sehingga kemungkinan bayinya besar.

IV. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Dan Potensial
Persiapan rujukan untuk melakukan sexio sesarea jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

V.  Rencana Manajemen
  1. a. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini
b. Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologis
c. Observasi kala I menggunakan partograf dan kolaborasi bila ada keluhan
d. Yakinkan pada ibu bahwa ia tidak sendiri
e. Beri support pada ibu
f. Siapkan ruang bersalin, alat, kebutuhan fisik dan psikologis ibu serta persiapan bidan
  1. Penyuluhan mengatasi rasa nyeri
a. Jelaskan pada ibu tentang penyebab nyeri
b. Ajarkan pada ibu cara mengatasi nyeri


VI. Implementasi Langsung
1.   a    Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini. Ibu telah memasuki kala I persalinan
      b.   Melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan psikologi
      c.   Melakukan observasi kala I menggunakan partograf, mengenai DJJ, penurunan kepala, pembukaan serviks, frekuensi his dan tanda vital.
      d.   Persiapan persalinan
            1.  Ruangan bersalin : ruangan bersih
            2.  Menyiapkan alat persalinan
                 Partus set yang terdiri dari :
    1. ½ koher
    2. Gunting tali pusat
    3. Gunting epis
    4. Pengikat tali pusat
    5. Klem
    6. Kateter metal
    7. Sarung tangan
     Heating set yang terdiri dari :
a.       Nal pulder
b.      Klem
c.       Gunting
d.      Pinset anatomi
e.       Sarung tangan
3.  Menyiapkan alat resusitasi
            a. sungkup
            b. Ambubag kecil biru +O2
            c. Stetoskop
            d. Slim pompa

      4. Menyiapkan pakaian bayi
        a. topi                                 e. sarung tangan
        b. popok                             f. kaos kaki
        c. gurita                              g. bedong
        d. baju bayi
   Memantau kemajuan persalinan
   Partograf
   PD setiap 4 jam / indikasi inpartu

  5. Memenuhi Kebutuhan fisik ibu
      Makan dan minum
      BAB dan BAK
6. Memenuhi kebutuhan psikologis ibu
    Memberi dukungan persalinan
7. Menyiapkan alat-alat untuk bidan
      a. Mitela                               e. kacamata
      b. masker                              f. sepatu bot
      c. skort
      d. hand scone

2.   Melakukan penyuluhan cara mengatasi rasa nyeri
a.       Menjelaskan pada ibu penyebab nyeri. Nyeri disebabkan karena adanya kontraksi pada dinding rahim yang akan membantu mendorong janin untuk turun.
b.      Mengajarkan cara mengatasi nyeri. Ibu disuruh untuk berjalan-jalan bila masih bisa. Kemudian menganjurkan ibu untuk tidur dengan posisi miring kekiri, agar pembukaan serviks lebih cepat.


VII. Evaluasi
  1. Ibu mengerti dengan kondisinya saat ini
  2. Hasil pengawasan kala I dengan partograf
Djj : 135x/mnt
Penurunan kepala :
TTV : TD        : 110/80 mmHg                       RR       : 25x/mnt
            Pols     : 84x/mnt                                 Temp   : 37 C
Frekunsi His                : 3 x dalam 10 menit, teratur
Pembukaan serviks      : 6 cm

Kala II pukul : 17.30 WIB
S    :  Ibu mengatakan perutnya mulas-mulas seperti ingin BAB dan keluar air dari kemaluannya
O   :  Dilakukan PD dengan hasil :

            1. Dinding vagina tidak terdapat kelainan
            2. Pembukaan serviks : 10 cm
            3. Presentasi : kepala, penurunan bagian terendah di hodge IV, kanan depan
            4. Djj : 137x/mnt, teratur
            5. Keadaan umum baik, kesadaran : Composmentis
                TD   : 120/80 mmHg                       RR       : 24x/mnt
                Pols             : 80x/mnt                                 Temp   : 37 C

A. 1. Diagnosa
a. Ibu G2P1Ao partu kala II, bayi besar
   Dasar :
   Kontraksi uterus 4 x dalam 10 menit, lama 40 detik, TBJ : 4.185 gram, ibu    menderita diabetes milletus gestasional
Pembukaan lengkap, Djj : 137x/mnt

b. Potensial terjadi perpanjangan kala I fase aktif
Dasar : ibu hamil anak kedua
               Pembukaan 10 cm, TBJ : 4.185 gr, bayi besar
2.Masalah
Ibu cemas menghadapi persalinan
Dasar : Ibu memasuki kala II persalinan
          Ibu hamil dengan bayi besar, sehingga berpotensi terjadi distosia bahu
      3. Kebutuhan
a. Memberi dukungan terus menerus pada ibu
b. Menjaga kendung kemih tetap kosong
c. Memberi asuhan dan melakukan pertolongan persalinan dengan distosia
 bahu.

P.   1.   Jelaskan kondisi ibu saat ini sudah memasuki fase persalinan
      2.   Lakukan pengawasan kala II menggunakan partograf, pantau tenaga ibu, kontraksi uterus, pantau penurunan kepala dan Djj, tanda vital setiap 4 jam.
      3.   Anjurkan ibu mengedan jika ada his
      4.   Segera lakukan pertolongan persalinan gunakan prasat manuver Mc. Robet’s untuk penatalaksanaan distosia bahu.
            a. Memberi tahu ibu tentang prosedur yang akan dilaksanakan
            b. Cuci tangan dan pakai sarung tangan
            c. Lakukan episiotomi pada puncak his
            d. Lakukan pertolongan persalinan, lahirkan kepala, lakukan Manuver Mc.
    Robet’s untuk melahirkan bahu
1)    Anjurkan ibu posisi berbaring, minta ibu untuk menarik kedua lututnya kearah dada ibu (ibu boleh dibantu oleh suami).
2)    Tekan kepala bayi secara mantap dan terus-menerus kearah bawah (anus ibu) untuk menggerakkan bahu anterior di bawah sympisis pubis. Jangan menekan terlalu berlebihan karena akan melukai kepala bayi
3)    Secara bersamaan berikan sedikit tekanan supra pubis ke arah bawah dengan lembut. Jangan mendorong fundus karena akan mempengaruhi bahu menjadi lebih jauh dan bisa menyebabkan ruptur uteri.

            e. Setelah bahu lahir, kemudian lahirkan tubuh bayi, kemudian resusitasi
            f. Periksa janin tunggal/kembar
            g. Observasi perdarahan / pervaginam
            h. Libatkan keluarga dalam memberikan motivasi, dukungan pada ibu
            i.  Bayi lahir pukul       : 18.15 WIB
                Berat badan             : 4.125 gr
                Panjang badan         : 57 cm, Apgar score : 7, Anus : ada (+)

KALA III pukul 18.15 WIB
S          : Ibu mengatakan perutnya terasa mulas
O         : Keadaan umum : baik                                   Kesadaran       : Composmentis
              TTV : Tekanan Darah : 110/70 mmHg         RR                   : 24x/mnt
                          Pols                 : 82x/mnt                   Temp               : 36,5 C
            Janin tunggal
            TFU 2 jam dibawah pusat
            Abdomen kontraksi uterus baik, uterus teraba bulat dan keras
            Semburan darah, tali pusat memanjang

A.  1.   Diagnosa : Ibu G2P2Ao partus kala III
            a.   Dasar :
                  Uterus teraba bulat dan keras, TFU 2 jari dibawah pusat
                  Plasenta belum lahir
            b.   Potensial terjadi Retensio plasenta
      2.   Masalah : Nyeri pada perut bagian bawah
            Dasar : Ibu mengatakan nyeri pada perut bagian bawah
            Plasenta belum lahir
            Kontraksi uterus baik
            TFU 2 jari bawah pusat
      3.   Kebutuhan : Pemenuhan nutrisi dan Cairan


P : 1.   Jelaskan kondisi ibu saat ini
      2.   Lakukan pemeriksaan tanda vital
      3.   Lakukan manajemen aktif kala III
            a. Pemberian oksitosin 10 IU
            b. Lakukan peregangan tali pusat terkendali
            c. Masase fundus
      4.   Lahirkan plasenta dengan hati-hati
            Plasenta lahir lengkap pada lengkap pada pukul : 18.25 WIB
a.       Kotiledon  dan selaput utuh
b.      Panjang tali pusat : 17 cm
c.       Lebar plasenta       : 15 cm
d.      Berat plasenta       : 200 gr
e.       Tebal plasenta       : 2 cm
f.       Inserse                   : Marginal
      5.   Setelah 15 detik lakukan masase fundus secara sirkuler
      6.   Lakukan vulva hygiene pada ibu
      7.   Observasi laserasi luka episiotomi derajat II
      8.   Siapkan heating set dan lakukan penjahitan luka perineum derajat II dengan cara jelujur dan subkutikular

KALA IV Pukul : 18.25 WIB
S : Ibu mengatakan perut masih terasa mules
O : 1.   Pemeriksaan tanda vital
            Tekanan darah             : 110/70 mmHg           Nadi    : 80x/mnt
            Pernapasan                  : 22x/mnt                     Temp   : 36,50C
      2.   Keadaan kandung kemih : kosong
      3.   TFU : 2 jari bawah pusat
      4.   Kontraksi uterus : baik

      5.   Perdarahan pervaginam : + 250 cc
      6.   Pengeluaran lochea nigra
      7.   Keadaan jahitan laserasi derajat II baik

A.  1.   Diagnosa
            a.   Ibu P2Ao partus spontan pervaginam partus kala IV
                  Dasar :
                  Ibu partus spontan pervaginam pukul 18.15 WIB
                  Plasenta lahir lengkap pukul 18.25 WIB
                  Robekan perineum derajat II
                  Pengeluaran lochea nigra
                  TFU 2 jari dibawah pusat
            b.   Potensial terjadi perdarahan pervaginam
                  Dasar :
                  Plasenta lahir pukul 18.25 WIB
                  Perdarahan pervaginam berupa lochea rubra
                  Terdapat robekan perineum derajat II

      2.   Masalah           : Gangguan rasa nyaman
      3.   Kebutuhan      : Personal Hygiene ibu

P :  1.   Jelaskan kondisi ibu saat ini
      2.   Periksa tanda vital ibu, TFU, Kandung kemih dan perdarahan setiap 15 menit dalam I jam pertama dan 30 menit dalam I jam kedua
      3.   Penyuluhan personal hygiene ibu : mandi dan vulva hygiene
      4.   Pemenuhan mobilisasi ibu : Miring kiri/ kanan
            Ibu boleh berjalan sesudah 6 jam

      5.   Pemenuhan nutrisi ibu : makan dan minum
      6.   Pemenuhan istirahat : tidur  7-8 jam/hari
      7.   Lakukan perawatan luka perineum : perawatan luka dengan menggunakan kasa steril
      8.   Jumlah perdarahan kurang lebih 250 cc




















DAFTAR PUSTAKA


Arvin Behrman Kliegmen.1996, Ilmu Kesehatan Anak “Nelson“ edisi 15 volume I. Jakarta : Egc

Wiknjosastro. Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo







0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:
Free Blog Templates